Yusuf dan Zulaikha II [2] Putra Sulung Yakub dengan langkah tegap berjalan menuju kota kerajaan Mesir.. Ia sudah siap untuk mati, siapapun yang menghalanginya akan diterabasnya.... Tak peduli 10 orang, 100 orang maupun 1000 orang kalau perlu, demi menyelamatkan Bunyamin, ia akan melakukan apapun juga.
Bagaimana jika sang mentri turun tangan ? "Ah.... tak peduli sang mentripun, jika menghalangi akan kubabat juga", begitu gumam si sulung... Baru mau masuk gerbang kota, di depan gerbang kota berdiri seseorang yang semula tidak menarik perhatiannya. Sebab pakaiannya yang biasa laiknya rakyat jelata... Hanya saja, setelah agak dekat, barulah ia kaget melihat bahwa si orang tersebut adalah sang mentri sendiri, Sang mentri mesir yang memang sudah tahu gelagat, dan sudah tahu apa yang bakalan terjadi ini, ternyata telah mencegat si sulung di gerbang kota. Belum sempat si sulung berbicara apa-apa, tangan sang mentri sudah mengusap punggungnya dan sambil tersenyum ia mempersilakan kepada si sulung untuk mau istirahat di kerajaannya... "Silakan tuan istirahat di kerajan Mesir, kerajaan ini selalu terbuka bagi keluarga tuan", kata Yusuf... Entah hal aneh apa yang sebenarnya terjadi, emosi si sulung yang tadi sudah ada di dalam dada, tiba-tiba seolah diguyur air dingin, sejuhk...dingin..segar... dan hilang sama sekali.. keinginannya untuk mengobrak-abrik mesir sirna sudah.... Iapun kini sadar siapa sebenarnya sang mentri mesir itu. Tak perlu menjawab, ia hanya mengikuti langkah kaki sang mentri msuk ke dalam kota kerajaan dan beristirahat di dalam kerajaan Mesir... Sementara itu, saudara-saudara Yusuf yang lain, yang kembali ke Kanaa, telah bertemu dengan ayahnya, Yakub. Salah satunya berkata,"Wahai ayah kami, anakmu Bunyamin telah mencuri. Dan itu kami saksikan sendiri, Bunyamin telah mencuri piala kerajaan Mesir" Yang lain menimpali," Kalau ayah kurang percaya, tanyakanlah kepada penduduk negeri Mesir dimana kami telah mengambil pangan dan tanyakanlah kepada kafilah yang sama-sama berangkat bersama kami.Percayalah kami sungguh-sungguh dan bersikap jujur" Yakub menjawab,"Bohong ! itu hanya pengelabuan atas perbuata kalian" Kemudian setelah Yakub mereda, ia berkata,"Semoga ALloh memulangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana". Kemudian Yakub amenyingkir dari mereka dan berkata,"Aduhai alangkah susahnya aku karena kehilangan Yusuf" Tampak kedua mata Yakub yang putih buta, mengidap dukacita. Anak-anak Yakub yang telah merasa bersalah berkata,"Demi Alloh, engkau senantiasa mengenang Yusuf sampai engkau terkena penyakit dan mungkin bisa mati" Yakub menjawab,"Aku akan mengadukan kesusahan dan kesedihanku hanya kepada ALloh, bukan kepada kalian. Dan dari ALloh aku mengetahui sesuatu yang tidak kalian ketahui" Anak-anak Yakub kini semakin menyesal, bukan hanya merasa bersalah, melainkan penyesalan yang sangat sekarang terjadi dalam dada mereka masing-masing. Pertama sebab pendaman rasa bersalah yang sudah berpuluh tahun menumpuk sejak perbuatan mereka ke Yusuf hanya sebab kecemburuan mereka kepadanya, ya..sebab hanya kecemburuan lebih diperhatikannya Yusuf oleh orang tuanya dari pada mereka, dan yang sekarang, mereka sungguh-sungguh menyesalkan kejadian Bunyamin yang sudah diserahkan tanggung jawabnya kepada mereka. Beberapa orang diantara saudara Yusuf tak dapat menahan tangisnya, sebagian lagi menahannya di dada. Mata mereka memerah dan pukulan penyesalan begitu hebat melanda hati mereka. "Seandainya saja...seandainya saja ALloh memberikan kesempatan yang kedua kepada kami, tentulah kami tidak akan pernah berlaku seperti ini lagi....kami akan minta maaf ke Yusuf, kami akan minta maaf ke Bunyamin, dan sekarang kami minta maaf kepadamu ya Bapa Yakub"....desah mereka disela tangis dan penyesalan.... Yakub yang hatinya memang dipenuhi Kasih dan Sayang, telah melihat dengan sebenarnya penyesalan dan rasa sedih mereka. Dan ia pun merasakan bahwa sebagian dari mereka mulai jatuh pada titik mendekati keputus asaan dari rohmat Tuhannya. Keputus asaan sebab ketidak berdayaannya menghadapi masalah yang berat ini. Ayahnya sudah tua, buta, Yusuf hilang dan kini ditambah persoalan Bunyamin ditangkap oleh penguasa Mesir. Kemudian Yakub dari kejauhan berkata dengan lembut,"Hai anak-anakku, pergilah sekarang kalian kembali ke Mesir dan carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya Bunyamin. Lagi pula kalian jangan berputus asa dari rohmat ALloh. Tidak ada yang berputus asa dari rohmat ALloh kecuali orang-orang yang kafir" Saudara-saudara Yusuf kini bangkit lagi, secercah harapan disandangnya lagi, atas perintah Yakub Bapak mereka, kini mereka berangkat ke Mesir dengan sedikit harapan... Ya mereka tidak akan berputus asa.... Semoga kesempatan kedua diberikan TUhan kepada mereka untuk berbuat baik... Merekapun melupakan kesal dan capeknya, lelah dan sulitnya perjalanan menuju Mesir, setelah barang-barang yang dibawa dari Mesir diturunkan di Kanaan, tanpa beristirahat lagi, mereka kembali melakukan perjalanan ke Mesir ...... Bagaimanakah pertemuan Yusuf dengan saudara-saudaranya nanti ...??? dan... bagaimanakah khabar tentang Zulaikha ??? bersambung... [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list. Cara kirim cerita di website Sarikata.com : http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
