Asslmlkum mas Agus, Saya tertarik dengan tulisan bpk yang satu ini, kalau saya boleh bertanya bagaimana mengatasi perbedaan2 pernik kehidupan dengan isteri? karena kita semua mengetahui kalau manusia itu mempunyai sifat dan watak yang berbeda2 apalagi kalau watak dan sifat kita bertolak belakang dengan sang isteri?
Atas jawabannya saya ucapkan banyak2 terima kasih Regards, Hadjiugi ________________________________ Dari: muhamad agus syafii <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 6 Februari, 2009 14:11:21 Topik: [Sarikata.com] Indahnya Pernik Kehidupan Indahnya Pernik Kehidupan By; agussyafii Pernah satu hari ada yang bertanya, "apakah dikeluarganya mas agus tidak ada pertengkaran?" saya menjawabnya, "iya. sebab itu bagian indahnya pernik-pernik kehidupan. Dan buat saya keberhasilan membangun keluarga adalah lebih utama daripada karier pekerjaan. Mengarungi kehidupan tak ubahnya mengarungi samudera, terkadang lautan tenang dan angin sumilir, tetapi terkadang tanpa diduga datang ombak besar. Bagi orang yang faham sunnatullah laut, maka ia bisa berhitung kapan musim ombak dan kapan musim tenang. Tetapi kehidupan juga sering diungkapkan sebagai “tersandung di jalan rata”, terpeleset oleh “kerikil” kehidupan, dan sebagainya. Pembaca buku ini mungkin sudah banyak makan asam dan garam kehidupan. Meski begitu tetap saja anda masih dihadang oleh banyak problem. Pernik adalah benda kecil tetapi menarik perhatian. Pernik-pernik hidup adalah sesuatu yang sebenarnya tidak prinsipil, tetapi karena menarik perhatian, maka ia bisa menyita perhatian suami dan isteri sehingga mendistorsi proporsionalitas masalah. Manusia sebagai individu adalah unik. Rumah tangga adalah mempersatukan dua keunikan, keunikan suami dan keunikan isteri. Jika keunikan suami dan keunikan isteri menjadi sinergi maka rumah tangga itu mampu mempersepsi stimulus secara proporsional. Tetapi jika dua keunikan itu bertolak belakang, maka segala yang pernik-pernik dipersepsi menjadi prinsipil, dan meresponya juga dengan sikap prinsipil berpijak pada keunikan masing-masing. Jika keadaan sudah demikian maka sakinah akan menjauh dari rumah tangga, dan sebagai gantinya adalah kesalahfahaman yang berkesinambungan. Rumah tangga tidak lagi menjadi “surga” tetapi menjadi “neraka”. Wassalam, agussyafii -- Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye kegiatan "Untukmu Ananda." Pada tanggal 14 Februari 2009. selanjutnya silahkan kirimkan dukungan dan kepedulian anda kepada "Untukmu Ananda" di 087 8777 12 431 atau di http://agussyafii.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ -----------------------------------------------*** Donasi Dana untuk Sarikata.com : No Rek : 145-118-2990 Atas Nama : Yudhi Aprianto BCA KCP : Gatot Subroto Jkt Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini. -----------------------------------------------*** cara keluar dari milis ini : kirim email kosong ke [email protected] dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups. Yahoo! Groups Links Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3 http://downloads.yahoo.com/id/firefox/ [Non-text portions of this message have been removed]
