Saur denganmu
Saat malam bulan Ramadhan aku keras keras membacakan niat puasa di depan
suami.Suami berkata"kamu masih ingat aja bacaan kamu kecil!".Ketika waktu saur
jam tiga subuh aku terbangun. Kusiapkan teh manis hangat dua gelas.Kuceplok
telur tuk dua orang, ku rapikan meja makan. Setelah semua siap pelan
kubangunkan suami sambil berkata"Mas bangun sudah waktunya saur!".
Suamiku membuka matanya,"Jam berapa sekarang?"tanyanya.
"Jam tiga lewat lima belas menit"jawabku menunggu reaksi.
Pelan suamiku turun dari tempat tidur.Aku menunggu di meja makan.Tidak lama
suami datang lalu duduk didepanku kemudian ia memulai makan saurnya.Aku
terpesona melihat itu semua.Tak terasa air mata jatuh dipipi.Aku ingat tahun
tahun sebelumnya,aku makan saur sendiri tampa ditemani suamiku.Saur yang sepi
dan hampa tapi tetap bermakna buatku.Sekarang aku benar benar merasakan
karuniaMu.Kau telah bukakan pintu hati suamiku,Kau telah terangkan jalan menuju
surgaMu.Trimakasih Alloh Subuh ini begitu indah.
[Non-text portions of this message have been removed]