Sahara 5 KORBAN BERJATUHAN LAGI
Angin semilir ... masih tetap menggerakkan debu-debu dan kerikil-kerikil kecil, sebuah kerikil mengenai pelupuk mataku, perlahan kubuka kelopak mataku, kukerjap-kerjapkan sebentar menyesuaikan diri dengan cahaya matahari, kulihat sekelilingku, mayat-mayat burung merak berserakan dengan tubuh hitam legam gosong terbakar, aku melihat diriku, rasanya tak kurang suatu apa, kugerakkan kaki kiriku untuk menopang tubuhku dan kuteruskan dengan kaki kananku untuk menopang tubuhku, Aku masih terduduk di atas kedua kakiku, Sayap-sayap kecil kurentangkan sebentar dan kemudian kulekatkan pada tubuhku, Matahari masih terik, sahara masih panas, kering kerontang, kulihat diriku tak kurang suatu apa, aku bersiap take off lagi, kedua kaki kutekuk sedikit, kujejakkan kaki dan kukepakkan sayap-sayap kecilku, tubuhku membumbung... terbang lagi, beberapa lama, masih kulihat berpuluh ribu burung di depanku, tak lama kemudian, sahara berubah situasi, tak lagi kosong, tapi kini di isi batu-batu karang yang terjal menjulang tinggi, Bak pohon-pohon yang mengisi padang belantara, batu karang-batu karang itu rapat seperti sebuah hutan karang. tiba-tiba terdengar jeritan memilukan dari arah depanku, Ukkkkkh......crassssssssssss aaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhh.........crass... kudengar berulang kali, teriakan-teriakan menyayat berkumandang, rasa ingin tahu membuat kepakan kuperbanyak, ada apakah....?? ada kejadian apakah......?? Sesekali hampir saja aku menabrak karang yang menjulang, kugerakkan sayapku kekiri dan segera kekanan dan segera kekiri lagi Bak seorang driver balap formula one, Maka tampaklah sudah di depan mata, tetesan darah mengalir deras dari beberapa batu karang, ku arahkan pandangan mataku mengikuti darah yang mengalir, kutemukan gumpalan darah dan sosok mayat yang sudah tak berbentuk lagi, Burung rajawali menjadi bangkai, burung rajawali menjadi bangkai, burung rajawali menjadi bangkai, Ku arahkan pandanganku ke sekeliling, maka tampaklah, berpuluh-puluh karang yang basah.... merah....karena darah mengalir, burung-burung rajawali bergelimpangan... burung-burung rajawali berserakan.... teriakan demi teriakan menyayat masih terus bersahut-sahutan, AKu bergidik ngeri, kengerian yang selama ini belum pernah kurasakan dan kubayangkan, mayat bergelimpangan dimana-mana, Hud..hud...dimana kamu, tatapan mataku tertuju pada sebuah burung yang terbang tinggi dan kencang, entah karena apa, seakan tubuhnya meluncur deras ke arah batu karang yang terjal menjulang.. ssiiiiuuuuttttt............ Uuuuukkkkkkkkhhhhhhhhh.............crass benturan yang keras seperti tubuh dibanting ke tembok karang yang tajam-tajam. Darah mengalir lagi.....tubuh yang sudah tak berbentuk jatuh menggelepar dan mati. Aku semakin ngeri.... Pikiranku kalut, kukepakkan sayap semampu yang aku bisa, 12000 kali tidak lebih dari itu, 24000 kali..... Aku ingin sekali segera terbebas dari hutan karang ini, aku ingin sekali segera lepas dari hutan karang ini, Dengan kecepatan yang sangat tinggi, aku terbang, tubuhku berkali-kali kegerakkan kekiri dan kekanan, sayap sedikit kutekuk ke dalam kecepatanku makin menggila, samar..samar kudengar suara Hud..hud, "Tenanglah...bersabarlah...tenanglah...bersabarlah", Aku mendengarnya, tapi aku tak kuasa menahan kepakan sayapku sendiri, Duh...bagaiamana kalau nasibku seperti mereka, Rajawali adalah pemilik kecepatan tertinggi di dunia burung, itupun binasa, Duh...bagaimana aku akan bertemu dengan SIMURG sang Pemilik Kesabaran.... teringat aku akan pengalamanku terdahulu, AKu berteriak teriak memanggil Simurgh, SIMURGH...SIMURGH...RAJA DIRAJA SEGALA BURUNG..... SIMURGH..SIMURGH....PEMILIK LAUTAN TANPA TEPI... SIMURGH...SIMURGH...PEMILIK KESABARAN TANPA BATAS....... Tiba-tiba jantungku seakan berhenti berdetak, di depanku sebuah karang menjulang tinggi, sementara aku tak bisa mengurangi kecepatanku, aku tak bisa menggerakkan sayap-sayapku... mataku kupejamkan menunggu ajal, dalam hatiku aku mengeluh, "Duh..SIMURGH Pemilik Kesabaran.... DUH SIMURGH Pemilik Lautan Tanpa Tepi.. Duh SIMURGH Pemilik Kesabaran tanpa tepi....." Beberapa detik lagi hancurlah aku... kutunggu saat-saat itu sambil tetap menyebut-nyebut nama SIMURGH, beberapa saat tak terasa...yang kutunggu khok tidak terjadi.. Aku memberanikan diri membuka mataku.. aku masih berada di hutan karang menjulang, tapi terbangku sudah perlahan-lahan.. mayat-mayat masih tampak bergelimpangan, jeritan-jeritan menyayat hati di sana sini masih kudengar, Tapi kengerian dan ketakutan ku sudah lenyap, aku bisa menikmati penerbanganku kali ini, beberapa kali kukitari karang yang menjulang, beberapa kali kupandangi dari dekat wajah-wajah sang korban.. Rajawali,,,rajawali..pemilik kecepatan... rajawali...rajawali pemakan daging.......... Kulihat diriku tak lebih seekor burung gereja .... burung gereja pemakan bulir-bulir padi si petani... di depan tampak kegelapan menyelimuti, kulihat batas hutan karang di depanku. terima kasih ya SIMURGH.. Engkau ijinkan aku mengepakkan sayap menujumu.. melewati hutan karang terjal menjulang...... bersambung... [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season! http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list. Cara kirim cerita di website Sarikata.com : http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
