Dipinggir rel kereta api itu

Aku bertemu Ucup

8 tahun usianya....

Kulitnya coklat tua rambutnya kusai

Kaos dan celananya kusam

Keringatnya berpeluh

Karena hampir seharian di perempatan jalan itu

Menyanyikan lagunya dengan irama seadanya

Terkadang

Ucup mengajak Beben

adiknya yang berusia 2 tahunan

di perempatan jalan itu

selain ngamen...

Ucup mengemis.....(aku terdiam ...sedih)

Menengadahkan tangan

Di jendela-jendela mobil mewah

Yang berhenti di lampu merah perempatan jalan itu

Ada yang simpati kasih recehan

Tak jarang dicueki

Pernah juga dimaki

Kukira Ucup punya rumah

Setidaknya rumah kardus

Seperti layaknya anak pemulung

Atau pengamen sepertinya

Kau tahu

rumah Ucup beralas selembar kardus bekas

beratapkan langit luas......


kau tahukan bagaimana dinginnya-kan kalau dini hari

tidur ditempat terbuka seperti itu....

ahh....apalagi adiknya yang kecil si Beben...(terdiam lagi...menghela nafas)



itupun masih bersyukur

karena kadang bila petugas tramtib datang

tak jarang gerobak satu-satunya keluarganya pernah diambil

Ayahnya atau kakaknya di tangkap

dibawa ke penampungan wisma rehabilitasi sosial

dan harus menebus dengan uang bila mau bebas astaghfirulloh.....(ampuni aku
ya

Alloh)

O iya setiap pagi Ucup suka melihat

Anak-anak lain yang berangkat sekolah

Matanya bersinar melihat anak-anak sebayanya itu

Menggendong tas sekolah nya

Sambil tertawa riang bersama teman-temannya

Ucup iri sekali.....

Ucup ingin seperti mereka

Yang bisa sekolah

Yang tak perlu mengamen apalagi mengemis

Setelah anak-anak sekolah itu masuk ke sekolah

Wajah Ucup tertunduk ....

Matanya redup

Pikirannya menerawang

"kapan ya...aku bisa sekolah?"

Kakaknya saja yang sudah 14 tahun

Cuma sampai kelas IV

Apalagi sekarang ayah sudah tak punyaGerobak untuk memulung....

Ucup kembali termenung

Ia sungguh ingin seperti anak-anak sekolah itu

Bercelana merah

Berbaju seragam putih dengan bedge

Menenteng tasnya

dan belajar bersama teman-teman

"Kapan ya ....aku bisa sekolah?"

Gumam Ucup disela deru rel kereta api

Sambil memandangi ketiga adiknya

Sendu....

Epri.....

Februari 2006 Sore di tengah keluarga Ucup

Di pinggir rel kereta api menjelang magrib.....

(Sekarang ucup tinggal di Palmerah Jakarta Barat)


[Non-text portions of this message have been removed]



Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke