Saat Kacang Lupa Kulitnya
Sumber : http://yantsubiyanto.blogspot.com/

Siapa yang tidak kenal atau belum pernah mendengar pepatah "Bagaikan
Kacang Lupa Kulitnya"? Kira-kira makna yang terkandung adalah agar
kita jangan melupakan jasa orang lain terhadap kita. Atau kulit yang
telah membungkus dan melindungi, akan tercampakkan setelah kacang
mampu berdiri sendiri dan memiliki harga lebih. Atau jasa orang lain
mudah terlupakan, setelah kita mencapai kesuksesan.

Pada kondisi yang sesuai pepatah tersebut merupakan pesan moral yang
sangat tinggi, bahwa kita selaku manusia yang diciptakan dengan kreasi
yang sangat tinggi, dengan segala kelebihan yang dianugerahkan, namun
tetap saja membutuhkan pertolongan,uluran tangan, bantuan dari orang
lain. Tidak ada satupun manusia yang tidak membutuhkan orang lain.
Tidak ada satupun kacang yang bisa tumbuh hingga besar dan enak
dimakan, tanpa adanya kulit.

Saat kacang mulai menjadi buah, berawal dari bunga ataupun akar,
dengan perlindungan kulitnya Sang Kacang mulai tumbuh besar tanpa
tersentuh apapun karena begitu baik terlindung. Saat dimeja hidang
kacang tidak lagi berteman dengan kulitnya, terkadang mencari kulit
baru sehingga harga dan rasa menjadi berbeda dan semakin tinggi.
Contoh, kita coba lihat kacang atom atau kacang telor. Kacang akan
memiliki harga yang lebih pada kondisi ini. Kadang yang digunakan
untuk kacang telor adalah kacang yang cenderung kecil dan kurang
bagus. Setelah berbalut dengan terigu bercampur gula, harga meningkat
dan menjadi mahal.

Fenomena tersebut juga terjadi pada Mede (jambu monyet). Harga makanan
ini sudah kita ketahui bersama, Mahal! Akan jauh lebih mahal mede ini
jika terbalut salut coklat dan telah menjadi silverquenn. Sangat
berbeda harganya, fantastis... Coba kalau mede tersebut masih
terbungkus kulit yang keras. Siapa mau peduli. Untuk menikmati isi
kacang harus berusaha lebih mengupas kulit yang keras.

Ada saat kita ingat kulit, ada saat kita harus lupa kulit atau malah
perbaiki kulit. Misalnya kita hidup dalam keadaan yang cukup buruk
dalam tatanan moral di suatu masyarakat. Kita dari kecil hingga dewasa
dibesarkan dalam naungan gelap. Setelah dewasa berusaha hidup mandiri,
lepas dari ketergantungan kedua orang tua. Suatu ketika harus berpisah
dengan lingkungan masyarakat biasanya. Saat tersebut terjadi perubahan
pengaruh dari masyarakat lama ke masyarakat baru. Mulai terjadi
perbaikan dan perbaikan. Segala corak dan bentuk tatanan yang
sebelumnya dianut, sudah mulai ditinggalkan, diganti dengan yang baru
dan lebih baik. Sehingga terjadi banyak keberhasilan... menjadi
seorang pejabat penting.
Dalam kontek tersebut jika pada saat menduduki jabatan penting, dia
menggunakan pola corak dan tatanan masyarakat sebelumnya maka dia akan
jatuh bangun dan gagal lagi, karena adanya tatanan yang buruk. Saat
kondisi ini "kacang lupa pada kulitnya" adalah suatu kewajiban. Jika
tidak dilakukan makan akan jatuh dari tangga keberhasilan. Tidak perlu
mede dijul dengan kulitnya. Karena jika sampai meja hidang, kulit
tersebut hanya sebagai penghalang menikmatinya. Pilih kulit baru,
balut dengan salut coklat dan harga menjadi semakin tinggi. Artinya
lupa kulitnya bagi kacang, tidak semuanya buruk.

Namun saat kita dipuncak keberhasilan, tidak lupa dengan sekeliling
kita semua. Karena karena mereka semua, kita berhasil dan sukses.
Bukan dengan sendiri saja seseorang berhasil. Untuk itu bagaimana jasa
sesama mestilah bisa kita ingat dengan baik atau balas dengan lebih.
Ada saat kacang tampil dengan kulitnya, situasi dan kondisi sebagai
salah satu dasar pemilihannya. Kapan harus lupa kulit, atau kapan
harus ingat dan membawa serta kulitnya.


Salam Sukses Selalu...

Menuju Sumber Daya Era Maju dengan Belajar dan Belajar pada Tahapan Proses 5M

-- 
Salam Sukses Selalu,

Yant Subiyanto
http://yantsubiyanto.blogspot.com/
Jl Srikandi No 3 Perum Griya Mukti Jaten Karanganyar Jateng 57771

Kirim email ke