Sunset drive,Athens<GA>"USA", wednesday 20 September 2006^

Kokoh dan Indahnya Silaturahmi
Sumber: Manajemen Qolbu Online

Oleh : Aa Gym

Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad waala 
aalihi washaabihii ajmai'iin, Saudaraku yang budiman, seiring 
berlalunya bulan Ramadhan yaitu bulan penuh dengan hikmah, marilah 
kita jalani kehidupan kembali ke fitrah kita, sebagai insan Allah 
SWT. Dengan semangat yang baru, terutama diawali dengan

Pertama, Meningkatkan Silaturahmi

Hikmah dari sikap Nabi Muhammad selalu berbeda jalan ketika 
berangkat dan pulang dari masjid adalah karena beliau setiap waktu 
ingin selalu memperbanyak silaturahmi dengan umatnya. Artinya 
kitapun harus memiliki budaya yang sama yaitu upayakan memiliki 
jadwal dan cara khusus untuk bersilaturahmi dengan sebanyak mungkin 
kalangan, baik yang sudah dikenal ataupun yang belum. Baik yang 
akrab maupun yang tak menyukai kita.

Andai saja kita tahu kedahsyatan manfaat silaturahmi, niscaya 
sepanjang waktu ini rasanya ingin selalu bersilaturahmi. Setidaknya 
silaturahmi yang baik akan menambah saudara baru dan mempereratnya, 
menambah wawasan dan ilmu serta semakin menambah kekuatan bagi 
ukhuwah kita. Sering sekali terjadi salah paham karena lemahnya 
komunikasi akibat jarangnya bersilahturami. Pendek kata silahturami 
yang teratur dan terprogram dengan baik adalah bagian kunci 
suksesnya ukhuwah kita ini.

Kedua, Kirimlah Hadiah

Nabi Muhammad Saw, sudah mengisyaratkan bahwa berkiriman itu akan 
menambah rasa sayang dan memang kenyataannyapun demikian. Bila ada 
yang berkirim sesuatu yang bermanfaat bagi kita, pada umumnya akan 
senang hati dan merasa hutang budi, cenderung lebih memaafkan dan 
mempererat hubungan.

Oleh karena itu, kita harus memiliki program pengadaan dana untuk 
hadiah kepada orang tua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang 
kita harapkan dapat bersinergi dalam ukhuwah ini. Tentu saja 
semuanya ini harus sangat terjaga, keikhlasannya. Biasakanlah setiap 
kali memiliki makanan, tetanggapun ikut menikmatinya. Jauh sangat 
lebih baik kita makan hanya separuh dari makanan sendiri dan 
sebagian yang lain dinikmati saudara seiman lainnya dari pada 
kenyang sendiri dan orang lain tak mendapatkan apapun.

Ketiga, Jauhi Perdebatan walaupun Benar

Jujur saja sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan 
sedang mencari kebenaran tapi lebih dekat kepada mencari kemenangan 
pendapatnya sendiri, hal ini tampak dari cara dan bentuk 
percakapannya yang lebih menjurus pada berbantah-bantahan secara 
emosi, kata yang saling menyerang dan bau permusuhan saling 
menyudutkan, jauh dari cara kajian ilmiah yang penuh etika.

Maka sekiranya kita ada dalam situasi yang tak sehat ini menghindar 
dari berdebat bukanlah suatu tindakan menghindar dari kebenaran, 
melainkan menghindar dari peluang bangkit dan berkobarnya suasana 
permusuhan, berpalinglah dan carilah topik bahasan yang lebih 
mempersatukan.

Tentu saja bukan tidak boleh mengadakan diskusi pemecahan masalah, 
namun harus didasari kesiapan mental yang baik, kesiapan ilmu yang 
memadai, dan kesiapan mendengar serta berbicara yang baik pula, 
Insya Allah akan datang petunjuk Allah dalam mecari kebenaran.


Keempat, Selalu Berusaha Mendahului Menegur, Mengucapkan Salam, 
Berjabat Tangan Dengan Ramah Dan Tulus.

Dengan kata lain, praktekkan lima (5) S senyum, sapa, salam, sopan, 
dan santun. Insya Allah interaksi kita kepada siapapun akan jauh 
lebih bermakna jikalau wajah kita senantiasa diliputi senyuman, sapa 
penuh kelembutan, dan akhlak yang penuh kerendahan hati akan memikat 
setiap orang yang kita jumpai. Alangkah indahnya wajah yang jernih, 
ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun.

Betapa nyamannya suasana saat salam hangat ditebar, saling 
mendo'akan, menyapa dengan ramah, lembut dan penuh perhatian. 
Alangkah agungnya pribadi kita, jika penampilan kita selalu sopan 
dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun. Betapa nikmatnya 
dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, 
rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada, pemaaf yang tulus, 
dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.
******************************************************************XXX

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---







-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke