Akulah sendal jepit Yang melindungi kaki simiskin Karena hanya aku yang mampu mereka beli Dari sisa beli beras kemarin
Akulah sendal jepit Walau tak pernah ke pesta Aku cukup bangga bersama tuanku Yang tak pernah butuh pesta Tapi butuh kasih sayang tuan besar Agar tiap hari selalu makan nasi Akulah sendal jepit Hinakanlah diriku Tapi aku tetap tersenyum Sebab hanya aku Yang melayani kaki simiskin Yang makin tertindas Oleh keserakahan mereka para kapitalis Ah......akulah sendal jepit Piss...broda [Non-text portions of this message have been removed]
