Sejarah perjuangan buruh Indonesia adalah sejarah penindasan namun 
juga sejarah perlawanan. Namun pemberangusan kritisisme dan kekerasan 
terhadap buruh sejak berkuasanya rezim Orde Baru selama 32 tahun, 
menggiring gerakan buruh dalam situasi sulit. Kooptasi negara dengan 
pembentukkan serikat buruh tunggal, menjadi bukti sejarah intervensi 
langsung rezim Orde Baru, dalam rangka mereduksi hakekat dan fungsi 
sesungguhnya serikat buruh sebagai alat perjuangan kaum buruh. 
Sewindu yang lalu gerakan prodemokrasi yang menghasilkan 
reformasi,namun belum mampu memberikan sumbangsih yang cukup 
signifikan terhadap kesejahteraan buruh hingga detik ini. Kemunculan 
banyak serikat buruh, juga ternyata tidak diikuti progresifitas pada 
level gerakan buruh, namun yang terjadi perpecahan dan eksklusifitas 
pada masing-masing serikat. Kondisi ini secara langsung membawa 
melemahkan posisi buruh terhadap proses kebijakan ekonomi-politik 
Negara yang berpihak pada kepentingan kapitalistik dan 
imperialistik.     
Refleksi atas perjuangan  kaum buruh hingga detik ini ternyata bukan 
saja lahir dan dipengaruhi dari hubungan industrial pengusaha dengan 
buruhnya saja. Namun ternyata relasi-relasi kekuasaan negara dengan 
segala kebijakannya yang didikte oleh modal internasional (baca: 
Kapitalisme Internasional) juga menjadi faktor yang sangat penting 
dalam mewujudkan Kemerdekaan 100% kaum buruh itu sendiri. Sebab 
Soekarno pun pernah berkata bahwasanya " Buruh adalah anak kandung 
dari Kapitalisme", ini artinya bahwa perekonomian seluruh dunia tidak 
akan berjalan tanpa partisipasi dari kaum buruh itu sendiri dan ini 
adalah bukti bahwa solidaritas atas persatuan buruh seharusnya 
menjadi hakim tertinggi atas arah roda perekonomian dunia akan kemana 
dibawa.
Namun mengapa buruh tidak pernah menyadari bahwa persatuan 
solidaritas buruh mempunyai posisi tawar yang sangat tinggi, 
sekiranya inilah yang kemudian menjadi motivasi akan kebutuhan 
persatuan solidaritas buruh Yogyakarta. Dari refleksi diatas, Sekolah 
Buruh Yogyakarta (SBY) mencoba mengambil inisiatif untuk mengundang 
dan memfasilitasi pertemuan serikat buruh se-DIY pada tanggal 15 
Maret 2003 


Kirim email ke