"Wisnu, besok anterin aku cari motor ya" ucap Frans kepada ku, " oke besok
aku anter deh" kataku kepada wisnu, wisnu adalah sahabat karibku di kantor.
Aku adalah staff personalia pada suatu kantor di bilangan cikarang. Wisnu
dan aku adalah karib pada kantor tersebut, kebetulan rumah kakakku dekat
dengan rumah wisnu, dan akupun sering bermain bareng dengan wisnu. Akupun
berjanji untuk menmabantunya mencari motor.



Frans pun mengumpulkan Koran poskota untuk menacarikan motor, kami
berkeliling di bilangan pondok gede, condet. Tetapi kami tidak mendapatkan
motor yang dimaksud oleh Frans. "Nu besok anterin ke bilangan cibubur ya aku
dapet informasi motor dari milis nih, aku mau follow-up" Frans mendesakku
untuk mengantarkan mencari motor laki-laki. "oke besok gue anterin" Dan kami
mengunjungi tempat motor tersebut, akhirnya terjadi kesepakatan kami pun
membeli motor.



"frans, tuh cewek siapa" Tanya wisnu kepada ku, "itu adalah yuni, calon anak
baru untuk bagian exim yang gantiin maya" kataku, "cantik juga, pinter lo
milihnya' kata wisnu kepadaku " iya donk.. frans" ktaaku. "Wisnu gimana
kabar ika, baik-baik saja kan" kataku menanyakan kabar kekasih wisnu. "Ya
gitu deh… baik-baik aja" kataku kepada wisnu.



"sekarang cewek lo siapa frans " wisnu berkata kepada ku, "ada deh..anak
perusahaan Samsung" kataku menjelaskan kepada wisnu. " lo mah ganti-ganti
pacar terus.. kapan kawin.. usia lo kan dah 28 cepetan kawin entar keburu
engga laku loh" kata wisnu kepadaku lagi. "Kawin belum ada modal, mau
modalin lo" aku menjawab pertanyaan wisnu.



"frans gue dapet no telp si yuni" kata wisnu kepada ku, "gila lo.. anak baru
lo mau pacarin juga.." kataku kepada wisnu , sepertinya sahabat karibku itu
menyai anak baru tersebut dan kelihatannya dia jatuh cinta berat kepada
yuni.



"lo kayaknya naksir berat si yuni ya" Tanya ku kepada wisnu, "Iya baru gue
liat nih si wisnu begitu jatuh cinta" si atmojo salah satu teman kumpul kami
di gank pantry. "ah engga…" wisnu mengelak, ' kalau lo suka gue anterin ke
rumahnya, gue tau rumahnya deket dengan gue, di tambun" kata afrizal. "tau
lo ingit ika udah ngapain sich anak kayak gitu aja" kataku kepada frans.



Dari hari kehari kuperhatikan wisnu makin tergila-gila terhadap Yuni anak
baru bagian exim, kebetulan lokasi duduk wisnu berhadapan dengan yuni,
kusering memergoki wisnu sering mencuri pandang kepada Yuni. Aku pun semakin
yakin kepada wisnu telah terlanjur menyukai yuni.



"frans bantuin gue dong.. gue jatuh hati banget sama yuni, gue dah coba telp
dia, gue dah usaha tapi engga ada hasilnya" kata wahyu kepadaku. " engga ah
gue engga ikut campur" kataku menghindar



tapi hari demi hari aku sering melihat wisnu bengong begitu memperhatikan
yuni menatap kosong kehadapan yuni. Kasihan juga si wisnu kataku. Apa ya
yang harus aku lakukan agar sahabat ku dapat mencintai atau melupakan yuni.



" Mas, aku main ke tempat kos ya" Uli kekasihku memberi kabar akan main
ketempatku ketika pulang kos, ya aku sangat menyayangi uli, selain cantik,
cerdas anaknya dan juga mandiri, itulah tipe ku. Kami sudah pacaran 1 tahun.
Dan kami pun sudah saling percaya dan burasaha mengenal.



Tanpa sepengetahuan sahabatku wisnu dan kekasihku uli aku berniat membantu
wisnu untuk dapat mengenal dengan yuni, aku pun mendapat ide aku akan
menembak yuni, untuk membantu teman ku agar bisa mendapatkan yuni, karena
wisnu telah memohon kepadaku untuk membantunya mendapatkan yuni.



"Yun besok kita ketemuan di MM bekasi ya, pulang kerja" aku berujar kepada
yuni "ada apa frans… " Tanya yuni kepada ku. "ada yang akan aku omongin"
kata ku kepada yuni. Dan kami pun makan di MM dan berbincang sekenangan, dan
aku pancing kenapa yuni menolak frans, dia memberi alas an akan focus kerja
dulu. Dan akupun semakin penasaran maka aku tembak yuni " aku suka kamu, mau
kamu jadi pacar ku" tanyaku kepada yuni. "engga ah aku mau focus kerja"
ktanya kekeh. Dan karena hari sudah malam aku mengantar dia pulang di
bilangan tambun. Orang tuanya begitu ramah, begitulah awal penilaian ku,
kepada orang tuanya yang mengajaku berbicara panjang lebar.



Bebrapa minggu aku makin penasaran untuk mengungkapkan cintaku kepada yuni,
dan kali ini dia meyetujui bahwa kami bisa mennjadi sepadang kekasih. Aku
pun berkata dalam hati "tidak konsisten kamu yuni, kemarin bilang mau kerja,
sekarang kamu trima aku" tetapi baru 2 hari kami jadian dia menelphone ku
dan berkata "Frans yang kemarin tidak jadi, kita putus aja"  aku pun
mengutuk dan mengumpat aku merasa di permainkan olehnya.



"Fran gue nginep tempat kos lo ya" wisnu berkata kepadaku , "aku mau main
kerumah yuni kamu anterin aku ya" dia menyambung perkataanya lagi. "ya udah
tapi bilang yuni dulu ya" aku dengan bingung mengijinkan, akupun bingung
ternyata dia mau mengajak kerumah yuni, apa aku harus bercerita kepada wisnu
kejadian itu ya.



"ayo fran udah maghrib nih kita kerumah yuni" wisnu menarik aku , "tunggu
aku mau cerita sebentar" aku berujar, dan aku pun menceritakan semua bahwa
aku pernah menembak yuni. Tetapi wisnu hanya tertawa mendengarnya dan
berkata"ha.ha.ha.ha.. gila loh. Dibelakang gue gebetan gue lo embat juga,
syukurin lo diputusin" , " iya niatnya mau Bantu lo, tapi gue diputusin
seumur-umur gue baru pertama diputusin cewek, kesel nih" Malam itu kami pun
tetap bermain ke rumah yuni, pulang dari sana wisnu marah-marah  karena di
cuekin si yuni. Besoknya"fran lo nikahin aja tuh si yuni" katanya ngeledekin
aku, "engga ah bukan tipe gue, lagian aku dah punya uli, lebih cantik mirip
agnes monika" ktaku membela diri.



4 bulan berlalu, wisnu pun sudah melupakan yuni, dan aku dengar dia akan
menikah dengan ika kekasihnya. Tanpa ada firasat apapun tiba-tiba yuni
menelfon ku "fran besok anterin aku ke taman bunga cibubur ya" " iya dating
aja" kataku. Yuni pun kuajak kerumah kakakku, disana ada ibuku, dan
tiba-tiba ibu berkata kepadaku " Nak yuni, kalau mau menikah dengan fran
harus bisa masak, dia suka makan lo" seakan aku tidak percaya ibu berkata
seperti itu, aku pun hanya diam, ketika yuni sudah mau pulang tiba-tiba ibu
berkata "nak yuni tolong sampaikan ke orang tuamu ibu sekeluarga akan main
ke rumah nak yuni 1 minggu lagi Ya" akupun tak bisa berkata apa-apa.



Minggu yang tak kuharapkan datang, dan aku pun mengajak ibu ku, karena
ayahku telah meninggal ketika aku berusia 3 tahun, tapi karena aku sedang
bingung, ibu kuajak muter-muter karena kesasar. "kamu gimana sih fran, udah
pernah kesini belm, masa sama calon istri tidak tau alamatnya" perasaan ku
pun semakin gelisah.


            Ketika sampai di rumah yuni, ayahnya sedang kondangan, dan
keluargaku didiamkan di teras rumah yuni selama 30 menit. Dan yang aku tidak
sangka ibu nya yuni hanya memakai baju daster yang agak robek. Seperti tidak
menghargai keluarga ku, kulihat ibu mulai kesal dengan hal ini. Dan ketika
ayahnya yuni datang baru kami diajak bicara, tetapi kejadian menyedihkan
terjadi kedua orang tuanya bertengkar, dan masuk kedalam, kembali keluar,
dan bertengkar kembali. Dan setelah itu ternya ibuku melamarkan yuni untuk
ku. Dan duniaku kiamat. Bagaimana dengan uli kekasihku.



Sepulang dari rumah yuni aku pun berdebat dengan ibu, mengapa mendadak,
urusan nikah adalah seumur hidup. Dan aku bilang aku sudah punya calon
sendiri. Tetapi ibu semakin marah, sudah berkali-kali aku di jodohkan dan
berkali-kali aku menolaknya, dan dia ingin melihat anak terakhirnya menikah
sebelum dia meninggal. Semenjak itu aku semakin sering melamun.



"uli, kita harus putus " aku memutuskan uli, "Kenapa mas" uli marah "kenapa
tiba-tiba apa salah ku" Tanya uli kepadaku "kita engga cocok uli" kataku
berdalih, dalam hatiku aku menangis dan aku berteriak dan ingin berkata uli
aku masih sayang kamu… aku ingin menikah dengan kamu…. Maaf uli…. Aku harus
meninggalkan mu. Dan aku pun meninggalkan uli denga muka tertunduk tidak
bisa menatapya karena aku terlalu menyayanginya.



Tiba-tiba yuni mengundurkan diri dari kantor ku, dan di kantor pun merebak
gossip aku akan menikah dengan yuni. "fran bener kamu mau nikah dengan yuni"
Tanya wisnu kepadaku. Aku hanya tersenyum dan berkata "ah itu gossip" aku
pun pusing kembali, aku merebut seorang di sayangi sahabat karibku.



Tiap malam aku berdoa, "tuhan kalau ini jalanmu aku ihklas, Bantu aku
menyakini sahabat karibku, wisnu, dan uli kekasihku, beri aku kekuatan, aku
hanya ingin berbakti kepada ibuku" aku pun berdoa dan sholat tahajud.



Tiba-tiba sebuah tinju melayang kearahku, iya itu adalah tinju wisnu yang
memukul wajahku "penghianat kamu frans, kenapa kamu menghianati aku, sahabat
kamu, sudah banyak kita berbagi suka-duka aku sudah anggap kamu saudaraku"
aku pun meminta maaf kepada wisnu, semenjak itu aku semakin renggang kepada
wisnu.



Dan tibalah hari pernikahanku, banyak tamu yang datang, dan uli entah siapa
yang memberi tahu dia datang "selamat frans, inikah pilihan hati kamu" dia
berkata di depan yuni dengan senyum sinis. Dan wisnu pun tidak datang ke
pernikahan aku.



akupun kehilangan sahabat karib ku, tetapi inilah pengorbanan ku untuk
ibuku. Maafkan aku wisnu, uli… inilah takdir tuhan, suatu saat aku akan
menjelaskan kepada kalian. Tapi aku tidak menyesali pernikahanku. Aku tidak
pernah pacaran sama sekali dengan yuni. Semua terjadi begitu tiba-tiba. Di
satu sisi aku beruntung semua proses pernikahan ku begitu lancer, satu pihak
aku menyakiti sahabatku dan kekasih hatiku. Wisnu kamu tetap seorang sahabat
ku… dan uli aku begitu sayang padamu. Maafkan ku sahabat dan kekasihku.



"jodoh ditangan tuhan manusia hanya bisa berusaha, tetapi tuhanlah yang
menentukan"



Cerpen ini adalah fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama tokoh dan
pristiwa adalah suatu kebetulan.



Dalam perenungan ku, bersyukur kondisi ku telah lebih baik setalah
kecelakaan dan bisa menulis lagi. Terimakasih tuhan atas teguran termanis
untukku. Alhamdulillah.

Depok 15 September 2007 21:53

Erwin Arianto

Http://blogerwinarianto.blogspot.com <http://blogerwinarianto.blogspot.com/>



























































-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke