Pagi
Sindy adalah salah satu karyawan yang selalu tiba di kantor paling
pagi. Ia tidak mau membuang waktu bermacet ria karena berangkat
kesiangan. Sebelum pukul 6.30, Sindy sudah tiba di kantor. Begitu
sampai di mejanya, ia menyempatkan waktu untuk merias wajahnya 15
menit. Setelah itu ia mulai mengeluarkan dokumendokumen dan menyusun
pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan hari itu.
Ia juga memeriksa lagi jadwal hari itu, apakah ada rapat, dan
persiapan apa saja yang diperlukan, siapa orang-orang yang akan
ditemui hari itu, dan sebagainya. Selain memeriksa email box untuk
melihat email baru, ia juga memeriksa surat-surat yang tiba kemarin
sore.
Sekitar pk. 07.15 ia sudah bisa mulai bekerja. Sindy memang senang
bekerja pagi-pagi karena belum banyak gangguan.
Sebagai seorang product manager, Sindy harus melakukan evaluasi
penjualan, memantau keadaan pasar, melakukan analisa pasar, melihat
tren bisnis yang terjadi, membuat laporan, memikirkan strategi apa
saja yang perlu dilakukan, mencari ide baru untuk menaikkan
penjualan, mencari ide baru untuk promosi, menjadwalkan kunjungan ke
daerah, mempersiapkan kunjungan, dsb.
Ketika orang lain mulai berdatangan pada pk. 08.00, Sindy sudah sibuk
bekerja. Yefa yang baru datang pk. 08.00 langsung sibuk memesan
makanan karena belum sarapan dari rumah.
Pukul 08.30 ia baru selesai sarapan dan segera merias wajah di kamar
kecil. Praktis pukul 09.00 ia baru mulai bekerja. Yefa sudah
kehilangan waktu sekitar satu jam untuk menyiapkan diri bekerja.
Begitu juga banyak rekan mereka yang lain, yang datang tepat waktu
atau terlambat, mereka kehilangan waktu berharga di pagi hari.
Belum lagi perasaan kurang nyaman yang mereka ciptakan karena harus
bekerja dengan terburu-buru, meskipun ada juga orang yang tetap
tenang meskipun terlambat, seperti Etty yang datang pk. 09.00 lebih
dengan wajah dan busana kusut. Ia juga belum sarapan dan belum merias
diri, sehingga ia baru bisa kerja setelah lewat pk.10.00.
Tapi Yefa cukup jeli. Ia selalu heran mengapa Sindy selalu bisa
datang pagi, padahal sama seperti dia, Sindy juga sudah menikah dan
memiliki dua orang anak yang baru berusia dua tahun dan enam tahun.
Rasanya Yefa selalu heboh di pagi hari karena banyak hal yang harus
diurus sebelum berangkat kerja sehingga ia selalu datang tepat waktu
atau sedikit terlambat.
Ketika Yefa bertanya pada Sindy, ternyata Sindy juga memiliki
pengalaman yang sama. Sindy juga repot di rumah. Tapi mengapa Sindy
bisa berangkat kerja pagi-pagi?
Suatu hari Yefa mencoba resep Sindy, yaitu disiplin diri. Kalau
biasanya Yefa bangun pk.05.00 pagi, ia kini bangun pk.04.00. Urusan
anak dan dapur harus beres sebelum pk. 05.30, kemudian Yefa mandi dan
bersiap-siap untuk berangkat pada pk.06.00. Ternyata Yefa merasa
lebih enak. Jalanan belum terlalu macet.
Sesampainya di kantor ia merasa segar dan nyaman karena tidak terburu-
buru. Ia juga merasakan tidak ada beban mental seperti yang biasa ia
rasakan kalau datang terlambat.
Setelah sarapan di warung di belakang gedung, ia merias wajah dan
siap bekerja. Ia pun kemudian mengubah kebiasaannya. Kini Yefa sudah
enam bulan selalu datang pagi-pagi ke kantor.
Ia merasakan manfaatnya dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan
lebih baik sehingga ia tidak perlu pulang terlambat. Ia bisa pulang
tepat waktu karena ia mulai bekerja sebelum orang lain bekerja.
Sebagai seorang managing director, Ronnie sangat sibuk.
Ronnie selalu datang pk. 06.20. Begitu tiba di kantor ia segera
memeriksa surat-surat yang masuk kemarin, membuat catatan untuk
sekretarisnya agar tahu apa yang harus dilakukan dengan semua surat
itu, setelah itu baru ia bekerja. Ia sibuk terus sejak pk.07.30
hingga pk.21.00 atau 21.00. Tak heran perusahaannya maju pesat.
Sayang, Etty akhirnya harus meninggalkan pekerjaannya karena ia
dinilai tidak bekerja dengan sungguh-sungguh lagi. Bukan hanya dari
cara ia memulai pagi harinya tapi juga kinerjanya yang sangat
menurun.
Kedatangannya yang sangat lambat dibarengi dengan sikap yang sangat
tidak menunjukkan kesungguhan bekerja, sebenarnya hanyalah gambaran
dari sikap kerjanya secara keseluruhan. Kalau ia senang bekerja, ia
tidak akan berlaku seenaknya. Kalau ia menghargai pekerjaannya, ia
tidak akan bersikap tidak peduli semacam itu.
Yefa kini menyadari bahwa waktu yang dimiliki semua orang adalah
sama. Hanya 24 jam sehari. Tak seorangpun memiliki waktu lebih
panjang seperti 25 jam atau lebih pendek seperti 23 jam sehari. Jadi
semua kembali tergantung pada dirinya sendiri untuk mengatur dan
memanfaatkan waktu, terutama di pagi hari karena pagi hari adalah
awal yang baru bagi setiap hari dalam hidup manusia. Start your day
right! Make your morning valuable and productive!
Sumber: Potensi Diri - Pagi oleh Lisa Nuryanti, Director Expands
Consulting & Training Specialist
[Non-text portions of this message have been removed]
Donasi Dana untuk Sarikata.com :
No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/