SIFATMU
Oleh: Hana

  Jam istirahat kantor rasanya aku ingin sekali ke tempat guruku, dan
akhirnya aku berjalan menuju gedung kantornya dan sampai di depan ruangannya
aku melihat beliau sedang melihat ke luar jendela dan tidak menyadari
kehadiranku, hingga

  "Assalamu' alaikum.." salamku

  "Wa'alaikum salam."jawabnya sambil menoleh ke arahku dengan memutar
kursinya dan tanpa pamit aku biasa langsung duduk di sofa depan meja
kerjanya sampai akhirnya

  "kamu kemarin dengar ceramah halal bil halal di gedung DRN gak..?"
tanyanya padaku sambil melihat serius ke arahku

  "Iya..aku dengarkan ceramah itu, bagus ya pak.?tentang asmaulhusna"
jawabku enteng dan menunggu komentar darinya

  "hmm..saya bingung..kenapa para penceramah itu hanya menyampaikan sifat2
Allah yg baik2nya aja?kenapa mereka tidak mau membicarakan sifat2 kerasnya
Allah?kenapa mereka hanya menyampaikan sifat Rahman dan Rahimnya Allah aja?
Kenapa mereka harus menyembunyikan sifat kerasnya Allah?Ingat ya..Allah
bukan hanya memiliki sifat pengasih dan penyayang aja?tapi..Dia juga Maha
pedih siksaNya, Maha menyesatkan. Saya heran..kalau penceramah hanya
menyampaikan sifat Allah yg baik2nya aja, saya khawatir umat akan santai
semua dan akan merasa nyaman melakukan apa aja, karena dibuai oleh sifat2
baiknya Allah. Toh Allah..Maha Pengasih dan Penyayang..?" ceritanya panjang
lebar sambil terus menatap ke arahku dengan ekspresi wajah yang serius dan
masih melanjutkan bicaranya

  "saya dan ibu selalu memperhatikan penceramah2 yang menyampaikan
khotbahnya dan selalu aja hanya pengasih dan penyayangnya Allah saja yang
disampaikan, kenapa mereka harus sembunyikan sifat keras Allah yg lain?"
sambil terlihat berfikir dan mencari jawaban dan tiba2 beliau mengagetkan
aku dengan suaranya yg keras dan ditujukan padaku, yg dari tadi hanya
terdiam mendengarkan bicaranya.

  "kamu juga?! Kenapa kamu kasih semua surat2 kendaraanmu pada mantan
suamimu? Dan biarkan dia menjualnya?kenapa kamu biarkan itu?itu milik kamu
dan dia sudah bukan suamimu, kenapa kamu masih kasih aja?!" tanyanya dan
mengagetkan aku.

  "aku pikir..dia benar mau Bantu aku untuk menjualkannya, karena dia tahu
aku berniat menjual itu"

  "iya..dan ternyata berhasil di jual dan mana hasil penjualannya..?!"

  "diambil sama dia dan nda dikasihkan ke aku, waktu aku Tanya..katanya
sudah habis uangnya..?"

  "lihat..?! kenapa kamu biarkan dan kasihkan padanya, padahal dia tidak ada
hak sedikitpun atas kendaraan itu, karena itu milik kamu..?!" katanya sambil
melotot ke arahku

  "aku enggak tahu..?habis kemarin ngomongnya spt orang bener & serius
banget mau Bantu menjual dan dia tahu kalau aku butuh uang itu, lalu dia
menawarkan..ya..aku percaya aja..?"

  "kenapa kamu percaya aja?!bukannya selama ini dia memang selalu berbohong
spt itu..?!"

  "ya..aku pikir dia sudah berubah?kan orang bisa aja berubah?" kataku pelan

  "kenapa sich kamu selalu percaya sama semua orang.?jangan kamu berfikir
semua orang itu sama seperti kamu?!"

  "kenapa sich..bapak juga selalu curiga sama semua orang..?!" jawabku
sambil melihat ke arahnya

  "bukan curiga, tapi hati2.. agar kita terhindar dari maksud2 jahat orang
yg tidak kita kenal..?lha..kamu..sudah pernah hidup bertahun2 dengannya,
tapi masih aja kena dibohongin.?" Katanya sambil menggeleng2kan kepalanya
dan melanjutkan bicaranya sambil merubah posisi duduknya yang menghadap
lurus ke arahku

  "ingat..?! kamu tidak tinggal dan hidup di lingkungan pesantren yang
99.9%itu orang baik dan apabila ada orang yg tidak baik, itu akan
keluar dari
sana. Tapi..kamu tinggal dan spt hidup dilingkungan sebuah kerajaan
majapahit, dimana semua jenis orang ada disana. Ada maling, perampok,
penipu, pecundang, dan orang culas ada disana, jadi kamu harus selalu hati2
dan jangan pernah kamu berfikiran kalau semua orang itu spt kamu..?! ingat
itu ya..?!" ceritanya serius dan masih melanjutkan pertanyaannya lagi

  "lalu..kemarin..siapa yg antar kamu pergi menemui pembeli rumah disana..?"

  "aku sendiri, kemarin teman sekantorku yg kebetulan rumahnya dekat dgn
rumahku yg antarin aku, tapi langsung pulang karena sekalian lewat aja, jadi
aku sendiri. Dan dia marahin aku lagi, karena aku yg pegang uang hasil jual
rumah itu, dan dia rebut dari aku dan dia hanya kasih beberapa juta untukku,
terus..dia marah2 ke aku. Aku takut pak..?dia ngamuk2..aku malu..aku
kesel..mungkin dia lupa kalau aku bukan istrinya lagi.."kataku yg sudah
menangis

  "mana sahabatmu..?!kenapa Fulani tidak antarkan kamu..?!harusnya kalau dia
yg antar kamu, maka kejadian itu, mungkin gak akan terjadi..?!" katanya
kesal

  "Fulani nda antar aku, karena aku ngerti alasannya..?statusnya dia sama
spt aku dan rumahnya yang dulu juga sebelah bekas rumahku dan dia sudah nda
mau lagi lihat rumahnya yg dulu..karena itu akan buat dia ingat
lagi.."kataku yg masih menangis

  "kalau dia merasa sahabatmu, harusnya tidak begitu dia berfikir.?sekarang
terlihat kan..? kalau hanya mencari teman untuk jalan&makan-makan..siapapun
bisa dijadikan seorang teman..?!sedangkah sahabat itu pada saat temannya
susah, maka dia harusnya berada disana dan menemaninya.?!" Ucapnya yg masih
terlihat kesal

  "bapak juga temanku..?!bapak juga sahabatku..?!kenapa kemarin bukan bapak
yg antarkan aku..?!kenapa bapak tidak bisa terima alasan
temanku..?!sementara bapak juga nda antarin aku..?!" kataku kesal sambil
menangis

  "oohh..kamu serius, ingin saya yg antar kamu..?sekarang saya Tanya sama
kamu..?kamu serius ingin saya yg antarin kamu..?dan saya jamin, kalau dia
tidak akan kasarin kamu atau dia yg akan saya buat babak belur.?!apa itu mau
kamu..?!" tanyanya dengan serius melihat ke arahku yg sudah tertunduk

  "aku nda mau bapak jadi ribut gara2 aku..makanya aku nda minta bapak
antarin aku..?tapi..aku juga bisa terima alasan Fulani yg keberatan
mengantarku kesana, karena bekas rumahnya itu disebelah bekas rumahku
juga..?" kataku yg masih menangis dan sempat berfikir semua yg diragukan
oleh guruku

  "tapi itu akan lain, bila ternyata masalah ini dibalik..?dia ada diposisi
kamu dan kamu di posisinya, pasti kamu tidak akan mampu menolak bila dia
ganti yg meminta antar ke kamu..?" ucapnya yg masih belum bisa menerima

  "aku bukan Fulani..?bapak tahu..kalau aku nda pernah menjadikan itu
sebagai hal yg berat dan masalah untukku..?"

  "nah..harusnya dia juga bisa spt itu..?itulah yg dinamakan
sahabat..?ternyata..kamu aja yg anggap dia sahabatmu, sedangkan dia tidak
menganggap kamu sahabatnya kan..?" katanya sinis sambil melihatku yg mulai
menangis kembali

  "bapak jangan bicara spt itu..?itu sakitin aku..dia sahabatku dan sudah
spt kakaku dan aku mengenal siapa dia..?dan sebelum kejadian aku minta
antarin ini, dia pernah bilang, kalau nda akan pernah mau lagi untuk
injakkan kakinya di wilayah tempat tinggalnya dulu dan itu sakitin hatinya
karena ingatin masa lalunya. Lagi pula..bapak juga selalu bilang ke
aku..kalau jangan mengharap orang lain untuk bersikap sama spt sikap kita
padanya..?" kataku lancar bicara karena dorongan rasa kesal dan protesku
pada penilaian guruku

  "haaaa.sudahlah..memang Allah ciptakan kamu dengan sifat spt itu..?"
katanya sambil menghela nafas panjang dan terdiam sambil melihat keluar
jendela.

  "boleh aku minta tissue itu..?" sejenak aku menunggu anggukannya dan
kemudian mengambil tissue yg tersedia di sudut meja lainnya dan mulai
membersihkan wajahku yg sedikit sembab

  "hehehe..bersihinnya yg benar, tar disangka orang kamu habis dipukul sama
saya.." katanya yg mulai tersenyum lagi..

  "hehehe..iya..bapak marahin aku terus..?"

  "Habis heran..ada orang dogol spt kamu..?" ucapnya sambil tersenyum

  " aku pamit ya..?"ucapku sambil berdiri dari dudukku

  "lho..tadi kamu mau apa..?" tanyanya mulai bingung.

  "aku lupa..?habis bapak dah keburu marahin aku..nanti aja kalau aku dah
inget lagi..?bapak hobi banget sich marahin aku terus..?" kataku kesel

  "hehehe..habis kamu hobi banget sich..minta dimarahin terus..?J" guraunya
lagi padaku

  "enak aja..emang nda ada hobi yg lain apa..?pake hobi minta
dimarahin..?"kataku yg mulai tersenyum

  "ya.udah..aku pamit ya..?assalamu'alaikum.." ucapku akhirnya sambil
berjalan keluar ruangannya

  "wa'alaikum salam wr.wb..kamu hati2 ya..?" balasnya sambil berdiri dan
berjalan dibelakangku


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/u8TY5A/tzNLAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke