Mudah Gembira, Kenapa Tidak?

By: agussyafii

Pada diri orang yang mudah gembira, dia akan sulit menderita. Tubuh kita selalu 
mengikuti hati kita. Jika hati kita mudah gembira akan menjauhkan diri dari 
penderitaan. Hati itulah sumber akhlak. Akhlak bukanlah perilaku, tetapi 
keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan dimana perbuatan 
itu lahir dengan mudah dan spontan tanpa berfikir untung rugi. Orang yang 
berakhlak mulia pastilah mulia pula perbuatannya, tutur katanya bahkan yang 
dituliskannya juga menentramkan hati setiap orang yang membacanya. 

banyak orang yang jika saya hari ini sudah tersenyum berapa kali. Susah 
menjawabnya sebab senyuman mampir menjadi barang langka, tapi tidak bagi orang 
yang mengerti cara menikmati hidup maka dia akan mudah tersenyum pada siapapun.

Seorang terpelajar dengan kehidupannya yang sederhana ditengah usianya yang 
setengah abad makin tambah kesibukkan dengan berbagai aktifitas masih juga 
energik. Saya tanyakan bagaimana resep menjaga staminanya. Dia katakan, "Jika 
kita mudah gembira maka kita mudah bahagia, semua kegiatan selalu menyenangkan. 
Semakin bertambah usia, semakin menikmati hidup. maka terjauh dari segala 
penyakit dan penderitaan."

--
Sudahkah anda bergembira hari ini?

Wassalam,
agussyafii

-
Tulisan ini dibuat dalam rangka program kegiatan "Amalia Cinta Rasul" (ACR), 
Hari Kamis, tanggal 26 Maret 2009 di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 
Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sud-Tim, Ciledug. TNG. silahkan kirimkan dukungan 
dan komentar anda di 087 8777 12 431, [email protected] atau 
http://agussyafii.blogspot.com




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke