Matahari menerangi langkahku
Bulan menerangi malamku
Bidadari menerangi hatiku
Hati merah jambu terjebak dalam ragu

Kutunggu matahari untuk siangku
Menanti cahaya dalam setiap langkahku
Berharap Matahari menerangi hariku
Karena matahari begitu indah

Menanti sang rembulan setiap malamku
Menikmati  sang rembulan dalam diriku
Berharap sang bulan menemani lelapku
Karena sang bulan begitu megah

Menanti Sang bidadari dalam rasaku
Menikmati lembut sang bidadari dalam asaku
Berhaarap sang bidadari mendampingi hidupku
Karena bidadari adalah suatu anugrah

Aku adalah angin
Hembusku menerbangkan pergi sayap bidadari
Nafasku mengarak sang awan meredupkan sang mentari
Tiupku membuat mendung menghilangkan sang bulan

Angin tidak lah berbentuk
Angin tidak bisa hadir untuk bulan, matahari dan bidadari
angin merusak sebuah nuansa
Angin datang untuk pergi kembali
Angin harus membuat suatu keputusan hati
Antara, Bulan, matahari  dan bidadari

Dalam perenunganku, Mencoba menulis
Depok 18 October 2007 22:11
Erwin Arianto


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke