Konser Ungu Di Yogya Tidak seUngu Pekalongan Minggu, 24 Desember 2006 PustakaLewi.Net-Yogyakarta, Pemberitaan akan tersia-siakannya 10 nyawa penonton Ungu di Pekalongan 2 hari yang lalu rupanya tidak menyurutkan niat fans berat Ungu Jogja untuk datang ke Stadion Mandala Krida di Kawasan Baciro Yogyakarta. Nyaris sejak pukul 19.00 jalanan di Timoho, Jalan Kapas, jalan Gayam dan arah ke jembatan layang Suryotomo mulai padat merayap. Sebagian besar pemakai jalanan adalah ABG dengan pergerakan pasti, satu arah menuju lokasi konser band UNGU. Band yang naik daun gara-gara ditolak kehadirannya di istana wapres Agustus lalu, dan sedikit menangguk keuntungan populatitas gara-gara sensasi tewasnya 10 nyawa di Pekalaongan malam ini (23/12) benar-benar tampil sukses menguasai panggung dan emosi penontonnya. Tampil selama 1,5 jam dengan melantunkan 12 tembang favorit yang dipetik dari 3 album milik mereka ungu ternyata mampu menunjukkan eksistensi dan potensi musik sekaligus mengusung kegembiraan dan hiburan segar bagi anak muda, dan malam ini ketika berita ini diturunkan pada pukul 23.00 saat koser UNGU bubar semua berjalan tertib, lancar tanpa kerusuhan apalagi kegelisahan dan duka lara sebagaimana yang terjadi pada konser 10 tahun Ungu di Pekalongan beberapa waktu yang lalu. 400 personil aparat keamanan yang diturunkan dari berbagai kesatuan rupanya mampu bekerja untuk menjaga citra kota Jogja yang kondusif, aman damai, berbudaya. Komandan buser AKP Juwardi dari kesatuan Poltabes Yogyakarta yang berjaga di ring paling luar menyatakan bahwa, kegiatan seni semacam ini bagi Yogyakarta adalah hal yang biasa sehingga beliau beserta 55 personel yang bersenjaya laras panjang lengkap yang ditugaskan malam itu merasa optimis semua bisa berjalan lancar. Hal senada disampaikan Ngadino dari kesatuan BRIMOB Gondowulung yang tampak tidak terlalu tegang dalam mengkoordinir pengamanan Pos I yang menjadi tanggung jawabnya, memang tetap waspada, dan kasus Pekalongan kita jadikan pengalaman, sehingga kami terus berkoordiasi dengan panitia ujarnya. Di samping Petugas keamanan yang berseragam formil, tampak pula beberapa petugas kemanan berpakaian preman yang tak kalah aktifnya bergerak, mengantisipasi perkembangan di dalam dan diluar stadion, kita tak mau ambil resiko ujar polisi muda yang tampak bersemangat itu. Sebelum UNGU tampil, sebagaimana lazimnya sebuah konser band, selalu didahului dengan band-band indi/lokal dan yang kebagian untuk tampil lain, shagi dog, Syurga dan band local lainya yang jika dinilai memang punya potensi untuk berkembang. Pasha sang vokalis UNGU yang bernama lengkap Sigit Purnomo SS pada awalnyaa tampil sedikit grogi dihadapan hampir 20 ribu penonton fanatiknya. Dengan basa-basi yang dipaksakan Pasha membuka penampilannya dengan memohon maaf atas tragedy Pekalongan dan mengajak penonton untuk mengheningkan cipta sejenak. Tetapi setelah itu, semuanya dipacu dalam riuhnya lagu-lagu hit Ungu yang mengalir beruntun seperti, Surgamu, Andai Ku Tahu, Karena Dia Kamu, Dia dan Dirimu, Tempat Terindah, albun lama Bayang Semu serta lagu-lagu lain yang begitu dilantunkan memancing hysteria penontonnya. Tak ayal selama perjalanan konser, tampak beberapa penonton diamankan dari kerumunan depan panggung akibat pingsan. Tenda Pos pelayanan Emergency berukuran 8x8 meter nyaris dipenuhi korban pingsan. Belum lagi di runag ganti pakaian atlit stadion Mandala Krida, setidaknya 8 penonton yang rata-rata anak cewek baru gede tergeletak pingsan, dan dua diantaranya sempat dibantu dengan pertolongan pernafasan dari tabung oksigen. Pukul 21.42 wib Konser pun berakhir, PustakaLewi.Net dan beberapa wartawan lain yang mencoba mengejar Pasha ataupun personel Ungu saat turun panggung dihalang-halangi panitia yang tampak cenderung defensif dan tidak berlaku ramah. Panitia pelaksana yang dimintai komentarnya, merasa bersyukur konser berjalan aman, maaf mas dan terimakasih, yang penting semua lancar seraya ngeloyor seakan sibuk dengan urusan yang lebih penting. Dalam perjalanan pulang yang macet, PustakaLewi.Net sempat menemui beberapa penonton yang meskipun lelah tampak berseri-seri. Prayit yang datang berombongan dari Gedong Kuning merasa puas dan terhibur, demikian pula, Ica dan Ayip pasangan Abg yang datang dari Ngampilan, mengatakan konsernya bagus ternyata beda dengan yang di TV ujar Ayip tanpa merinci perbadaanya yang dimaksud. Barangkali cuaca yang bersahabat serta kondisi lokal Yogyakarta yang adem, atau persiapan panita yang matang, sehingga mendukung terselenggaranya konser Ungu yang sukses, setidaknya tidak seungu Pekalongan. (Kijogogati) Berita ini dapat dibaca bersama dengan berita maupun artikel lainnya di; www.pustakalewi.net Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi; [EMAIL PROTECTED] Bergabunglah dengan forum DISKUSI & INFORMASI Perhimpunan Pustakalewi. http://groups.yahoo.com/group/pustakalewi/
Kunjungilah situs berita kristen www.pustakalewi.net. Beragam berita interdominasi dan kumpulan ratusan artikel tentang hubungan gereja dengan masyarakat dan negara tersedia di dalamnya. Kami terbit dari Surabaya untuk menjadi sarana bagi keutuhan ciptaan. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
