Pandangan Hidup Insan Mulia

By: agussyafii

Ummat manusia sepanjang sejarahnya mencatat banyak ragam pandangan hidup, baik 
yang dikenal sebagai filsafat maupun yang dikenal sebagai ajaran leluhur, 
maupun yang dikenal sebagai agama/ajaran Tuhan. Dalam Islam, pandangan hidup 
itu disebut aqidah (suatu keyakinan yang mengikat batin manusia). Karena 
mengikat batin maka aqidah menjadi pegangan hidup. Aqidah Islam memperkenalkan 
kepada manusia tentang Tuhan, tentang alam raya dan tentang makhluk manusia, 
dimana setiap individu termasuk di dalamnya.

Semua manusia  secara naluriah mengenal dirinya dan alam sekitarnya sampai 
kepada alam raya. Secara naluriah manusia juga mengenal Alloh SWT (sekalipun 
dalam berbagai macam persepsi) dan pengenalannya itu saat menjadi keyakinan, 
memberikan pandangan hidup tertentu yang dijadikannya pegangan hidup bagi 
dirinya. Pandangan hidup yang diajarkan Islam menjelaskan kepada manusia bahwa 
ke-HIDUP-an itu adalah sesuatu yang amat mulia dan amat berharga. Hidup yang 
dianugerahkan Allah kepada manusia merupakan modal dasar untuk memenuhi 
fungsinya dan menentukan harkat dan martabatnya sendiri.

Oleh karena itu pesan-pesan al Qur’an dan hadis Rasulullah sendiri memberikan 
banyak peringatan kepada manusia supaya menggunakan modal dasar tersebut 
secermat mungkin dan jangan sekali-kali menyia-nyiakannya, karena ia sangat 
terbatas, baik waktunya maupun ruangnya. Lebih jauh lagi dijelaskan tentang 
adanya dua jenis ke-HIDUP-an, yaitu kehidupan manusia di bumi yang sangat 
terbatas ruang dan waktunya, dan karena keterbatasannya itu ia tidak bersifat 
kekal abadi, namun  sifatnya nyata sehingga setiap orang mudah mengenalnya dan 
merasakannya. 

Pada dasarnya kehidupan ini menyenangkan bagi manusia, karena bumi dan alam 
sekitarnya sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh Allah untuk mendukung 
kehidupan manusia. Ciri kesenangan inilah kemudian mendominasi pandangan hidup 
kebanyakan orang sehingga menjadikan “kesenangan” itu sebagai identifikasi dari 
kehidupan itu sendiri. Pandangan yang demikian itu direkam dalam surah al 
Hadid; di mana digambarkan bahwa yang dianggap kehidupan yang sesungguhnya 
ialah; permainan, senda gurau, kemegahan, perlombaan memperkaya diri, dan 
memperbanyak keturunan/pendukung (Q/57:20). 

Hal ini lebih diperjelas  dalam surat Ali `Imran dimana digambarkan bahwa 
manusia menjadi tertarik mencintai segala yang menggiurkan, diantaranya; 
wanita-wanita, putera-puteri, emas dan perak yang bertumpuk-tumpuk, kendaraan 
pilihan, ternak dan sawah ladang. Semua itu adalah kenyataan-kenyataan yang 
sudah sangat dikenal oleh semua manusia, dan sebagian mereka sempat merasakan 
nikmatnya.

Pada dasarnya hal itu semua tidak pada tempatnya untuk dibenci atau diremehkan, 
karena kese¬muanya itu adalah sebahagiaan dari nikmat Alloh SWT yang 
dipersiapkan untuk mendukung kehidupan manusia. Namun pemanfaatannya harus 
sesuai dengan petunjuk penggunaannya, dan ini terkait dengan pola hidup. 
 
Selanjutnya jenis kehidupan lain yang diperkenalkan Islam adalah kehidupan di 
alam akhirat yang mutunya lebih tinggi, karena tidak terbatas dan bersifat 
kekal abadi. Segala kenikmatan yang ada di dalam kehidupan akhirat adalah lebih 
sempurna. Kedua jenis kehidupan tersebut itu bukan berdiri sendiri-sendiri, 
tetapi yang kedua merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari yang pertama. 
Alam akhirat merupakan tempat dan saat perhitungan akhir, dan penentuan nilai 
tetap bagi setiap manusia yang pernah menjalani kehidupan di alam dunia. Alam 
akhirat bukan lagi tempat dan waktu bekerja dan berbuat, tetapi hanyalah tempat 
dan saat menerima hasil akhir kerja dan perbuatan yang telah dilakukan 
sebelumnya, yaitu selama kita hidup di bumi ini. Dengan demikian, nyatalah 
bahwa kehidupan sebelumnya itu (yakni di dunia) sangat penting artinya. 
Kesempatan bekerja dan berbuat hanyalah didapatkan dalam kehidupan di alam 
dunia ini saja. Jadi benar-benarlah bahwa kehidupan di
 alam dunia ini merupakan modal dasar bagi manusia.

Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dibuat dalam rangka program kegiatan "Amalia Cinta Rasul" (ACR), 
Hari Kamis, tanggal 26 Maret 2009 di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 
Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sud-Tim, Ciledug. TNG. silahkan kirimkan dukungan 
dan komentar anda di 087 8777 12 431 atau http://agussyafii.blogspot.com








      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke