aku sih g masalah dengan crita begini... bukan kita mau mempermainkan malaikat 
ato orang yang sudah meninggal.. ini kan hanya sebatas pandangan kita agar kita 
bisa instropeksi atas perbuatan trio itu...

regards




________________________________
From: Ananto Pratikno <[EMAIL PROTECTED]>
To: sarikata <[email protected]>
Sent: Monday, November 24, 2008 11:58:07 AM
Subject: [Sarikata.com] Trio Bomber, Surga atau Neraka?

Trio Bomber, Surga atau Neraka?

Oleh: Irwan Masduqi


Tatkala hari hisab tiba, manusia yang tak terhitung jumlahnya rela antri
panjang di depan pintu surga dan neraka. Jantung mereka berdebar dan
berdetak tak karuan menunggu hasil penghitungan amal. Malaikat yang sedang
bertugas memanggil mereka satu persatu sambil menenteng buku catatan amal.
Amrozi cs sudah tidak sabar menunggu giliran hisab. Sambil pegang-pegang
jenggot, mereka kelihatan penuh optimisme bisa masuk surga. Orang-orang di
sekitar mereka pun bertanya, "Kenapa kalian tak takut menghadapi hisab"?


Amrozi cs menjawab, "Siapa takut? kami sudah membawa tiket surga. Kalau
kalian ingin beli tiket surga, bergabung saja dengan orang-orang Islam
radikal. Mereka jual obralan tiket". Hisab berlangsung alot. Saat itu
terjadi perdebatan sengit antara Amrozi cs dengan malaikat. Malaikat bilang,
"Tiket surga kalian tidak ada gunanya alias muspro". Tapi Amrozi cs memaksa
dimasukkan ke surga dengan dalih telah susah payah ikut program "bombing
training" guna menghancurkan tempat-tempat maksiat. Abdul Aziz alias Imam
Samudra, dengan mata tajamnya, tak sungkan memelototi malaikat sembari
teriak kencang Allahu Akbar. Sementara Amrozi dan Ali Gufron alias Mukhlash
cengar-cengir bingung tujuh keliling mendengar kata-kata malaikat tadi
sambil memutar tasbih.


Malaikat bertanya, "Kenapa kalian melakukan teror"? Dengan diplomatis Amrozi
cs menjawab, "Kami ingin mengamalkan hadits amar ma'ruf nahi munkar bil yad.
'Yad' artinya adalah kekerasan dengan bom". Hahaha, malaikat ketawa
terbahak-bahak mendengar jawaban konyol Amrozi cs. Sambil menahan ketawa,
malaikat menjawab balik, "Yang boleh amar ma'ruf nahi munkar dengan cara
merusak fasilitas umum itu hanya pemerintah, kalau warga sipil tak boleh
dengan cara itu. Heh dasar kalian sok pahlawan jadi polisi swasta!!!".


Amrozi cs dengan nada lirih dan agak sedikit grogi bertanya, "Masak sih"?
Malaikat menjawab sambil senyum, "Ya iyalah… masak ya iya dong. Mulan aja
namanya diganti Mulan Jamilah, bukan Mulan Jamidong…duren aja dibelah, bukan
dibedong". Malaikat kemudian berargumen, "Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulum
al-Din pernah berkata bahwa umat Islam dalam amar ma'ruf nahi munkar tidak
boleh disertai perusakan harta orang lain. Imam al-Ghazali memberi contoh
yang prosedural dalam melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar kepada para
peminum khamr dan penjual MIRAS (Minuman Keras). Dalam konteks ini,
khomr/MIRAS boleh ditumpahkan (iraqatul khamri), tetapi botolnya tak boleh
dipecah, karena botol adalah harta halal milik penjual dan peminum. Dengan
demikian, tindakan teror kalian (baca: Amrozi cs) yang destruktif dengan
merusak fasilitas umum (harta orang lain) dan juga tindakan brutal FPI tidak
dapat dibenarkan karena tidak sesuai prosedur. Tindakan itu justru merusak
citra Islam, tahu!!!".


Amrozi cs tetap ngotot dan ngeyel agar dimasukkan ke surga. Mereka berdalih,
"Pokoknya kami harus dimasukkan ke surga (yang konon banyak bidadari yang
cantik itu), karena kami telah memerangi orang-orang kafir (antek Amerika
dan thaghut) di Bali seperti yang diperintahkan Allah yang berbunyi faqtulu
al-musyrikina kaffah…faqtulu al-musyikin haytsu wajadtumuhum/tsaqiftumuhum
….faqtuluhum hatta latakuna fitnah (bunuhlah semua orang musyrik…di mana pun
kalian berjumpa dengan mereka… bunuhlah mereka hingga tak ada fitnah)".
Amrozi cs berargumen bahwa "ayat-ayat itu menurut satu versi dalam tafsir
al-Qurthubi menusakh dan mengamandemen ayat-ayat yang turun sebelumnya
tentang anjuran mengampuni orang kafir dan jihad defensif terbatas dari
agresi musyrikin, sehingga kesimpulan Amrozi cs jihad adalah ofensif".


Kwakakakaka, malaikat tertawa terbahak-bahak untuk kedua kalinya mendengar
jawaban Amrozi cs yang konyol itu. Karena penasaran, malaikat mendatangkan
Imam al-Qurthubi untuk dimintai klarifikasi dan keterangan lebih lanjut.
Malaikat bertanya, "Wahai Imam al-Qurthubi benarkah dalam tafsirmu ada
konsep jihad ofensif"? Imam al-Qurthubi menjawab, "Dalam tafsir, saya memang
mengutarakan dua pendapat; antara 'versi tekstual pro nasikh-mansukh yang
menyimpulkan jihad ofensif' dan 'versi kontekstual kontra nasikh-mansukh
yang menyimpulkan jihad defensif'". Coba dech malaikat Anda rujuk dalam
Tafsîr al-Qurthûbi, cetakan Dar al-Sya'bi, vol. II, h. 71, vol. I, h. 62,
vol. XVII, h. 203, & vol. XIX, h. 149, vol. II, h. 347, vol. II, h. 35 &
vol. V, h. 281, vol. III, h. 216, vol. II, h. 192 & 353".



"Sial, Amrozi cs berarti memilih jihad ofensif dengan mencari justifikasi
dari penafsiran yang tekstual", keluh malaikat. Malaikat memperingatkan,
"penafsiran tekstual itu reduktif dan rawan menimbulkan stigma bahwa Islam
adalah agama pedang, agama bom, dan agama kekerasan, seperti stigma negatif
kalangan mainstream Barat. Andaikan nasikh-manskuh kalian terapkan dalam
ayat-ayat jihad yang sejatinya turun secara gradual, sama saja kalian
menganggap sebagian ayat al-Quran yang turun pada fase-fase awal sebagai
ayat impoten dan tak punya fungsi sosial untuk konteks kekinian. Nah, para
pemikir Islam yang kritis dan progresif yang berdiri di barisan antrian
hanya mangguk-mangguk menyetujui statemen malaikat tadi.


Amrozi cs berapologi, "Oke dech, ijtihad kami memang salah, tapi—seperti
kata Rasulullah saw—kami tetap berhak mendapatkan pahala satu (man akhtha`a
falahu ajrun wahidun). Malaikat menimpali, "Kalian memang mendapatkan pahala
satu, tapi pahala itu belum mencukupi untuk dijadikan modal masuk surga..
Pahala kalian yang satu itu tak seberapa jika dibandingkan dengan dosa
kalian akibat membunuh orang-orang Bali dan wisatawan legal yang telah
mendapat jaminan keamanan dari negara. Ingat itu wahai teroris yang
berjubah!!!. Maukah kalian aku masukkan ke neraka"?


Amrozi cs, yang kali ini diwakili oleh Ali Gufron, mengutarakan keberatan.
Dengan lantang ia berkilah, "kami tidak bermaksud membunuh orang tak
berdosa, kami hanya ingin memerangi kemungkaran. Selain itu, kami juga sudah
dieksekusi sebagai balasan perbuatan kami, meski kami sebenarnya tak rela
dengan eksekusi itu". "Iya, tapi cara amar ma'ruf nahi munkar kalian,
seperti saya katakan tadi, tidak prosedural", tegas malaikat. Malaikat diam
sejenak mempertimbangkan matang-matang. Amrozi cs pun menunggu keputusan
malaikat sambil pegang-pegang jenggot lagi.


Malaikat meneruskan hisabnya, "Tadi kalian bilang bahwa kalian tidak rela
dengan eksekusi itu, itu tandanya kalian tidak ikhlas menerima hukum qishash
yang sudah disyariatkan Allah. Dengan demikian dosa kalian belum dihapus dan
diampuni. Sudahlah kalian aku masukkan ke neraka saja ya"?


Imam Samudra keberatan, "Please malaikat, kami sudah dieksekusi, masak mau
dihukum lagi dengan diceburkan ke neraka"?. Malaikat geleng-geleng kepala,
"Kalian memang bandel, sudah aku katakan kalau eksekusi itu belum bisa
menghapus dosa kalian, karena kalian tidak ikhlas menerima hukuman itu".
Imam Samudra berkilah lagi, "Buktinya apa kalau kami tidak ikhlas"?


Malaikat dengan mudah menemukan bukti di google.com <
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/05/1/161021/polri-bantah-tangkap-pembuat-situs-wasiat-amrozi-cs>
yang memuat wasiat profokatif Amrozi cs bahwa "Dalam surat wasiat tersebut,
mereka menyerukan agar para pendukung memerangi dan membunuh pihak terkait
eksekusi mati, seperti Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, Menkum HAM Andi
Mattalata, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Jampidum AH Ritonga, dan Ketum
PBNU Hasyim Muzadi". Malaikat dengan tegas menvonis, "Jadi kalian harus aku
masukkan ke neraka dengan dalih berlapis: 1) tindakan teror bom bali; 2)
tidak ikhlas menerima hukuman eksekusi; 3) menyebarkan wasiat yang
profokatif dan berisi pemberontakan terhadap pemerintah".


Amrozi cs masih berkilah, "Pengeboman dan wasiat itu tidak bermaksud untuk
macam-macam, semua itu kami lakukan hanya demi tujuan memerangi maksiat dan
jihad". Malaikat pun menjawab dengan analogis-argumentatif, "Oke jika
demikian alasan kalian, maka kalian akan aku masukkan ke dalam 'tong'
kemudian aku tendang 'tong' itu agar menggelinding masuk ke jurang neraka.
Aku tak bermaksud memasukkan kalian ke neraka, tapi aku hanya bertujuan
memasukkan 'tong' ke neraka sebagai tambahan bahan bakar neraka". Amrozi pun
akhirnya tak berdaya dan menyesali perbuatannya di dunia.


Salam
R-1
http://www.irwanmasduqi83.blogspot.com/


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke