Bismillah irRahman irRaheem

In the Name of Allah, The Most Gracious, The Most Kind

Tsumma a'radha 'anhu maraadhi'ul insi limaa sabaqa fii thayil ghaib. Minas
sa'adati lihaliimata binti abii dzuaib. Falamma waqa'a nazharuhaa 'alaih,
baadarat musri'atan ilaih, wa wadha'athu fii hijrihaa, wadhammathu ilaa
shadrihaa, fa hasysyalahaa mutabassimaa. Fakharaja min tsaghrihii nuurul
lahiqa bis samaa, fahammalathu ilaa rahlihaa, wartahalat bihii ilaa ahlihaa
, falammaa washalat bihii ilaa muqamihaa, 'aayanat barakatahu 'alaa aghnaa
mihaa. Wakaanat kulla yaumin taraa minhu burhaanaa, wa tarfa'u lahuu wadraw
wa syaanaa, hattaa indaraja fii hullatil luthfi wal amaan, wa dakhala baina
ikhwaathii ma'ashshibyaan.

Kemudian datang para wanita penyusu. Namun karena suratan takdir telah
menentukan kebahagiaan kepada Sayyidah Halimah binti Abu Dzuaib. Ketika
Sayyida HaAlimah melihat Nabi SAW, ia segera mendekat kepadanya dan memangku
di pangkuannya, lalu mendekapnya di dadanya. Maka Nabipun tersenyum kepada
Sayyidah Halimah, dan tampak cahaya dari mulutnya menerpa cahaya langit.
Kemudian Sayyidah Halimah membawa Nabi SAW ke kendaraannya, dan berangkat
pulang ke keluarganya.
Ketika telah sampai di rumahnya, tampaklah berkah Nabi, terutama pada
kambing-kambing Sayyidah Halimah. Setiap hari ia melihat pada diri Nabi
Tanda-tanda kemuliaan. Dan karena berkah mengasuh Nabi SAW berada dalam
asuhan hidup yang tenteram dan aman, bergaul dengan saudara-saudara
sesusuannya dan teman-teman kecil sebayanya.

Allaahumma salli wa sallim wa baarik 'alaihi.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi SAW.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke