langit itu kembali merah..

mengingatkanku pad seraut wajah yang melambaikan tangannya

seolah berkata" tenanglah nak kini kau aman di sebuah negeri dalam rintang 9 
angka

membawaku dalam keriangan yang tiada terkira.

malam menjadi siang , siang menjadi malam,ku lewati dalamĀ  keihklasan hati

tak kukatkaan sakit karna kedamian dalam 2 kurun waktu yang tak kuinginkan 
terhenti

semua adlah anugrah ILLAHI

yang terpatri mewakili dalam setiap perkataan,dalam setiap langka.

gila dimata mereka namun ku merasa bahagia

di temani orang orang dna makhluk yang penuh cinta dengan izizn nya.

luka yang dalam karena kita yang mulai b eranjak punah karena nafsu angkara

nyaris tak memiliki waktua lagi untu menghadang nya

dalam satu kata FISABILLAH



puisi for my abbu and may ummi


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke