Dari rahim seorang ibu lahirlah aku sebagai anak laki-laki seandainya saja aku bisa bukan tangisan seorang bayi yang akan aku perdengarkan tetapi aku berteriak kegirangan karena aku tidak terlahir sebagai perempuan
Aku beruntung terlahir sebagai seorang laki-laki, karena sebagian dari kaumku beranggapan bahwa selingkuh adalah haknya kaum lelaki selingkuh bagi kaum lelaki adalah sesuatu yang wajar selingkuh bagi kaum lelaki adalah sesuatu yang dapat dibenarkan Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki, karena pada saat aku bercumbu rayu dengan wanita lain isteriku di rumah disibukkan dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga mencuci pakaian kotor biar senantiasa bersih memasak masakan yang lezat menjaga anak-anak biar selalu sehat merawat dan merapihkan rumah semua dilakukannya dengan segenap perasaan cinta semata-mata agar aku betah dan nyaman tinggal di rumah Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki, karena sebagai seorang laki-laki aku dapat berselingkuh tanpa disertai perasaan bersalah toh, hal ini ada sejak peradaban manusia dimulai jauh sebelum aku terlahir di bumi ini Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki, Karena aku tidak akan pernah merasakan kepedihan dan kekecewaan yang dialami seorang perempuan menghadapi perselingkuhan seseorang yang semula diharapkan mampu memberikan kebahagiaan baginya sampai ajal menjelang Aku beruntung karena terlahir sebagai seorang laki-laki, karena aku tidak akan pernah merasakan kemarahan seorang perempuan atas ketidak adilan ini Tapi, bagaimana jika terjadi aku terlahir sebagai perempuan? masih mampukan aku beranggapan bahwa selingkuh bagi kaum lelaki adalah sesuatu yang wajar? sesuatu yang dapat dibenarkan ? apakah aku masih mampu berkata inilah yang namanya keadilan ? ah . sungguh suatu pertanyaan yang sangat menakutkan Catatan : Tulisan ini aku persembahkan khusus buat sahabatku Lala
