Sering kali terjadi terjadi pertengkaran yang terjadi karena salahnya
informasi yang beredara diantara pihak-pihak yang terkait dalam
pertengkaran. Terkadang pertengkaran juga bisa disebabkan oleh berperasangka
buruk.



Biasanya kita selalu berperasangka buruk dengan seseorang atau sesuatu yang
kita anggap kurang baik, misal suatu tetangga yang tidak hidup rukun,
biasanya selalu berprasangka buruk dengan tetangganya, saat dia kehilangan
sesuatu, maka yang akan menjadi objek dari prasangka buruk adalah tetangga
sebelah.



Seringkali berawal dari prasangka buruk, akan menyebabkan pertengkaran yang
hebat, dan sesutatu yang tidak diinginkan pun akan terjadi. Dalam agama
islam kita dilarang berperasangka buruk, dan diwajibkan untuk berperasangka
baik.



Berperasangka buruk akan menimbulkan hal-hal yang buruk, akan menimbulkan
fitnah yang berkepanjangan. Bagaimana cara agar kita tidak berperasangka
buruk, setiap kita menerima informasi sebaiknya kita telaah dahulu, jangan
kita gampang percaya dengan informasi yang beredar, yang memang terkadang
dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.



Dalam konteks saat ini bisa kita lihat  hanya karena berperasangka buruk
bisa membuat orang kehilangan nyawa, bisa berkelahi, rusaknya hubungan
persaudaraan, persahabatan, percintaan, bisnis, dan lainya.



Dari rusaknya hubungan yang indah, menjadi berantakan adakah manfaat bila
kita berperasangka buruk, jawabnya adalah tidak. Dalam konteks lebih luas
dalam dunia kita dapat saksikan perang irak saat ini berawal dari prasangaka
Amerika terhadap irak atas kepemilikan senjata pemusnah masal, yang akhirnya
tiadk terbukti.



Saat ini hubungan Indonesia dan Malaysia sedang diuji, masing-masing rakyaat
saling berprasangka buruk, dan hal ini menyebabkan kedua belah pihak saling
berperasangka buruk. Salah satu penyebabnya adalah karena kurang komunikasi
diantara kedua belah pihak. padahal lebih baik kita bekerjasama sebagai
bangsa melayu dan agama pemeluk agama islam terbesar, akan banyak memberi
manfaat bila kita bersatu. Mari kita saling berkomunikasi untuk
menghindarkan terjadinya salah komunikasi dan salah persepsi yang lebih
besar. Dan selesaikan masalah yang ada dengan hati damai,, tidak dengan
emosi.



Dalam pernikahan juga suami istri bisa bercerai hanya karena perasangka
buruk, sesama sahabat bisa bertengkar dan bermusuhan hanya karena
berprasangka buruk. Sumber dari prasangka buruk adalah tidak adanya
komunikasi yang tercipta secara effektif, Ketertutupan hati untuk menerima
informasi yang benar, adanya informasi yang salah yang diterima.



Jadi sebelum menerima informasi buruk kita diwajibkan mengkonfirmasi
kebenaran dari informasi tersebut. Kita juga tidak boleh memvonis seseorang
itu selalu buruk, sebagai manusia wajar jika sesekali kita berbuat salah,
dan kita diminta untuk membuka hati untuk dapat berperasangka baik.



Dan bagi umat muslim, ramadhan ini menjadi media pelatihan untuk dapat
berprasangka baik, dan bagi semua sahabaat. Saya mengajak untuk tidak
mengedepankan prasangka, dan ego, karena prasangka dan ego itu bersifat
merusak.

Bilat terdapat kesalahan dalam tulisan-tulisan saya dan adanya perasaan
kurang berkenan, maka dapat dikirim kritik ke
[EMAIL 
PROTECTED]<http://groups.yahoo.com/group/Nongkrong_bareng/post?postID=TE842nai4Lh7EL3PL1c5HlC76wI_b-WTa75UQvym6gL3Pggc4sdpknng8AB6CYCviSefModWSpTti_vaXwTfLv8>.
mari kita saling memaafkan dan menghilangkan prasangka buruk yang ada,
menuju kedamaian " Semoga tidak ada algi prasangka buruk dimuka bumi ini,
karena tidak ada manfaat berprasangka buruk"

" Dengan prasangka baik akan menciptakan perdamaian antar sesama manusia di
seluruh dunia"




-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
-------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke