Mr. Vincent Liong,
 
Terima kasih telah menulis apa yang ada dibenak pikiran Anda dan berbagi dengan 
para sahabat di berbagai milister. Namun sayang, harus saya komentari bahwa 
kali ini tulisan Anda jauh panggang dari api. Apa yang Anda coba maknai pada 
Idul Fitri tidaklah mengena dengan makna Idul Fitri itu sendiri. Silahkan Anda 
mencari literasi dan informasi dari sumber yang benar tentang apa itu Idul 
Fitri, baik dari segi sejarah dan pemaknaan sehingga,data dan fakta yang coba 
diurai dapat menghasilkan sebuah kesimpulan yang tepat saat diolah pada rumus 
yang benar. Saran saya untuk artikel yang Anda tulis ini, gantilah judul 
tulisan Anda! dan alangkah baiknya jika mau mencoba bertoleransi dalam 
kehidupan beragama tanpa juga harus turut menghakimi yang berbeda dengan cara 
pandang Anda baik dalam bentuk fisik maupun pikiran. 
 
Apa bedanya seseorang yang dalam hatinya berbisik men-judge buruk orang lain 
melalui kaca mata dirinya yang jelas berbeda karena nilai-nilai yang dianut 
orang lain itu berbeda dengan nilai yang dirinya anut? kecuali demi 
satu keuntungan yaitu kebusukan yang terpendam dalam hatinya tidak terekspos 
bentuk kemunculannya oleh media sehingga tidak jadi perbincangan khalayak 
ramai. Entah Anda setuju atau tidak, namun saya merasa Pramoedya Ananta Toer 
amat benar saat berkata "Seorang terpelajar seharusnya mampu berlaku adil sejak 
dalam pikiran...". Alangkah indah jika kita mau menjadi hakim pada diri kita 
sendiri sebelum kita menghakimi orang lain karena tujuan sebenarnya yang kita 
cari adalah sebuah kebenaran dan bukan satu pembenaran.
 
Saya percaya Anda mampu lebih arif dan bijak dalam mengurai 
pendapat dalam bentuk tulisan. Saya tunggu tulisan-tulisan Anda lainnya dengan 
bahasan yang lebih baik lagi.
 
Your Best Friend,
~Hary Lasmana






--- On Mon, 9/29/08, Vincent Liong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Vincent Liong <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [INDONESIA-Geographic] Renungan Malam Idul Fitri : Kasih dan Keadilan 
Tuhan
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, September 29, 2008, 8:11 AM






Renungan Malam Idul Fitri : Kasih dan Keadilan Tuhan 

Ditulis oleh: Vincent Liong 
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Senin, 29 September 2008 

Tujuan dibuatnya agama-agama dan berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan 
dengan ranah kemanusiaan adalah; untuk membebaskan manusia dari 
gangguan-gangguan manusiawi manusia, baik yang dibawa sejak lahir dan yang 
tumbuh dalam perjalanan hidup si manusia. 

Yang dibawa sejak lahir misalnya iri dan dengki Yang tumbuh dalam perjalanan 
hidup si manusia misalnya trauma dan berbagai kemelekatan pada hal-hal di 
sekitar dirinya. 

Sayangnya dalam mempelajari agama dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan 
ranah kemanusiaan, manusia menyalahartikan tujuan tersebut dengan menganggap 
bahwa; bilamana telah mengerti dan menguasai agama dan berbagai ilmupengetahuan 
tersebut, maka ada suatu kepastian bahwa dirinya telah terbebas dari 
gangguan-gangguan manusiawi manusia. 

Kondisi merasa memiliki kepastian bahwa dirinya telah terbebas dari 
gangguan-gangguan manusiawi manusia, membuat manusia merasa memiliki hak untuk 
memenuhi dorongan rasa keadilan dengan menghakimi pihak lain; sebagai yang 
benar terhadap pihak yang salah, sebagai yang sadar terhadap yang belum sadar. 
Masalah yang serupa, yaitu ¡merasa diperlakukan tidak adil¢ (dorongan keadilan) 
juga tumbuh di pihak yang merasa diperlakukan tidak adil, oleh mereka yang 
merasa memiliki kepastian bahwa dirinya telah terbebas dari gangguan-gangguan 
manusiawi manusia. Baik di pihak pelaku maupun penderita mengalami kondisi yang 
sama. 

Dulu saya sendiri selalu menuntut keadilan karena merasa diri saya diperlakukan 
tidak adil, saya bisa melihat kekurangan di pihak yang telah memperlakukan saya 
tidak adil tanpa bisa melihat ke diri saya sendiri.

Sesuatu dapat disebut adil bilamana; siapa yang diberi kebebasan lebih dituntut 
lebih dan siapa yang diberi kebebasan kurang dituntut kurang, keadilan juga 
dihubungkan dengan prilaku yang sama di hadapan hukum yang adalah kesepakatan 
yang dibuat bersama. Bilamana Tuhan Yang Esa itu adil kepada saya dengan 
menimbang segala baik dan buruk saya tentunya saya hanya pantas terbuang dengan 
tinggal di kolong jembatan. Untungnya Tuhan Yang Esa itu maha pengasih.

Orang menuntut keadilan dan diberi keadilan akan menemukan bahwa menurut 
takaran yang adil dirinya hanya pantas terbuang dengan tinggal di kolong 
jembatan. Orang yang menyadari bahwa dirinya masih terikat dengan 
gangguan-gangguan manusiawi manusia dan merasa tidak memiliki nilai apa-apa 
bilamana dinilai dengan aturan keadilan, maka dia bisa menikmati dan mensyukuri 
kasih Tuhan Yang Esa, yang tidak mengadili tetapi mengasihi. Kita sebagai 
manusia hanya hidup berdasarkan belas kasihan Tuhan tanpa memiliki nilai atas 
hak keadilan apa-apa. 

Tuhan Yang Esa itu seorang tuan yang bijaksana. Seorang yang bijaksana tahu 
kapan harus berlaku kasih dan kapan harus berlaku adil. 

Catch-up on the latest NZ celebrity and entertainment news here - 
http://nz.lifestyle .yahoo.com/ new-idea/
 














      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke