Dear all,
 
  Di kala Bangsa ini tertimpa segala macam
kesusahan.....
  Saya jadi ingat sepenggal lagu karangan Iwan Fals
yang kurang lebih berbunyi begini: "Hingar tangis
karena azabmu tiap duka tuding Illahi, jangan salahkan
kecewa kami bosan dengan irama takdirmu....Sungguhku
tak mengerti.."
  Menurut Pribadi saya, manusia hidup takkan lepas
dari apa yang di sebut dengan musibah dan
bencana.........
  Tanah longsor, Kapal tenggelam, Pesawat hilang
Banjir, dan lain sebagainya...........................
  Tapi apa kita cuma harus terpaku pada kata musibah
dan kata bencana dengan menyalahkan Tuhan?
  Karena menurut saya tiap musibah tiap bencana ada
campur tangan manusia................................
  Saat hutan gundul di jarah, saudara2 kita menangis
dan menjerit hilang harta hilang sahabat hilang
kerabat, sementara sang penjarah dengan congkak hidup
bergelimang harta....Ini kah musibah?
  Saat banjir lumpur kian menjadi, banyak orang
menjerit kehilangan hidup mereka untuk sementara, Ini
kah bencana atas nama kelalaian sang Pemodal dan
Penguasa Negeri yang ngeri ini?
  Saat perahu hilang di telan gelombang karena
klebihan beban, saudara2 kita hilang tak tau kemana
rimbanya?
  Saat pesawat hilang tanpa jejak, kawan2 kita
menangis dan dengan enaknya pejabat negeri ini dengan
gampangnya bilang....memang alat pemantau radar
darurat sudah beberapa bulan ini rusak dengan kata
lain tak bisa di gunakan....Sebegitu murahkah harga
nyawa di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini?
  Saat Ratusan Ribu saudara2 kita, bapak2 Ibu2 kita
kelaparan di negeri orang, Sang pejabat dengan
mudahnya pun menjawab dengan mudahnya saya pilih dia
karena harganya murah...sedemikian berhaganyakah uang?
sehingga lebih mahal uang dari pada nyawa bapak2 dan
ibu2 kita? 
  Saat saudara kita yang miskin dengan penuh tangis
meratapi kemiskinanya di depan Rumah Sakit, karena
metode yang salah? Metode Orang Miskin Dilarang Sakit,
Boleh sakit kalo punya duit? Ini toh bencana? Ini toh
musibah?
  Kapankah kita bisa berubah saudara2ku, kalau bukan
dari dalam diri kita? 
  Bukankah Islam juga mengajarkan kita untuk
berpikiran logis? Tapi kenapa kok kita masih belum
juga berpikiran logis dengan menyalahkan Tuhan di
balik segala macam musibah dan bencana?
  Benar saudara2ku, kita hidup sakit dan mati takkan
pernah lepas dari segala macam campur tangan Tuhan,
tapi apa harus berhenti sampai di situ?
  Apa kita harus menunggu kawan, Sahabat, Kerabat,
Adik, Kakak, Ayah, Ibu atau bahkan Anak Cucu kita
mengalaminya?
  
  Terima Kasih, buat yang mau membaca sedikit unek2
dan opini saya...Kurang atau lebih saya ucapkan terima
kasih yang sebesar2nya...
  "Agama2 lahir dari sikap perlawanan para Rasul atas
sesuatu yang Mereka anggap tidak adil, apa kita harus
menunggu lahir agama2 baru untuk suatu perubahan atas
sebuah ketidak adilan?"
  Semoga Berkat&Rahmat Tuhan selalu menyartai kita
semua.....


 Wassalam,  


 Samuel. Bramurwoto
 (maaf buat yang tidak berkenan kalo nama saya sedikit
berbau yahudi)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke