Pak Didik yang baik... 
terima kasih atas response nya...
betul 500% apa yang anda katakan... sesibuk apapun kita, harus tetap 
memberikan waktu buat keluarga. Jangan sampai ada penyesalan...
 Salam kenal,
Ananto Pratikno, TT (Tanpa Titel)

 On 9/12/05, Didik Mulato,ST <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> 
> Ya Allah, begitu besar arti kata CINTA...........
>  Jangan sia-siakan semuanya selagi kita masih bersama.
>  Bagi anda yang saat ini merasa sebagai Papa / Bapak/ Ayah/ Dady/ Abah dll
>  Wajib anda baca sebelum SEGALANYA terjadi.
>  
> Regard
> Didik Mulato,ST
> =============
>  
>  ----- Original Message ----- 
> *From:* Ananto Pratikno <[EMAIL PROTECTED]> 
> *To:* [email protected] 
> *Sent:* Monday, September 12, 2005 11:52 AM
> *Subject:* [Sarikata.com <http://sarikata.com/>] "Papa, baca yang keras 
> ya..."
> 
> *"Papa, baca yang keras ya..."*
> 
> Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk 
> memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dia bawa pulang ke 
> rumah, 
> karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para 
> pemegang saham. Ketika sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, 
> Putrinya Jessica datang mendekati, berdiri tepat di sampingnya, sambil 
> memegang buku cerita baru. 
> 
> Buku itu bergambar seorang peri kecil yang *imut*, sangat menarik 
> perhatian 
> Jessica, "Pa, liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi 
> menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya. Kalimat yang keluar 
> hanyalah kalimat basa-basi "Wah, buku baru ya, Jes?"
> 
> "Ya, Papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. 
> "*
> Bacain* Jessi *dong*, Pa," pinta Jessica lembut.
> 
> "Wah Papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang *deh*," sanggah Budi dengan 
> 
> cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang 
> berserakkan di depannya.
> 
> Jessica bengong. Tapi ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit 
> manja ia kembali merayu "Pa, Mama bilang, Papa mau baca untuk Jessi." 
> 
> Budi mulai agak kesal, "Jes, Papa sibuk, sekarang Jessi suruh Mama baca 
> ya?"
> 
> "Pa, Mama *cibuk* terus. Nih, Papa *liat* gambarnya, lucu-lucu."
> 
> "Lain kali Jessica. Sana! Papa lagi banyak kerjaan!" Budi berusaha 
> memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi. Menit demi menit 
> berlalu, Jessica menarik napas panjang dan tetap di situ, berdiri di 
> tempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
> 
> "Pa..., gambarnya bagus. Papa pasti suka..."
> 
> "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" Budi membentaknya dengan keras.
> 
> Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, 
> matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya. "Iya, Pa. Lain kali 
> 
> ya, Pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut 
> tangan ayahnya, ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa, kalau 
> Papa ada waktu, Papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa *denger*
> ...."
> 
> Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun 
> permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri *imut*, 
> belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara 
> hentakan keras "Buukk..!!"
> 
> Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas 
> 
> kendaraan seorang pemuda mabok yang melajukan kendaraannya dengan kencang 
> di 
> depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terentak beberapa meter. Dalam 
> keadaan yang begitu panik, ambulance didatangkan secepatnya,. Selama 
> perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu 
> lirih "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang Papa-Mama." Darah 
> segar 
> terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika 
> sesampainya 
> di rumah sakit terdekat.
> 
> Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi 
> waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah 
> penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak dia 
> penuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Budi tangan mungil anaknya 
> yang 
> memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa 
> 
> sangat berarti sekali, "...Papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica 
> bisa 
> dengar..." Kata-kata Jessi itu mengiang kembali.
> 
> Sore itu setelah segalanya berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan 
> kesunyian hati. Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi. 
> Budi mulai membuka buku cerita peri *imut* yang diambilnya perlahan dari 
> onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, 
> sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi 
> lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. 
> 
> Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman 
> pertama dan membacanya dengan sura keras. Tampak sekali ia berusaha 
> membacanya dengan keras. Ia terus membacanya dengan keras-keras, halaman 
> demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi, dengar Papa baca ya..."
> 
> Selang beberapa kata, hatinya memohon lagi "Jessi, Papa mohon ampun, Nak. 
> Papa sayang Jessi.." Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores 
> lubuk hatinya. Tak kuasa menahan sakit itu, Budi bersujud dan menagis..., 
> memohon satu kesempatan lagi untuk belajar mencintai.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> Web Template Gratis.
> 
> http://template-gratis.terpercaya.net
> 
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke