Ada luka di wajahmu Ada luka di wajahmu ku tau itu karena semalam purnama mengatakannya padaku katanya, sinarmu tak lagi mampu menyamai biasnya redup, sekelabu mendung di biru langit pada hal, inginku bingkai purnama wajahmu di sandingnya agar hatiku jadi bianglala lukamu.... apakah aku dapat membalutnya?
Ada luka di wajahmu goresannya tersamar dan kasat di mata ingin kuseka luka itu dengan tetes embun dari syurga tapi kau bilang, kau telah menyekanya dengan tetes embun dari duka Ada luka di wajahmu ingin ku basuh muka itu dengan air dari telaga tapi kau bilang kau telah membasuhnya dengan air dari nestapa Sayang, ada luka di wajahmu tapi kau bilang itu bukan luka itu hanyalah goresan yang timbul karena hampa.... Terkelu lidah pada pertemuan pertama sebuah figura, terpaku kaku di sudut kamar tenggelam, dalam debur ombak kepedihan tertoreh luka pada wajah darahnya menetes di celah jemari terketar, terlepas dari genggaman sekuntum senyum retak di hujung bibir terkulai bebunga kata, layu di hujung senja kelopaknya gugur pada kesempatan pertama [Non-text portions of this message have been removed]
