Orang-orang Jawa

"Prasojo"

Uang..., ilmu..., pakaian...'
Telah saya simpan di sini
Tersembunyi ia kini
Terlenyap mereka sunyi
Timbul, tenggelam bunyi
Niatku mereka kan ku harakiri

"Rame ing gawe sepi ing pamrih"

Para padi membajak  
Para petani memimpi gubuk
Padi sedang menanam dirinya
Petani sedang menganyam mimpinya
Dewi Sri turun dari langit
Jari jemarinya digigit
Terasa sakit

"Tepo seliro"

Kayanya ; kayaku
Miskinnya ; miskinku
Sehatnya ; sehatku
Sakitnya ; sakitku
Hidupnya ; hidupku
Matinya ; matiku 
Pandainya : pandaiku 
Bodonya ; bodoku
Jiwaku menyetubuhi jiwanya

"Ojo lali Jawane, Elok Jawane den emohi"

Reog, Mbatik, Wayang
Kulukis dai kanvas hatiku
Lihat-lihat budaya-mu
Tertarik-tarik hingga kini dan kini
Kan kulukis di kanvas hatimu    

"Manunggaling kawulo lan Gusti"

Gusti Allah kunjungi manusia
Insan lucuti nafsunya
Masalah dikirim pada-Nya
Hujan hikmah turun padanya

"Mangan ora mangan nek kumpul"

Anakku, menantuku, cucuku datang dari
Aceh, Medan, Bengkulu, Balikpapaan
Pare-pare, Ambon, Nabire, Kupang
Lombok, Ubud, Malang
ke pendopoku
Rame, riuh, gaduh, tapi aku senang
Mereka sehat
Kusuguhkan petuah dan nasehat

Dua manusia

aku ingin bertemu
dua manusia yang berbeda
dua kepala yang tak sama

Pertama
manusia pemberani
ia melewati jalan terjal tiap hari
prinsip hati menghindari sepi
pada celah bumi untuk menepi

Kedua
manusia penakut
seorang pengecut menghadapi kemelut
ia menghindari sepak terjang bergelut
pada celah gua pelihara rasa takut

Kehidupan sendiri

Manusia-manusia bumi
ciptakan hukum dan adat sendiri
bergerak, berputar dengan naluri
berharap untuk hidup abadi

Lepaskan sekarang

Lepaskanlah pakaan dusta
dari tubuhmu
Hangatkanlah jiwamu
dengan api kejujuran
dari tungku hati yang menyala-nyala

Ini lukisanku

Malam  ini, malam yang sunyi
Aku pulang ke rumah hari ini
dari jalanan utama ibu kota
Menjajakan syair lewat kata
maksudku menyanyi berbekal puisi

Tiba aku di depan pintu kamar
Kubuka engsel pintu
Lalu kutekan saklar
Upps, aduh gempar , gempar
Harta keramat lenyap
Satu lukisan Chairil Anwar
Tak lagi bersandar

Aku mati lemas alias pingsan
Dimana lukisanku?
Aku tak tahu
Siapa yang mengambil?
Aku tak tahu

Tiba-tiba ayahku datang ke kamar
Bawa berita penawar
Tentang hilangnya Chairil Anwar
Bahwa lukisan telah ditawar 
Oleh seorang makelar
Seharga 100 dollar

 




       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke