Sequel 13

Pagi hari,

matahari sudah tampak bersinar,

Sinarnya menerobos kisi-kisi jendela tempat Khan tinggal,

Khan bergerak malas menuju pintu jendelanya yang berbentuk model mesjid
lengkung, dengan kisi-kisi penahan debu…

Tangan Khan kedua-duanya memegang jendela dan membukanya,

Membiarkan cahaya matahari masuk dengan bebasnya……

Jam menunjukkan pukul 7.30 waktu setempat,

Khan teringat pada Etha yang mungkin sekarang sudah berada di Afghanistan,

Draihnya HP-nya, dan di tekannya tombol bergambar telpon pada memory book
"sang Putri".

Tulalit-tulalit….

Nada tidak dihidupkan atau diluar area..

Dicoba lagi oleh Khan….Tulalit..tulalit…

Sekali lagi dan sekali lagi…

Masih tulalit..

"Ah….mungkin memang sedang ada di daerah yang nggak ada signalnya,

atau mungkin belum dihidupkan"

Setelah mandi pagi,

Khan meluncur menuju kantornya di pusat kota Mekkah,

Khan mencoba menelpon Eta lagi,

Ada nada masuk tapi tidak diangkat….

"tut…………..tut………………tut".

ada nada masuk tapi tidak diangkat,

ada lebih dari 7 kali Khan mencoba menelpon…

setelah dirasa memang tidak diangkat atau mungkin diluar area,

Khan meletakkan Hpnya di atas meja…

Ditinggal mengerjakan kerjaannya yang tambah menumpuk,

Beberapa jam kemudian, ketika menjelang makan siang,

Tiba-tiba HP khan berbunyi tanda ada sms masuk.

Nomernya Eta yang mengirim sms,

Jantung Khan berdetak lebih cepat dari sebelumnya,

"Hi, Khan. Eta lagi sibuk sekali nih, mungkin sampai siang akan banyak
kerjaan yang numpuk. Have a nice day"

Khan mereply,

"Eta kira-kira jam berapa ada waktu ?

sms Khan donk,

nanti akan Khan telpon ke sana.

ok.

thx.

C U".

sampai sore tidak ada khabar dari Eta…

Khan mencoba mengerti,

"Have a nice day", " mungkin memang maksudnya hari ini,

dia tidak mau menerima sms maupun telpon dariku..", gumam Khan.

Tapi Sore hari setelah waktunya pulang kerja,

Khan mencoba menelpon Eta,

Dan setelah beberapa kali terdengar nada seolah tidak diangkat,

Satu waktu Eta mengangkat telpon dari Khan juga,

"Hi" "Hi"

"Gimana khabar Afghanistan ?" tanya Khan

"Wah dimana-mana diperiksa oleh Taliban, kalau kelihatan orang asing,
apalagi ketahuan orang Amerika, pastilah disuruh pulang saat itu juga,
diusir.

Tapi kalau passport dari negara tetangga sih nggak masalah…..

Kasihan juga Taliban itu, persenjataan mereka sangat sederhana, senapan yang
dipakai mereka adalah senapan perang model kuno, paling paling AK-47, dan
beberapa senapan anti serangan udara, gitu mesti berhadapan dengan
rudal-rudal, bomb-bomb amerika yang supercanggih ". cerita Eta pada Khan.

Khan mengangguk-angguk sambil membayangkan suasana di Afganisthan sana.

"Lagi ngapain ini, Eta ?",

"Lagi makan.

Udah dulu ya Khan", jawab Eta.

"Ok. Thanks. See You", jawab Khan senang.

Hati Khan berbunga-bunga,

Perasaan rindunya yang seolah rasa kehausan dipadang pasir,

Barusan telah tertetesi air pertemuan meski hanya sebentar.

Dan itu cukup bagi Khan.

Khan mengirim sms ke Eta,

"Selamat makan. Have a nice day".

bersambung…………..


[Non-text portions of this message have been removed]



Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke