*Suka Sesama Jenis*
**
*Tanya:*
*
*Nama saya Deny, berdomisili di Jakarta. Saya seorang yang menyukai sesama
jenis, saya tidak tahu mengapa saya begini. Saya pernah membaca di
Hidayatullah bahwa keadaan ini terpengaruh oleh
lingkungan namun kondisi saya ini saya rasakan sejak kecil. Saya merasa
jiwa/ruh saya terjebak dalam tubuh saya. Keadaan saya ini membuat saya
tertekan sekali.

Bisakah saya menjadi seorang yang normal dan apa yang harus saya lakukan?

Sekian, dan terima kasih

*Deny*

*Jawab:*
Saudara Deny yang baik

Memang ada benarnya kondisi lingkungan mempengaruhi kejiwaan Anda selain itu
pengalaman keluarga juga bisa mempengaruhi, itu semua termasuk pengaruh
ekstern dalam psikis hingga masuk dalam alam bawah sadar Anda. Begitu juga
kelainan itu disebabkan oleh unsur biologis yang dibawa semenjak masa
pertumbuhan di mana dalam perkembangan Anda, hormon testoteron atau hormon
kejantanan tidak berkembang sesuai jenis kelamin Anda. (Mungkin masalah ini
Anda bisa konsultasikan pada psikiater atau klinik seksologi agar diagnosis
penyebabnya bisa diketahui lebih detail.)

Dan secara manusiawi bahwa hal tersebut memang membuat kita merasa bersalah
dan tertekan sebab sudah menjadi sunatullah bahwa makhluk hidup yang normal
dilahirkan dengan identitas secara jelas dan berpasang-pasangan: ada
laki-laki ada perempuan. Namun Anda tak perlu khawatir dengan masalah Anda,
bukankah kita percaya bahwa Allah selalu memberi jalan keluar menuju jalan
yang normal. Dan perasaan bersalah belum tentu berdosa.

Sebetulnya banyak terapi dari para ahli psikiatri namun di sini kita coba
melewati terapi spiritual hingga Anda bisa lepas dari masalah tersebut
dengan kehendak Allah:

Pertama: Anda mencoba memikirkan kembali ciptaan Allah yang
berpasang-pasangan, demikian juga fungsinya seperti sepasang burung merpati
(coba Anda renungi kehidupan sepasang makhluk tersebut). Sehingga kita tidak
terjebak pada naluri rekreatif atau istilah agamanya naluri syahwati yang
cenderung pada rasa kenikmatan fisis yang kemudian menempatkan posisi psikis
Anda pada kecenderungan kejiwaan umum maupun hanya semacam romantisme namun
malah melenceng dari kejiwaan yang normal. Akan tapi kita mencoba membina
naluri prokreatif, yaitu naluri yang menekankan pada sebuah hasil. Hingga
naluri rekreatif dan prokreatif bisa seimbang. (Dan iringi perenungan Anda
dengan lafadz: "Subhanallah" yang memberikan "Maha suci Allah" yang telah
menciptakan itu semua dengan valid dan seksama)

Kedua: Perjelas penampilan maskulin Anda, bahkan usahakan bahwa penampilan
Anda seakan bisa merebut perhatian lawan jenis Anda. Namun tetap dalam batas
kesopanan Anda sebagai laki-laki.

Ketiga: Bergaullah Anda dengan pergaulan yang normal, yaitu dengan berfikir
positif terhadap sesama, baik berjenis kelamin berbeda. Tak usah terlalu
melihat, memperhatikan gejala negatif terhadap wanita, dan hindari pada
penilaian terhadap perilaku wanita yang tidak Anda sukai.

Keempat : Bila usia Anda sekiranya sudah mencukupi carilah pasangan wanita
yang sekiranya bisa Anda ajak jalan seiring bersama, berdialog mengenai
berbagai kehidupan, dengan cara kawin atau bertunangan. Toh, banyak cara
menuju cinta, ada yang mencari sendiri, ada yang dijodohkan atau ada yang
dicintai duluan. Dan Anda bisa berkonsultasi pada orang tua atau ustadz/kiai
mengenai masalah perjodohan. (Untuk langkah terapi yang keempat inilah
sebetulnya teori yang selalu ditonjolkan oleh semua agama baik Islam maupun
kristen)

Begitulah jawaban saya, insya Allah bisa meringankan beban Anda.

*Didik L. Hariri*
*Tutor Bidang Studi Psikologi*


[Non-text portions of this message have been removed]



Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke