Bagiku adalah orang-orang di KOMNAS HAM anak2 adalah orang2 yang hanya
membutuhkan uang untuk kantongnya yang masih menggelembung dan tak
tahu diri atas apa yang telah diperolehnya. Sok ikut campur urusan
orang lain. Sok dapat ijin dari dalam dan luar negeri (pemerintah).
Intinya hanya satu, cari SENSASI yang enggak jelas dan entah apa lagi
selain Syirik terhadap orang-orang yang sudah mampu berbuat sesuatu.
Selain itu pula tak pernah mau berfikir jernih tentang satu hal.
Apapun itu. 


Masalah pernikahan dengan Luthfiana sudah diatur dalam kacamata agama.
Catatlah itu sudah Sah dalam pandangan hukum agama dan TUHAN. Ingat
itu!. Peraturan yang dibuat oleh KOMNAS HAM Anak-anak terlalu mengada2
dan sangat merugikan semua pihak (Sang Ustadz dan Luthfiana). Intinya,
harusnya itu tidak menjadi sebuah momok. malah menjadikan sebuah
keparahan yang lebih hebat. Apalagi dengan satu label KOMNAS HAM anak2.

Seharusnya, jika disetujui oleh semua pihak, komnas ham sudah tidak
perlu lagi ikut campur. Ingatlah, merubah sebuah keyakinan tentang
suatu paham hukum agama itu sulit. janganlah menjadi pintar tapi
keblinger. Mungkin contohnya orang2 yang ingin memisahkan Sang Ustadz
dan Lutfiana.


Jangan pernah berfikir negatif dahulu sebelum diselidiki. Memang
Komnas Ham sudah melalukan penyelidikan tapi perlu dikaji ulang
kembali. Apakah itu benar menurut cara yang sudah ditentukan. Atau
mungkin sebaliknya. Meski niatnya benar tapi penyampaiannya salah besar.

Komnas ham belum mengerti hukum karma. Mereka tidak berfikir bagaimana
suatu saat nanti jika diantara putrinya akan mengalami hal serupa
seperti yang dialami oleh Luthfiana, seperti dialami sang ustadz dan
keluarganya. Yang terjadi adalah sebuah teror jenis baru yang
bermutasi. Singkatnya teror psikologi yang membabi buta. hingga
membuat suasana kisruh dan membuat satu penilaian yang sepihak
sekaligus merugikan.

Hukum memang mudah dibeli tapi kebenaran akhirnya akan hadir sebagai
puncak dari sebuah rentetan kebenaran yang hakiki. Sesuai dengan
pepatah " Kejahatan selangkah lebih maju, Tapi akhirnya kebenaranlah
yang akan menang!". Buat ustadz salut, anda layak jadi contoh seorang
ustadz. Yang mampu menghadapi segala apapun!. Lakukan selama itu benar
menurut hukum agama. Ingat jika anda berjuang untuk TUHAN maka diri
anda, orang lain dan TUHAN lah yang menolong anda. Jangan sampai
menjadi ustadz yang takut pada istri. Ingat itu akan membawa anda
menjadi Ahli Neraka. Untuk Luthfiana tabahlah, jadilah istri yang
sholeha. Hanya istri yang sholeha yang mampu mendampingi suaminya saat
suka dan duka. Saat ia sendiri atau harus membagi hatinya dengan
wanita yang lain (Istri) setelah dirimu. Ingat syurga firdaus
menantimu dengan penuh kerinduan.

KOMNAS HAM gak ngerti deh gua?! itu yang sekarang yang aku fikirkan.
Apakah mereka termasuk orang-orang munafik atau orang yang tak tahu
sekali tentang sebuah hukum pernikahan. cuman satu, masih banyak kasus
yang seperti ini sebelumnya. sayang sekali anda hanya mampu berbuat
pada orang yang lemah saja.

--- In [email protected], sandra aja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Julukan baru yg di tempel kn pd ulfah yakni ulfah yg malang oleh
media massa terasa menggelikan,dan usaha komnas HAM utk anak2 yg d
lakukan jg terasa menganehkan. Kehidupan bahagia ulfah(menurut nya)
terusik oleh pemberitaan dan komentar org awam,hingga ulfah memang
menjadi malang krna termalangkan oleh bnyk pihak yg meributkan pilihan
hdp nya atas nama HAM. Akan menjdi urusan HAM(menurut saya) jika sang
ulfah memang melaporkn bhw ham ny terampas kan. Menjadi aneh apa yg
sedang d perjuangkn komnas ham utk mslh ini jk tdk pelaporan? Ribuan
anak jalanan yg nyata2 kini tengah terpaksa berjuang utk hdp mrk dmn
di usia mrk yg msh muda tp hrs mencari nafkah utk kluarga dan jelas2
terampas masa anak2 mrk krn hal tsb,mengapa tak menjadi berita hangat
dan perjuangan bgi komnas ham. Jika mslh ulfah sngt mengusik mengapa
film I love you Om,mulus dgn manis d pasaran tnp komentar? Jika msalah
ulfah bgtu mengusik para artis cilik hngga memberi komentar,apa beda nya
>  dgn mrk,d mana usia mrk msh muda,tp msti bkrj,dmn mrk menghadapi
waktu spt org di kejar setan ktka harus membagi wktu antara skolah dn
bkrj. 1 telunjuk d tujukan pd org lain tp mlupakan 4 jari lg thdp diri
sndiri. Ada yg aneh dlm hal ini, saya jd teringat pd film brjudul
FITNAH,dan merasa apkh ini film fitnah kedua yg coba d luncurkan,tiada
pencabulan dlm ksus ulfah,tiada yg &#39;sakit&#39; dlm kasus
ulfah.Masalah hny bgi org2 yg senang mnjdkn ini isu dn mslh. Bnyk
perkawinan d bwh umur yg d lakukan ,tk prnh mnjd mslh,tp mngapa jika
brkaitan dgn jilbab,sorban,brita mnjd gencar dgn komentar miring.ada
apa di balik smua ini. Saya jg menjdi bingung apa yg sdg di
perjuangkan komnas ham dlm kasus ulfah dan puji.Air mata ulfah yg
mengalir adlh krn dia hrs mninggal kn suami ny.jd sekali lg prtanyaan
apa yg sdg d prjuangkan? 
> Seperti nya kita mesti memainkan kembali ilmu beladiri judo utk
menghadapi mslh d masa depan,meminjam kekuatan lawan utk mengalahkan
lawan. Akan bnyk fitnah dn tuduhan thdp islam d ms depan baik secara
halus maupun terang2an.Buka mata buka telinga utk smua.
>


Kirim email ke