Hari Raya Fitri
Oleh: KH. A. Mustofa Bisri
Kaum muslimin yang kemarin berpuasa dalam pengertian tidak hanya mengekang
nafsu makan dan kelamin sudah sepantasnya merayakan hari raya Fitri. Memang
inilah hari raya mereka.
Setelah sebulan penuh di bulan suci, mensucikan diri dan berlatih menguasai
diri, sudah sepantasnya mereka bergembira ria dalam syukur hamba yang
'menang'. Apakah syukur itu diungkapkan dalam ritual mudik, saling
mengunjungi, atau yang lain.
Muslim yang paling muslim, menurut Nabi Muhammad SAW, ialah *man salimal
muslimuuna min lisaanihi wayadihi,* orang yang lisan dan tangannya tidak
pernah menyakiti sesama. Mukmin sejati ialah man aminannaasu min lisaanihi
wayadihi, orang yang lisan dan tangannya tidak menyakiti orang-orang lain.
Orang mukmin bukanlah *biththa'aani walaa alla'aani walal faakhisyi walal
badziyy*, orang yang suka melukai hati; bukan tukang melaknati; bukan orang
yang suka omong kasar atau bicara kotor.
Menurut kenyataan, menjaga atau menahan mulut untuk tidak makan, tidak
minum, atau bahkan tidak merokok, jauh lebih mudah dari pada menjaga dan
menahannya dari omong kasar yang menyakitkan atau bicara kotor. Menjaga dan
menahan tangan untuk tidak menyentuh makanan atau minuman, jauh lebih ringan
dari menjaaga dan menahannya dari melukai sesama. Ini semua dibuktikan oleh
adanya kalau tidak banyaknya-- orang muslim yang dalam keadaan puasa (
tidak makan tidak minum), tangan dan mulutnya tidak berhenti menyakiti
sesama.
Bahkan kita menyaksikan ada sementara mereka yang bersemangat menegakkan
kebenaran dan beramar-makruf-nahimunkar, tak berdaya menahan mulut atau
tangan kasarnya untuk melukai orang yang mereka anggap tidak benar dan
munkar. Seolah-olah mereka sudah tahu persis bahwa di sisi Allah kedudukan
mereka jauh lebih dekat dari pada orang yang mereka lukai. Mungkin mereka
inilah orang-orang yang --menurut istilahnya rektor UMM, Muhadjir Effendy--
termasuk kaum fakir moral yang perlu disantuni.
Nah, kemarin, orang-orang muslim tanpa kecuali, digembleng dalam kesucian
bulan Ramadan untuk menjadi mukmin yang kuat. Mukmin yang mampu menahan
bahkan menguasai diri sendiri. Tidak mudah ditunggangi nafsu amarah maupun
syahwat hewani. Sehingga ketika usai penggemblengan, mereka terutama yang
belum mati hatinya-- menang dan dapat mencapai predikat takwa sebagai buah
puasa yang sesungguhnya (seperti disebutkan dalam Q. 2: 183) dan karenanya
pantas bergembira, merayakan kefitriannya kembali.
Mereka yang berpredikat takwa, antara lain disebut-perikan dalam ayat-ayat
134-135 surah 3. Ali Imran sebagai orang-orang yang menafkahkan hartanya
baik dalam keadaan lapang maupun sempit; yang mampu menahan amarah; yang
pemaaf terhadap orang Allah menyukai mereka yang berbuat kebajikandan
apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat
kepada Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan tidak terus
mengulangi perbuatan keji itu sedang mereka mengetahui. Mereka inilah yang
mendapatkan sebaik-baik pahala: maghfirah dari Allah dan sorga.
Mudah-mudahan, di samping mendapatkan kekuatan diri sebagai hasil latihan
dan gemblengan di bulan suci Ramadan kemarin, kita mendapatkan ampunan Allah
sebagai balasan puasa dan ibadah kita yang ikhlas lillahi ta'alaa. Keduanya
bisalah kiranya menjadi modal bagi kita untuk memperbaiki kehidupan kita
selanjutnya. Untuk itu marilah kita awali dengan silaturahmi dan saling
memaafkan, agar sempurnalah kesucian diri ini. Diampuni Allah dan dimaafkan
oleh sesama hamba Allah.
Selamat Hari Raya Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. *Wakullu 'aamin wa
antum bikhair..*
Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :
No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.
-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/