Bintang Laut

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir
pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di
kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan
melemparkannya kembali ke dalam air. Setelah mendekati anak itu, lelaki tua
itu bertanya heran;

'Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke
dalam air?'. Tanyanya.

'Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut
yang terdampar itu akan segera mati kekeringan.' Jawab si kecil itu.

'Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya.' Kata lelaki tua itu sambil
menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu.
'Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu
itu sungguh mempunyai arti yang besar.' Lanjutnya penuh ragu.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata
sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar
selamat dan hidup.

'Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi
yang satu ini.' Kata si kecil itu. Kita Memang tidak bisa bermanfaat bagi
dunia yang luas, tapi setidaknya kita bisa bermanfaat bagi orang di sekitar
kita yang membutuhkan. Jadi kenapa kita tidak memulai berbauat seseutau yang
berharga, mulai hari ini.

Karena satu hal yang kita lakukan dan bermanfaat bagi seseorang lebih
berharga dari pada kita hanya berandai tangan.
http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/06/bintang-laut.html

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke