----- Original Message ----- 
From: ganefi rachmaningsih 
To: INDRADJIT ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Badriyati ; Primora 
Harahap ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; lingkarLoa ; Reyna R ; anwar 
luthan ; Anna ; lativa yursak ; Heri.Pranoto 
Sent: Thursday, December 04, 2008 5:43 PM
Subject: [Tahajud-community] Keanehan dunia


      " DUNIA MEMANG ANEH " 

       

       "Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz 

          "Apanya yang aneh Pak?" Tanya seorang ikhwan yang fakir ini. 

        

          "Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi 

          terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, 

          sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku 

          menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa" 

          "Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan 

          pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, 
pakai 

          sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang 

          antum alami" Kata Pak Ustadz. 

        

          Tanpa banyak tanya, seorang ikhwan melakukan apa yang diperintahkan 
Pak 

          Ustadz, menjelang maghrib, ikhwan tsb bersiap dengan mengenakan 
pakaian 

          dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m 

          dari rumah. 

        

          Belum setengah perjalanan, ikhwan tsb berpapasan dengan seorang ibu 
muda 

          yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya" 

          "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? 

          Tanya ibu muda itu. 

        

          Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, 

          tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi 
sesuatu 

          yang lain rasanya; 

        

          "Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan 

          memang semestinya seperti itu ditumbenin? 

          Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya 
ditengah 

          jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? 

          Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? 

          Orang yang pergi kemasjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain 

          justru tengah asik nonton sinetron "intan". 

          Orang kemasjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan 
orang-orang 

          yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah 

          meningkahi suara panggilan adzan. 

        

          Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor 

          dan mobilnya yang kotor kehujanan. 

        

          Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya 

          tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain 

          disekitarmu" , kata Pak Ustadz. 

        

          "Keanehan-keanehan" disekitar kita? 

        

          Coba kita lihat aja lingkungan diperkantoran ketika kita mau 
menegakan sunnah 

          untuk menghindar dari perbuatan ikhtilat pasti dianggapnya aneh,,? 

          karena mereka sudah terbiasa dengan bercampur baur antara laki-laki 
dan perempuan  

          yang tidak ada hubungan mahram,  

          sunnah dan dalil hanya diukur oleh akal dan perasaan mereka 

          sehingga  t erlalu banyak alasan-alasan yang mereka sampaikan hanya 
karena urusan diniawi... 

          

          Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha- berkata: 
          “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan 
Maimunah ada di sisinya, 

          maka datanglah Ibnu Ummi Maktum dan  pada saat itu kami telah 
diperintah untuk berhijab, 

          maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Berhijablah 
kalian darinya!”   

          maka kami berkata: “Bukankah Ibnu Ummi Maktum adalah orang yang buta? 

          Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: 

          “Apakah kalian berdua buta?” Bukankah kalian dapat melihatnya?” 

          (HR. Abu Dawud no. 4112, At-Tirmidzi no. 2778, 

           An-Nasaì dalam Al-Kubra no. 9241, Ahmad 6/296 dan Al-Baihaqi: 7/91. 
                 

          Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, 

          pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, 
baca 

          koran dan ngobrol. 

        

          Karyawan yang memelihara jenggot juga akan dinggap aneh bahkan 
dilecehkan 

          oleh mereka-mereka yang beragama dengan menggunakan akal dan 
perasaan.. 

        

          Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa 
"aneh", 

          karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh 
ditengah-tengah 

          sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu. 

        

          Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa 

          aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum 

          shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus 

          dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat 

          malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, 

          yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan? 

        

          Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena 

          masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke 
dua 

          menjelang selesai. 

        

          Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan 

          terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, 

          plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan 

          test..test, test saja. 

        

          Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, 

          atau ayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang 

          membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot 

          atau lainnya. 

        

          Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan 

          takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan 
tuntunan 

          syari'at dan tata nilai serta norma yang benar. 

        

          Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian 

          rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al 

          A'raf:31) 

        

          Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha 

          dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol 

          ngalor-ngidul tak karuan. 

        

          Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada 

          waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan 

          waktunya terhadap orang-orang beriman. 

        

          " Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah 

          di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian 

          apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu 

          (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang 

          ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman ". (Annisaa:1 03 ) 

        

          Jangan takut untuk shalat jum'at/shalat berjama'ah berada dishaf 

          terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....,Karena dishaf 

          terdepan itu ada kemuliaan sehingga dijaman Nabi Salallahu'alaihi 

          wassalam para sahabat bisa bertenggkar cuma gara-gara memperebutkan 

          berada dishaf depan. 

        

          " Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat 

          Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan 

          tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu 

          jika kamu Mengetahui ". (Al Jumu'ah:9) 

        

          Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al 

          qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk 

          saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada 

          kebenaran adalah sebaik-baik perkataan; 

        

          " Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru 

          kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya 

          Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33) 

        

          Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah 

          Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, 

          sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita 

          serukan, habis donk ladang amal kita.... 

        

          Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa 

          kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir 

          ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh 
nggak 

          sih? 

        

          Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong 

          itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat"( Potongan 

          dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits 

          Abdullah Ibn Umar) 

        

          Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi 

          kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail 

          dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun 

          kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang 

          isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari 

          siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, 

          meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun. 

        

          Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang 

          benar. 

          Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa 

          aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see. 

          Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist), 

          meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan 

          tak bermoral. 

        

          Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia  
langka" 

          jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru 

          yang akan menyelematkan kita. 

           

          

      Rasulullah bersabda, 

      "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti 
akan kembali asing 

      sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing 
(alghuroba')." 

      (hadits shahih riwayat Muslim) 

        

      "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) 
orang-orang shalih 

      yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. 

      Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka" 

      (hadits shahih riwayat Ahmad) 

        

      "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). 

      Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak." 

      (hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry) 

       

      Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at dan bermanhaj yang Haq. 


     




--------------------------------------------------------------------------------
Apakah demonstrasi turun ke jalan itu hal yang wajar? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke