Peran Muballigh Dalam Menangkal dan Menjawab Islamopobhia

Oleh : Prof. Dr. Achmad Mubarok,MA
Kuliah Umum disampaikan dalam Acaea Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader
Muballigh KODI DKI Jaya Angkatan XIV dan Permbukaan Kuliah Angkatan ke XV,
Jakarta, 24 April 2008

Sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com



Pendahuluan

Muballigh adalah lapisan dakwah terdepan yang menggunakan media mimbar
dengan audien (mad'u) yang tidak regular. Oleh karena itu materi
dakwah yang disampaikan pada umumnya tidak mendalam dan mudah disalah
fahami. Muballigh yang laris di masyarakat belum tentu yang terdalam
ilmu keislamannya, tetapi lebih pada kemammpuannya berkomunikasi
secara popler. Apalagi masyarakat yang hadir pada tabligh-tabligh
belum tentu mereka yang bermotif mempelajari ilmu agama.
Banyakdiantara mereka lebih menempatkan acara tabligh sebagai tempat
menghibur diri dari berbagai kerutinan dan kesumpekan hidup. Oleh
karena itu muballigh yang selebritis banyak disukai masyarakat meski
bobot ceramah agamanya tidak seberapa. Muballigh bukan tidak penting,
tetapi perlu disadasri bahwa peran muballigh lebih pada membangun
gebyar-gebyar dakwah dibanding menanamkan kesadaran beragama. Oleh
karena itu juga meriahnya gebyar-be\yar tablig tidak sejalan dengan
kualitas ummat.


Tingkatan Dakwah

Dakwah artinya usaha mempengaruhi orang lain (masyarakat) agar mereka
bersikapdan bertingkah laku seperti yang diinginkan oleh da'i . Tebal
tipisnya usaha atau datar dan dalamnya tujuan dakwah nampakdari
lapisan da'i. Lapisan da'i yang kita kenaldi Indonesia sekarang dapat
diklassifikasi sekurang-kurangnya menjadi lima lapisan.

1. Lapisan muballigh. Mereka adalah yang berdakwah kepada publik,
tidak berjadwal, madunya ganti-ganti, tidak ada kurikulum dan tidak
ada target. Oleh karena itu "kharisma"muballigh sangat bergantung pada
diri sang muballigh sendiri. Ada muballigh fa`il dan ada muballligh
maf`ul. Muballigh fa`iladalah muballigh yang memiliki program dan
mempunyai perhatian khusus, misalnya masyarakat tertentu atau bidang
tertentu. Sedangkan muballigh maf`ul adalah muballigh yang tidak
memiliki program tetapi menunggu diprogram oleh masyarakat atau
menunggu diundang. Jika muballigh fa`ilbisa diukur keberhasilannya,
muballigh maf`ul ukuran keberhasilannya hanya pada jumlah undangan.

2. Lapisan pendidik. Guru yang sadar sebagai da'i sesunguhnya adalah
da`i yang berdakwah dengan audient (mad'u) tetap,dengan tujuan yang
terukur. Oleh karena itu jika seorang guru berhasil dalammenjalankan
tugas dakwahnya, ia benar-benar bisa membentuk mad'u (murid) menjadi
sosok seperti yang diinginkannya.

3. Lapisan Profesional. Ciri orang profesional adalah bekerja sesuai
dengan pendidikannya, memiliki akses pada pengambilan keputusan dan
mempunyai implikasi standar imbalan upah,misalnya dokter,insinyur,
arsitek dsb.. Jika seorang profesional memiliki jiwa dakwah maka ia
akan menjadi da'i dengan power dan jejaknya berujud persepsi psitip
terhadap Islam. Da'i dari lapisan ini dapat juga disebut sebagai
dakwah kultural.

4. Lapisan Politik. PKS misalnya secara terbuka menyebut dirinya
sebagai partai dakwah.Maknanya PKS akan berdakwah melaluijalur
politik. Pekerjaan Partai politik itu biasanya "memanipulasi"
kepentingan rakyat sebagai tangga pencapaian kekuasaan. Jika partai
bisa berpolitik secara bersih maka itu merupakan dakwah yang sangat
efektip. Jika kekuasaan sudah dicapai (jadi Gubernur, Menteri atau
Presiden) dan kemudian kosisten dengan konsep-konsep dakwahnya maka
itu merupakan dakwah yang powerfull, yang hasilnya bisa dirasakan oleh
masyarakat luas, ekonomi dan sosial. Ada yang secara terbuka berdakwah
melalui Partai Islam, tapi ada yang berdakwah melalui partai yang
tidak menyebut identitas keagamaan.


Dakwah Sebagai Peristiwa Komunikasi

Sebagai peristiwa, dakwah adalah komunikasi,oleh karena itu
unsur-unsur dakwah juga sama dengan unsur komunikasi, yaitu da.i,
mad.u, materi atau pesan, metode dan media.Materi yang disampaikan
oleh muballigh atau da'i bisa informasi, ajakan, ajaran,bisa juga
omong kosong. Tingkat komunikasi muballigh dengan masyarakat sangat
bergantung kepada tingkat komunikatipnya. Jika seorang muballigh hanya
menyampaikan suara, maka dakwahnya hanya didengar oleh telinga, jika
muballigh menyampakan dakwahnya berupa pemikiran maka akan direspond
dengan fikiran, jika dakwahnya merupakan suara hati,maka akan dicerna
oleh hati.


Ciri-Ciri Dakwah Yang Berhasil

Sebagai peristiwa komunikasi, dakwah dipandang berhasil jika
memilikiciri-ciri dibawah ini :

1. Jika pesan dakwahnya dimengerti oleh masyarakat
2. Jika dakwahnya menimbulkan kesenangan atau menghibur masyarakat
3. Jika hubungan antara muballigh dengan masyarakat mad,unya semakin
membaik
4. Jika dakwahnya bisa mengubah sikap negatip menjadi positip terhadap
nilai-nilai yang didakwahkan
5. Jika dakwahnya berhasilmenumbuhkan tindakan pada mad'u


Islamopobhia

Dalam Psikologi Komunikasi dikenal adanya Sistem komunikasi
intrapersonal dan sistem komunikasi interpersonal.

• Sistem komunikasi intrapersonal adalah bagaimana proses seseorang
menerima stimulus, mempersepsi, memasukkan kedalam meori, berfikir dan
merespond. Bagi orang yang belum memeluk Islam, agama Islam adalah
persepsi. Kebanyakan Orang Barat mempersepsi Islam sebagai agama yang
mengajarkan kekerasan, tidak menghormati HAM dan melecehkan wanita.
Persepsi paling banyak dipengaruhi oleh perhatian. Yang sangat menarik
perhatian adalah faktor kebaruan, gerakan, kontras, perulangan . Media
masa Barat secara berulang-ulang menyiarkan berita subyektip (dan
salah) dari duniaIslam tanpa dunia Islam mapu mengounternya dengan
media yang sama. Akibatnya persepsinegatip tentang Islam terbangun di
benak orang Barat, dan bahkan merasuk ke kalangan muslim yang dangkal
ilmumnya.

• Sistem komunikasi interpersonal adalah proses bagaimana orang
membangun citra. Membangun citra baik membutuhkan waktu yang lama
melalui perilaku baik yang diulang-ulang. Sedangkan citra buruk
langsung terbangun begitu orang melakukanperbuatan buruk.

Terlepas dari persepsi negatip orang Barat, harus kita akui terkadang
diantara kita (da'i dan muballigh) mencitrakan diri sebagai golongan
yang tidak bermartabat. Misalnya nahi mungkar anti maksiat dengan
mendatangi tempat maksiat, sambil berteriak takbir dan membawa
pentungan, menghancurkan kaca-kaca, plus berpakaian jubah putih.
Ketika nahi mungkar ini ditayangkan di media Barat,maka yang terbangun
adalah citra buruk Islam di mata orang Barat. Atau ketika seorang
muballigh dalamtabligh akbar tentang Ahmadiyah beberapa waktu lalu
mengatakan bahwa orang Ahmadiyah adalah halal darahnya. Ketika dalam
tayangan kata2 ini diterjemahkan, maka persepsi yang tertanam di benak
orang Barat adalah Islam agama yang tidak toleran dan kejam. Begitupun
kasus Amrozi cs. Jadi kita tidak boleh terlalu emosionil ketika
berjumpa dengan fenomena Islomopopbhia atau anti Islam.



Bagaimana menangkal dan Menjawab IslamoPobhia ?

Persepsi hanya akan berubah dengan komunikasi,bukan dengan respond
jarak jauh. Menjawab IslamoPobhia yang poaling efektip adalah dengan
mengedepankan Islam sebagai rahmatan lil`alamin, sebagai kasih sayang
bagi alam semesta. Karakteristik rahmat adalah (a) penuh perhatian (b)
inginnya memberi (c) memaklumi kekurangan dan (d) memaafkan kesalahan.
Masyarakat dakwah harus berdialog dengan Barat, karena mereka yang
anti Islam memang tidak tahu dan sudah terbangun persepsi buruk
tentang Islam. Ingat Rasulullah ketika dilempari batu oleh orang Taif,
Rasul bukannya memaki-maki tapi berkata, Allohummaghfirlahum fainnahum
la ya`lamun. Ya Alloh ampunilah mereka, karena mereka melempari batu
kepadaku karena mereka tidak tahu bahwa saya benar-benar utusan Mu.

Pasca peristiwa 11 September di Amerika, jumlah muslimin di Amerika
naik 500%. Kenapa ? karena setelah agama Islam disiarkan sebagai agama
teror, orang Amerika penasaran kepengin melihat seperti apa ajaran
Islam. Mushaf al Qur'an dan buku-buku Islam selalu ludes terjual.
Setelah mereka membaca langsung dan berkomunikasi langsung dengan
orang-orang Islam, persepsi mereka berubah,malah kemudian simpati dan
kemudian dapat hidayah Tuhan. Allohu Akbar


Penutup

Jadi mahasiswa PKM harus menambah wawasan, banyak membaca banyak
mendengar dan banyak bergaul. Insyaalloh ilmu tambah, penghayatan
bertambah dan keluwesan bertambah.

Wallohu a`lamu bissawab.



Sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com
silahkan kirimkan komentar anda di [EMAIL PROTECTED]


Wassalam,
agussyafii




Kirim email ke