Selasa, 05 Desember 2006  23:15:00
AA Gym Berpoligami Pemerintah Ikut Repot

  Jakarta-RoL--Keputusan dai kondang Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa 
AA Gym untuk berpoligami ternyata tidak hanya mengundang gejolak masyarakat di 
seluruh tanah air tetapi juga turut merepotkan pemerintah dengan banyaknya 
keluhan yang masuk dari masyarakat melalui layanan pesan singkat (SMS) ke 
Ponsel Presiden. 

Selama sepekan, Ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu negara Ani 
Yudhoyono kebanjiran SMS dari masyarakat yang mengomentari tentang keputusan 
berpoligami AA Gym, kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, di Kantor 
Kepresidenan Jakarta, Selasa. 

Menanggapi hal itu, Presiden Yudhoyono kemudian secara khusus memanggil Menneg 
Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi dan 
Dirjen Binmas Islam, Nazzarudin Umar. 

Pada kesempatan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar cakupan 
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 tahun 1983 yang sudah direvisi menjadi PP 
Nomor 45 tahun 1990 tentang poligami diperluas tidak hanya berlaku bagi PNS 
(Pegawai Negeri Sipil) tetapi juga pada pejabat negara dan pejabat pemerintah. 

"Presiden mempunyai kepedulian besar terhadap kaum perempuan dan ia 
menginginkan ketentraman dalam masyarakat," kata Menteri Pemberdayaan 
Perempuan, Meutia Hatta, usai pemanggilan itu. 

Meutia menambahkan, cakupan PP tersebut akan diperluas selain untuk PNS juga 
bagi pejabat negara dan pejabat pemerintah seperti gubernur, bupati, walikota, 
TNI/POLRI, dan anggota DPR. 

Ia menjelaskan, dirinya dipanggil presiden berkaitan dengan banyaknya laporan 
masyarakat yang masuk kepada presiden dan ibu negara mengenai sejumlah kasus 
poligami yang terjadi belakangan ini. 

Revisi peraturan tidak hanya soal poligami tetapi juga hal lain seperti 
perlindungan perempuan dan anti diskriminasi. 

Meutia mengatakan, revisi akan dilakukan secepatnya dan saat ini pihaknya 
sedang mempersiapkan hal-hal yang harus diubah termasuk mengenai pengenaan 
sanksi bagi yang melanggar peraturan tersebut. 

Sedangkan Sudi mengatakan bahwa kepedulian presiden ini bukan maksud pemerintah 
atau negara mencampuri urusan pribadi warga negaranya. Namun hanya menegakkan 
peraturan yang sudah ada. 

"Pemerintah hanya melihat UU-nya, kita tidak ada keraguan bahkan jika ada 
protes-protes. Kita justru akan memperkuat peraturan-peraturannya sehingga 
tidak berlaku diskriminatif," katanya. 

Sudi menambahkan bahwa informasi mengenai kasus poligami belakangan ini terjadi 
sejak seminggu silam atau sejak AA Gym resmi mengumumkan keputusannya 
berpoligami. antara/pur
  =====================================================XXX
  

  

         

 
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke