>sumber: keluarga muslim delft
>Semoga bermanfaat..
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>Abah Anom, Sufi Yang Tak Menyendiri oleh: DHB
>Wicaksono
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu
> Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie
> Washohbihie Waman Walaah amma ba'du...
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Suryalaya, 26 tahun lalu. Sekelompok pemuda
> yang amat lemah daya nalarnya, sulit mengerti
> pembicaraan orang atau 'telat mikir'. Mereka juga
> tak punya ingatan yang baik, hanya mampu mengingat
> selama lima menit kemudian lupa begitu saja, setelah
> sebelumnya diajarkan huruf-huruf hijaiyah secara
> intensif.
> Mereka adalah korban narkotika. Orang tuanya yang
> di ambang putus asa, menitipkan mereka secara khusus
> kepada seorang kiai berusia 58 tahun, yang tetap
> disebut 'Kiai Muda' atau dalam bahasa masyarakat
> setempat dikenal sebagai 'Abah Anom', pengasuh
> Pesantren Suryalaya. Beberapa bulan kemudian,
> setelah mengikuti ritual ala Thariqat Qadiryyah
> Naqsabandiyyah, mereka tampak normal kembali. Bahkan
> kemudian mampu hidup mandiri, dengan mendapat
> pekerjaan yang layak. Sejak itu berbondong-bondong
> remaja semodel dengan pendahulunya dititipkan oleh
> orang tua mereka. Karena tak mungkin menggabungkan
> mereka dengan para santri yang normal, maka
> dibuatlah satu pesantren khusus remaja narkoba,
> Pesantren Inabah namanya. Di mata Abah, makanan
> tak halal adalah salah satu sebab hancurnya generasi
> muda. "Karena barang yang haram kalau dimakan akan
> membawa dampak negatif, disamping menggelapkan
> hati," tegasnya kepada Republika, tiga tahun lalu.
> Enam tahun kemudian (1978-1979), Pesantren Inabah
> berhasil menyelamatkan dua pertiga penghuninya,
> yang umumnya adalah anak-anak orang 'berpangkat'.
> Mulai dari ABRI, pegawai negeri sipil, pengusaha
> bahkan dari golongan alim ulama. Yang umumnya
> berasal dari Jakarta. Sejak itu nama Pesantren
> Inabah, naik daun sampai sekarang. Setahun kemudian
> (1980), diadakan lokakarya di pesantren itu yang
> dihadiri oleh 8 departemen sekaligus. Yang tergabung
> dalam kerjasama lintas sektoral, yang dibuat khusus
> untuk menanggulangi kenakalan remaja. Pesantren
> Inabah, menjadi fenomena tak hanya di Indonesia
> bahkan meluas sampai mancanegara. Tapi, siapa Abah
> Anom, dan apa itu Inabah?
> Sufi yang utuh
> Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli
> Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya,
> Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah
> Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri
> Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang
> khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah
> (TQN). Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg
> school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun
> kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota
> yang sama. Usai tsanawiyah, barulah ia belajar ilmu
> agama Islam, secara lebih khusus di berbagai
> pesantren. Ia keluar masuk berbagai macam
> pesantren yang ada di sekitar Jawa Barat seperti,
> Pesantren Cicariang dan Pesantren Jambudwipa di
> Cianjur untuk ilmu-ilmu alat dan ushuluddin.
> Sedangkan di Pesantren Cireungas, ia juga belajar
> ilmu silat. Minatnya untuk belajar silat diperdalam
> ke Pesantren Citengah yang dipimpin oleh Haji
> Djunaedi yang terkenal ahli "alat", jago silat dan
> ahli hikmat. Kegemarannya menuntut ilmu,
> menyebabkan Abah
> Anom menguasai berbagai macam ilmu keislaman pada
> usia relatif muda (18 tahun). Didukung dengan
> ketertarikannya pada dunia pesantren, telah
> mendorong ayahnya yang dedengkot Thoriqot Qadiriyah
> Naqsabandiyah (TQN) untuk mengajarinya dzikir TQN.
> Sehingga ia menjadi wakil talqin ayahnya pada usia
> relatif muda. Mungkin sejak itulah, ia lebih di
> kenal dengan sebutan Abah Anom. Ia resmi menjadi
> mursyid (pembimbing) TQN di Pesantren tasawuf itu
> sejak tahun 1950. Sebuah masa yang rawan dengan
> berbagai kekerasan bersenjata antar berbagai
> kelompok yang ada di masyarakat, terutama antara
> DI/TII melawan TNI. "Tasawuf tidak hanya produk
> asli Islam, tapi ia telah berhasil mengembalikan
> umat Islam kepada keaslian agamanya pada kurun-kurun
> tertentu," tegas Abah Anom, tentang eksistensi
> tasawuf dalam ajaran Islam. Tasawuf yang dipahami
> Abah Anom, bukanlah kebanyakan tasawuf yang
> cenderung mengabaikan syari'ah karena mengutamakan
> dhauq (rasa). Menurutnya, sufi dan pengamal tarekat
> tidak boleh
> meninggalkan ilmu syari'ah atau ilmu fiqih. Bahkan,
> menurutnya lagi, ilmu syari'ah adalah jalan menuju
> ma'rifat. Ia, sebagaimana lazimnya sosok sufi, tak
> ingin terkenal. "Ia amat sulit untuk diwawancarai
> wartawan, karena beliau tak ingin dikenal orang,"
> ungkap Ustadz Wahfiudin, mubaligh Jakarta yang
> menjadi salah seorang muridnya. Kendati demikian,
> ia bukanlah sosok sufi yang lari ke hutan-hutan dan
> gunung-gunung, seperti legenda sufi yang sering
> mampir ke telinga kita. Yang hidup untuk dirinya
> sendiri, dan menuding masyarakat sebagai musuh yang
> menghalangi dirinya dari Allah swt. Ia akrab dengan
> berbagai medan kehidupan, mulai dari pertanian
> sampai pertempuran. Pada tahun 50-60-an kondisi
> perekonomian rakyat amat mengkhawatirkan. Abah Anom
> turun sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi umat. Ia
> aktif membangun irigasi untuk mengatur pertanian,
> juga pembangunan kincir angin untuk pembangkit
> tenaga listrik. Bahkan Abah Anom membuat semacam
> program swasembada beras di kalangan
> masyarakat Jawa Barat untuk mengantisipasi krisis
> pangan. Aktivitas ini telah memaksa Menteri
> Kesejahteraan Rakyat Suprayogi dan Jendral A. H.
> Nasution untuk berkunjung dan meninjau aktifitas itu
> di Pesantren Suryalaya. Medan pertempuran bukanlah
> wilayah asing bagi Abah Anom. Pada masa-masa perang
> kemerdekaan, bersama Brig. Jend. Akil bahu-membahu
> memulihkan keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
> Ketika pemberontakan PKI meletus (1965), ia bersama
> para santrinya melakukan perlawanan bersenjata.
> Bahkan tidak hanya sampai di situ, Abah Anom membuat
> program "rehabilitasi ruhani" bagi para mantan PKI.
> Tak heran, jika Abah mendapat berbagai penghargaan
> dari Jawatan Rohani Islam Kodam VI Siliwangi,
> Gubernur Jawa Barat dan instansi lainnya. Medan
> pendidikan juga tak luput dari ruang aktivitasnya.
> Mulai dari pendirian Madrasah Tsanawiyah dan
> Madrasah 'Aliyah pada tahun 1977, sampai pendirian
> Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah pada tahun
> 1986. Kiprahnya yang utuh di berbagai
> bidang kehidupan manusia, ternyata berawal dari
> pemahamannya tentang makna zuhud. Jika kebanyakan
> kaum sufi berpendapat zuhud adalah meninggalkan
> dunia, yang berdampak pada kemunduran umat Islam.
> Maka menurut pendapat Abah Anom, "Zuhud adalah qasr
> al-'amal artinya, pendek angan-angan, tidak banyak
> mengkhayal dan bersikap realistis. Jadi zuhud bukan
> berarti makan ala kadarnya dan berpakaian compang
> camping." Abah merujuk pada surat An-Nur ayat 37
> yaitu, "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh
> perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
> mengingat Allah dan dari mendirikan shalat, (dari)
> membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari
> yang (di hari itu) hati menjadi guncang." Jadi,
> menurut beliau seorang yang zuhud adalah orang yang
> mampu mengendalikan harta kekayaannya untuk menjadi
> pelayannya, sedangkan ia sendiri dapat berkhidmat
> kepada Allah swt semata. Atau seperti dikatakan
> Syekh Abdul Qadir Jailani, "Dudukkanlah dirimu
> bersama kehidupan duniawi, sedangkan kalbumu bersama
> kehidupan akhirat, dan rasamu bersama Rabbmu."
> Inabah
> Mengentaskan manusia dari limbah kenistaan
> bukanlah perkara mudah. Abah Anom memiliki landasan
> teoritis yang kuat untuk merumuskan metode
> penyembuhan ruhani, semuanya ada dalam nama
> pesantren itu sendiri yaitu, Inabah. Abah Anom
> menjadikan Inabah tidak hanya sekedar nama bagi
> pesantrennya, tapi lebih dari itu, ia adalah
> landasan teoritis untuk membebaskan pasien dari
> gangguan kejiwaan karena ketergantungan terhadap
> obat-obat terlarang. Dalam kacamata tasawuf, ia
> adalah nama sebuah peringkat ruhani (maqam), yang
> harus dilalui seorang sufi dalam perjalanan ruhani
> menuju Allah swt. "..Salah satu hasil dari
> muraqabatullah adalah al-inabah yang maknanya
> kembali dari maksiat menuju kepada ketaatan kepada
> Allah swt karena merasa malu 'melihat' Allah," jelas
> Abah yang merujuk pada kitab Taharat Al-Qulub.
> Dalam teori inabah, untuk menancapkan iman dalam
> qalbu, tak ada cara lain kecuali dengan dzikir laa
> ilaha ilallah, cara ini di kalangan TQN disebut
> talqin. Demikian juga dalam
> mesikapi mereka yang dirawat di pesantren Inabah.
> Mereka harus diberikan 'pedang' untuk menghalau
> musuh-musuh di dalam hati mereka, pedang itu adalah
> dzikrullah. Orang-orang yang dirawat di Inabah
> diperlakukan seperti orang yang terkena penyakit
> hati, yang terjebak dalam kesulitan, kebingungan dan
> kesedihan. Mereka telah dilalaikan dan disesatkan
> setan sehingga tak mampu lagi berdzikir pada-Nya.
> Ibarat orang yang tak memiliki senjata lagi
> menghadapi musuh-musuhnya. Walhasil, obat untuk
> mereka adalah dzikir. Shalat adalah salah satu
> bentuk dzikir. Menurut pandangan Abah Anom, para
> pasien itu belum dapat shalat karena masih dalam
> keadaan mabuk (sukara), karena itu langkah awalnya
> adalah menyadarkan mereka dari keadaan mabuk dengan
> mandi junub. Apalagi sifat pemabuk adalah ghadab
> (pemarah), yang merupakan perbuatan syaithan yang
> terbuat dari api. Obatnya tiada lain kecuali air.
> Jadi, selain dzikir dan shalat, untuk menyembuhkan
> para pasien itu digunakan metode wudlu dan mandi
> junub. Perpaduan kedua metode itu sampai kini tetap
> digunakan Abah Anom untuk mengobati para pasiennya
> dari yang paling ringan sampai yang paling berat,
> dan cukup berhasil. Buktinya, cabang Inabah tak
> hanya di Indonesia.
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
__________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.
Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/