--- In daarut-tauhiid ---
********************************************
Sumber:  http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=8&id=1960  
   
Yaa Ayyuhannas... (Wahai Sekalian Manusia)-->
Mendengar dua anak balita yang dibakar oleh orang tuanya, melihat 
kejahatan fisik dan mental berupa pembunuhan, perampokan, perkosaan, 
fitnah, ibarat memulai hari dengan menyantap sarapan pagi dengan 
nasi yang sudah basi. Sepertinya susah mendapatkan sesuatu yang 
menyegarkan yang membuat seseorang memulai harinya dengan tanpa 
beban. Seseorang bertafakur yaa Allah, setiap hari kita 
diberitahukan mengenai kesinambungan pembangunan kerajaan setan 
dengan segala bentuk acara seremonialnya. Tidakkah ada yang sanggup 
melawan ini semua, mana orang-orang baik dan suci itu, mana pasukan 
mereka, mana senjata akal mereka. Apakah sebagian besar orang 
beriman telah terjebak pada kecenderungan sikap netral yang dianggap 
baik padahal wujudnya adalah mencampur adukan yang batil dengan yang 
haq.

"Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan 
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. 
(QS. 2:42)

"..Barang siapa hatinya tidak mengetahui kebaikan dan menentang 
kemungkaran, maka ia jungkir balik, yang atas menjadi dibawah. (Imam 
Ali RA)

Bagaimana menurut anda yang Muslim, atau Non-Muslim bila mendapat 
pesan seperti ini `Telah nampak kerusakan di darat dan di laut 
disebabkan karena perbuatan tangan manusia.., (QS. 30:41). Setujukah 
anda bahwa hal itu adalah kenyataan universal, kebenaran yang 
universal? Benar bagi seluruh manusia, termasuk anda, saya, Muslim 
atau Non-Muslim, bagi generasi dulu yang sudah mati ,dan yang masih 
hidup sekarang sama-sama menyaksikannya, sama-sama menyetujui 
kebenarannya. "....supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian 
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang 
benar) (QS. 30:41). Pelajaran ayat itu adalah, tahukah anda bahwa 
hampir setiap manusia yang ditimpa bencana mereka akan menyesal dan 
ingin kembali lurus dan ingat dengan TuhanNya? Bukankah itu juga 
kebenaran yang universal? Dari siapakah pesan itu? Dari Yang Maha 
Benar Allah SWT.

Amar ma`ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap manusia tak 
terkecuali, beragama atau tidak, peminum khamr, penzina, koruptor, 
Muslim, non-Muslim. Amar ma`ruf nahi munkar tidak menyariatkan bahwa 
hal itu harus dilakukan oleh orang-orang suci. Al Qurthuby berkata: 
Orang-orang berilmu (pandai) berkata: tidaklah termasuk syarat orang 
yang melakukan nahi munkar bahwa ia haruslah seseorang yang suci 
dari maksiat, tapi orang-orang yang mengerjakan maksiat itu 
melakukan nahi munkar terhadap sesama mereka." Selanjutnya Al 
Qurthuby berkata: "sebagian ulama ushul berkata: diwajibkan atas 
peminum (minuman keras) melakukan nahi munkar terhadap sesama mereka.

Kejadian-kejadian yang memprihatinkan yang begitu hebat dan 
mengguncangkan jiwa ini ternyata tidaklah menguatkan kebersamaan 
kemanusian di negeri ini, tidak juga secara khusus bagi orang Muslim 
mendorong praktek ibadah, membuat shaf shubuh semakin bertambah, 
tidak pula membuat masjid-masjid hangat dengan silaturahmi dan 
dengan tasbih-tasbih ampunan, kita semakin jauh dari yang lain, 
semakin tercerai berai, semakin mencari aman sendiri dengan menutup 
rapat-rapat pribadi-pribadi kita yang ketakutan "....supaya Allah 
merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan 
mereka.... (QS. 30:41).

Sekarang sedikit demi sedikit kita menyaksikan bunga budaya yang 
jahiliyah. Budaya kebodohan bukan karena logika manusia yang 
kedodoran, tetapi semata karena prinsip berpegang pada apa yang 
benar menurut prinsip yang fitrah tidak lagi menjadi suatu pegangan. 
Kita berada pada kehidupan yang diberkati mujizat akal. Semua bisa 
dipikirkan, hal-hal tak terukur mulai terukur dan diciptakan 
ukurannya. Hanya saja, setiap penciptanya didewakan dan diagungkan. 
Perhatikanlah, disetiap sisi kehidupan yang tampak sekarang 
kebanyakan adalah hal-hal yang ekstrim, bila tidak berlebihan 
sekali, ya kekurangan sekali. Terjadi pada umat Muslim maupun Non 
Muslim, pada manuisa secara umum. 

Tulisan ini memanggil anda, Yaa ayyuhannas, wahai manusia panggilan 
bagi keseluruhan manusia, seluruh umat, baik Muslim maupun Non 
Muslim mengenai jalan yang benar yaitu jalan dari Allah SWT, Tuhan 
Yang Maha Esa -- yang menawarkan pengetahuan tentang hal yang fitrah 
yang mendasar-- untuk bersatu padu melawan kebatilan apapun 
bentuknya. Dalam perjalanannya mudah-mudahan mereka yang terbiasa 
mengikuti fitrah ini menguat cara pandangnya sehingga kajian mereka 
mereka sampai pada kebenaran yang bersifat universal-khusus, pesan-
pesan yang biasa dibuka dengan Yaa ayyuhalladziina aamanu, pesan 
bagi mereka yang beriman.

Yaa ayyuhannas, sudah seharusnya manusia mengangkat syariat agama 
sebagai dasar hukum. Bodoh yang berpikir bahwa agama adalah salah 
satu unsur pemecah. Seorang yang suci begitu teguh memelihara hukum 
agama Allah ini sehingga dia berhasil secara kemanusian, hukum, 
politik ekonomi. Ingin tahu orang itu? Tanyakan pada Michael M. Hart 
penulis 100 orang tersukses didunia (Dia menempatkan Rasullulah SAW 
sebagai orang tersukses no 1 didunia). Bila kebenaran fitrah seperti 
dijabarkan dalam ESQ - Ary Agustian sebagai `anggukan universal`, 
maka pesan-pesan kebenaran dan larangan dalam agama harusnya menjadi 
alat pemersatu karena secara fundamental hukum-Nya yang klasik 
selalu mendorong manusia untuk menyucikan dan menyempurnakan diri. 
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya.Yang 
demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. 
(QS. 98:8). 

Adalah suatu kenyataan bahwa salah satu agama yang universal ini 
bernama Islam agama samawi terakhir. Adalah fakta bahwa penduduk 
Islam di Indonesia mayoritasnya Islam, Mereka bukan ingin menjadikan 
hukum Islam Arab dan Persia menjadi hukum di Indonesia, mereka hanya 
merindukan kaidah hukum agama universal dimana, halal, haram mewujud 
pada konsekuensi hukum terapan. Salah satu hukum terapan yang 
diambil contohnya adalah hukum bank syariah. Dahulu adalah sesuatu 
yang niscaya tetapi ternyata perbankan Hong Kong-pun setuju bahwa 
sistem ini adalah terbaik untuk saat ini (Artikel Pikiran Rakyat). 
Pikirkan prosentase populasi yang besar yang bersedia tunduk pada 
hukum syariah Islam. Sesungguhnya pemimpin dari generasi ke generasi 
mereka takut mengambil hukum Allah SWT. Tidak ada yang berani 
menyucikan dirinya untuk berjuang dan mati mulia sebagai korban 
sejarah. Sudah cukup bukti bahwa mereka yang ahli-ahli hukum 
ternyata telah gagal untuk menciptakan hukum yang `benar`, mereka 
bersusah
 payah menciptakannya padahal;

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur'an yang Kami 
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) 
yang semisal al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain 
Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar. (QS. 2:23)

Wahai manusia siapapun anda, dimanapun anda, inilah sepenggal ayat 
panggilan universal dari Tuhan kita kepada anda yang ada didalam 
Kitab al Qur`an, kitab yang isinya pernah diberikan kepada mereka 
yang mau menyerahkan dirinya pada Yang Maha Esa. Di zaman nabi Isa, 
mereka orang Nasrani yang menyerahkan dirinya adalah Muslim. "Maka 
tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah 
dia:"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk 
(menegakkan agama) Allah" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) 
menjawab:"Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman 
kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-
orang yang berserah diri (muslim). (QS. 3:52), dan di zaman Nabi 
Muhammad SAW hingga sekarang orang-orang Islam yang benar-benar 
berserah diri juga dipanggil Muslim, sahabat Nabi Isa AS dan Sahabat 
Nabi Muhammad SAW yang berserah diri (muslim) memiliki karakter yang 
sama yaitu penolong-penolong agama Allah! 

Sekarang kebenaran kembali menjadi tersembunyi. Maka adalah jalan 
yang baik seperti yang ditempuh Rasullulah SAW dengan menyepi, 
menyendiri, mengembangkan pertanyaan lalu kemudian membersihkan diri 
untuk mendapatkan hikmah kebenaran kembali yang telah rancu di zaman 
beliau. Tulisan ini tentu tidak meremehkan pendapat Daniel Blumberg 
dalam tesisnya "Islam is Not the Solution" dengan pengajuan fakta-
fakta pendukungnya yang menyiratkan kebenaran pada keadaan sulitnya 
menyatukan `orang-orang Islam´. Islam sendiri adalah satu. Walaupun 
begitu menurut Yusuf Al Qardhawi, masa transisi Islam akan segera 
berakhir. Langkah-langkah Islam akan lebih mantap kedepan pada 
kedewasaan.

Walau bagaimanapun, secara prinsip kebenaran yang Allah SWT turunkan 
di barat, pada Muslim dan Non Muslim adalah kebenaran integral, 
berasal dari Yang Satu. Demikian pula kekurangan-kekurangan yang 
Allah SWT bebankan di barat dan di timur semua berasal dari Allah 
SWT. Tidak ada yang harus dibanggakan dan dilebihkan antara satu 
dengan yang lain. Yang wajib adalah saling `kenal mengenal´-nya 
hingga sampai pada terbangunnya masyarakat dunia yang mengacu pada 
satu hukum - Tuhan Yang SATU - yang taat pada larangan dan `berserah 
diri´, mereka menjadi contoh produk ketaatan, terlepas apakah mereka 
dalam keadaan kaya ataupun miskin. Siapapun yang merusak 
keseimbangan itu menjadi menjadi musuh bersama. 

...Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah 
nikmat Allah kepadamu yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah. Allah memberi 
pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan 
bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasannya Allah Maha 
Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2:231)

Wallahualam.
Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

--- End forwarded message ---
===============================================================XXX






Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke