Satu harapan
  
Kicau burung mulai pergi dari pendengarannya,langitpun
mulai gelap,aura sore hampir berakhir saat itulah ia
termenung dalam kesunyian.pandangannya tajam menatap
arah tenggelamnya matahari,namun dibalik itu tersimpan
sebuah harapan,harapan yang belum dapat ia raih.

Dia mencoba menjungkirbalikkan sebuah garis nasib yang
melilit di pundaknya.tak peduli berapa banyak keringat
yang ia keluarkan,berapa banyak darah yang ia kucurkan
demi tercapainya sebuah cita-cita.

Dalam perjalanan begitu banyak kerikil yang
menghadangnya,ternyata untuk mengubah itu semua tak
semudah yang ia bayangkan sebelumnya.sehingga  ia
sadar satu hal bahwa tidak setiap jalan itu berjalan
dengan mulus.Tapi penuh dengan rintangan dan cobaan
yang begitu berat.sesekali ia meneteskan air
mata,memikirkan nasib yang tak kentara.wajah adiknya
yang mungil selalu terngiang dalam pikirannya.rasanya
ia tak sanggup menjalani itu semua tanpa sebuah
harapan yang menjulang tinggi,walaupun sebenarnya ia
tak tahu sedikitpun apa yang akan terjadi besok pagi.

Langit tiba-tiba berubah sangat gelap,kesunyianpun
semakin mencekam,yang terdengar hanyalah suara katak
yang saling bersautan.lalu ia teringatmasa-masa
kecilnya,kebahagiaan,keceriaan selalu ia dapatkan saat
itu,ia selalu tertidur pulas di atas pangkuan
ibunya.dan semua itu tak akan pernah ia dapatkan
kembali.ingin rasanya ia mengulang masa-masa itu,tapi
rasanya sudah tidak mungkin lagi.

Dalam hatinya hanya ada sebuah harapan yang ingin ia
jadikan sebuah kenyataan.lalu tanpa sadar ia
berucap”semua ini hanya untukmu,ibu”


Oleh            :Yudi Dian Prayoga


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke