buat yang lagi gak ada kerjaan...silahkan dipikir2 sendiri yah!

1. Telanjang bulat.
Kok mesti telanjang bulat?
Apakah ada telanjang segi-tiga, bujur-sangkar atau empat persegi panjang?
Nggak ada kan ! Kok tidak telanjang saja? Kok mesti bulat

2. Tertangkap basah.
Seorang bandit yang tertangkap lagi merampok toko disebut tertangkap basah.
Apanya yang basah? Banditnya kering, uang rampokan kering, polisi yang
nangkap kering, semuanya kering. Mengapa nggak tertangkap kering?

3. Kumpul kebo
Sepasang Romeo dan Juliet katanya kumpul kebo! Mengapa mesti kumpul kebo?
Mengapa nggak kumpul kuda? Kebo memang suka beramai-ramai, tapi mereka
jarang kumpul berdempetan. Kuda malah yang paling suka dempet dan "kumpul"!


4. Telor mata sapi.
Mengapa telor ayam di goreng bisa jadi telor mata sapi? Apakah bisa matanya
sapi yang di goreng (mata sapi goreng) disebut telor mata ayam? Kan nggak
bisa!

5. Siang bolong.
Sesuatu yang penuh drama dan air mata katanya selalu terjadi di siang
bolong. Mengapa mesti siang bolong? Apa nggak ada siang yang tidak bolong,
siang yang tambal sulam atau siang yang biasa saja? Kok bolong melulu ya?

6. Angin sepoi-sepoi basah
Kok angin dalam cerpen atau puisi selalu mesti sepoi-sepoi basah? Bagaimana
kalau anginnya di musim kemarau dan bertiup di siang bolong? Apa tidak jadi
angin sepoi-sepoi kering?

7. Malu-malu kucing.
Orang yang malu selalu disebut malu-malu kucing. Apakah kucing yang malu
disebut malu-malu orang? Kan tidak! Kok nggak malu-malu tikus? Kucing kalau
mau makananmu ia mengeong. Tikus malah sembunyi dan malu-malu. Tapi
diam-diam ia mengincer makananmu. Kau lengah makananmu hilang.

8. Tanpa pandang bulu
Kalau lagi ada pembagian beras atau memberikan kesempatan bekerja, selalu
disebut semuanya akan menerima bagiannya tanpa pandang bulu. Bagaimana
kalau orangnya gundul dan tak berbulu? Apanya yang di pandang?
Nggak punya kumis, godek atau janggut-janggutan kan bisa didiskriminasi
tanpa sadar?

9. Pedagang kaki 5.
Cobalah hitung, pedagangnya kaki 2, meja dagangannya kaki 4, semua jadi
kaki 6. Bagaimana kok bisa disebut kaki 5? Kemana kakinya yang 1 pergi?
Bagaimana dengan anak pengamen, penjual koran atau rokok? Apakah mereka
disebut pedagang kaki 2?

10. Kepulauan Seribu.
Apakah benar-benar 1000? Apakah masih Seribu? Apa ada orang yang
ngitunginnya satu persatu? Apakah bisa bertambah dan berkembang biak dan
jadi kepulauan Lebih dari seribu? Atau berkurang malah jadi kepulauan
Ratusan?

11. Tiket bus pulang pergi.
Bagaimana kok ada tiket pulang-pergi? Pulang-pergi Pak? Akh nggak, saya
mesti pergi dulu nih baru pulang! Ada tiket pergi-pulang nggak? Sorry Pak,
tiketnya semua untuk pulang-pergi! Kok bisa-bisanya begitu ya?


[Non-text portions of this message have been removed]



Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke