Aku....Dia Dan Kau .

Aku bukanlah Hembusan angin cerah di dalam istana yang megah, aku juga bukan
Kumbang Perkasa merah yang banyak di kagumi bunga- bunga indah , aku bukan
pula seekor kupu kupu kuning yang tidak pernah merasakan hening....

Aku hanyalah rumput ilalang yang ada di tanah lapang dengan mahkota cahaya
matahari yang panas dan beristanakan udara bebas .
Aku adalah si pencari...dalam pencarian ini telah kulewati ribuan malam dan
hari .
Wajah wajah...telah banyak yang melekat dalam hati ini...
Cinta....entah berapa banyak yang pernah datang dan pergi...
Rindu...entah berapa kali singgah di sanubari...
Luka....seberapa dalam pernah menggores diri ini .
Pencarian ini telah memberi banyak arti...berbagai cuaca telah ku lalui dan
semoga...langkah ini tetap lurus di jalan Illahi .


Dia,
Dia adalah Rembulan calon Istriku yang telah di sediakan oleh orangtuaku ,
namun sejak ku tahu bahwa dia adalah bakal istrikuku ....perasaan asing
hadir di antara aku dan dia .
Sejak itu seperti ada jarak yg menghalangi keakraban kita berdua
Walau dia masih tetap setia tuk menjadi tempat curhatku ...rasa asing itu
masih tetap kurasakan .entahlah.....
Akhirnya kita saling bercerita tentang rasa asing yang sama sama
terasakan...kita bercerita banyak hal......  , keluarga yang tetap pada
kehendak semula .
Tanpa kita sadari.....sering pula menangis bersama .menangisi keadaan kita
yang terbelenggu dalam ikatan tanpa cinta .


Kau,
Kau adalah bidadari seseorang yang hadir dalam pencarian akan cintaku, walau
kau bukan yang pertama kali tempat cintaku berlabuh.... namun kau memberi
sesuatu yang membuat hidupku penuh arti . Dalam untaian kata manis cinta dan
rindumu, kuterlena dengan belai kasih sayang dustamu... semula aku
berpikir...kaulah dermaga cintaku yang terakhir .
Sebab kau taburkan semangat dalam hidupku, semangat yang dulu pernah lari
dariku...lari oleh keputus asaanku sendiri.... Kau sirami kembali jiwaku
yang telah layu,layu oleh kurangnya belaian kasih sayang...kasih sayang yang
pernah menjauh  dariku .

Kini....kau gores luka perih dalam hati, di saat hati ini telah benar-benar
memilihmu.kau lemparkan diriku dalam jurang sengsara... masih melintas dalam
anganku, saat kau memilih meninggalkan aku....betapa sakit,hancur
perasaanku....begitu burukkah rupaku di wajahmu...?tak cukupkah
pengorbananku selama ini untukmu...?
kau dustai cintaku. kecewa...rasa itu hadir temani luka , perlahan rasa itu
bebani jiwa bersama sejuta kenangan indah yang pernah terajut denganmu.
Kecewa....cintaku kau campakan, kau kotori keikhasanku dengan dusta yang kau
sepuh dengan kata cinta dan rindumu.
kejam....kau buat hatiku terluka lebih dalam saat kutahu kau sedang
bersamanya bercanda riang tanpa memperdulikan diriku lagi.
Yang menambah luka hati ini bayangmu sering hadir dalam ruang sepiku,saat
itu pun aku teringat akan cerita lama teman lelakimu.....yang membuat luka
ini kian ternganga .

Kau sama dengan yang lainnya, dan aku tak pernah menyesali sedikitpun
tentang apa yang pernah kukorbankan untukmu....meski ketulusanku kau balas
dengan kepedihan .


Kini kulanjutkan hidupku dengan luka dan goresan perih yang entah telah
berapa kali terukir dalam kanvas waktu pencarian kehidupan yang aku lewati .
biar saja sang jiwa ini pergi mengembara , menjauhi keramaian bumi .
biar kulupakan pahit kenangan silam dan menghempas kepedihan dalam
kesenyapan cakrawala malam .

Terbanglah sang jiwa ketempat persinggahanmu ..rasa,  bawa daku tuk sirnakan
duka nelangsa yang ada serta bebaskanlah diriku dari pengaruhnya,agar
kubebas menikmati matahariku .

Tak seorangpun dapat memaksa,dan memasung nuraniku sang jiwaku teman bicara
yang memberi cahaya dalam setiap langkahku...
biarkan langkahku menjalani kebenaranaku....biarkan nafasku menggeluti
kenyakinanku.....biarkan sang waktu sempurnakan masa datangku..
karena jiwaku milik hidupku .dan kujalani kisah bersama rembulan seperti
yang telah ditakdirkan oleh tuhan


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
-------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke