Aku sedih..aku luka..hatiku teriris pedih..

Lebih pedih tatkala pedang menghunus dada
lebih Pahit tatkala pisau menikam kalbu.
Bagaimana aku tak sedih.
Dikala tombak menghadang ummat.

Dimana jati diriku
Dimana kepribadianku
Tatkala aku menuntut banyak dari manusia
Sementara aku tak pernah berfikir,apa yang telah
kuberikan pada manusia.

Aku selalu berfikir,bagaimana aku dapatkan semua.
Tak pernah terfikir olehku,apa yang dapat kulakukan
untuk semua.

Siang berganti malam,malam berganti siang
Aku semakin acuh tak acuh padaNya
Kudatang tatkala dilanda duka saja
Kupergi bersama hembusan angin nestafa

Al Qur'an terletak begitu saja dilemari hias
Lembarannya tak pernah kubuka dan kuperhatikan
sayup-sayup azan di kumandangkan kutertidur pulas
Bagaimana hatiku tak teriris dan terluka,mengenang
jati diriku seperti itu.

Dada sempit mencekam sanubari
Kupandang si Miskin papa kelaparan
kulihat sikaya berfoya-foya
Kulihat sang rakus,politikus

Semua berkejaran merebut entah apa
Bagaikan ikan-ikan merebut sang umpan
Bagaikan sperma-sperma merebut sang puteri
Semua bersaing,berlari tertatih-tatih

Terseok-seok langkah
tertindih-tindih jiwa yang lemah
terjatuh,teriris,tertikam,Alangkah indahnya bila itu
dibayangkan,direnungkan,dan diresapi

Bahwa semua kejaran menuju satu arah itu,
akan terjadi kelak,terulang kedua kali
Saat manusia menuju satu tujuan yang pasti
membangunkan sang mentari yang sedang tidur

Tatkala semua manusia menuju Rasulullah yang lagi
tidur
Manusia berebut inginkan Syafaatnya di akhirat
Mengapa manusia di dunia tak ingin berebut hal yang
sama

Di dunia kita kapanasan,diakhirat juga begitu
Bagaimana aku tak sedih mengenang jati diriku.
tapi kita semua lupa,lalai dan terlelap
Dengan mimpi-mimpi indah dan khayalan semata

Kita sering terlena diri,dan lalai
Kita tahu hidup adalah lampu
Darah minyaknya
Gerak dan rasa cahayanya
Syahwat kehangatannya
Amarah asapnya.

Badan dan jiwa tak umpamanya Arus listrik dan kabel
Jasmani adalah kabel2 listrik yang membawa arus
listrik
Jiwa ( Nafs ) adalah listrik yang mengakibatkan
lahirnya cahaya
Jika kabel putus,maka arus listrikpun terhenti,dan
lampupun padam.

Itulah jiwa dan jati diriku
Bagaimana aku tak sedih dan gundah gulana.

Jika diriku seperti lampu nan padam,gelap gulita

Akhhhhhh..kini....
Aku berada didalam alam kepasrahan
hanya satu tujuan nan pasti Nun...kepadaNya.

Wassalam.Rahima.( Cairo,Dhuha 14 0ktober 03 )


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke