Dari Gaza Menuju Iran

Oleh: Emha Ainun Nadjib



MESKIPUN bukan siapa-siapa, saya turut mengucapkan beribu terima kasih
kepada semua Anda di seluruh Indonesia dan dunia yang bersedia bersusah
payah, berkeringat dan keluar biaya untuk melakukan unjuk rasa menentang dan
mengutuk penyerbuan Israel ke Palestina di Gaza.



Meskipun tidak bisa diandalkan di hadapan Allah, tetapi saya mendoakan
semoga pengorbanan Anda semua diganjar Allah dengan tambahan rezeki
melimpah, ketenteraman keluarga, kesejahteraan anak turun, serta
terselesaikannya masalah-masalah apapun yang Anda hadapi.



Tidak penting apakah muatan unjuk rasa Anda itu tepat atau tidak. Tidak
masalah demonya ke mana dan sasaran demonya siapa. Juga tidak persoalan
pemahaman Anda semua dan saya melenceng atau tepat atas apa yang
sesungguhnya terjadi di Timur Tengah.



Yang penting Anda dan saya sungguh-sungguh berniat membela hamba-hamba Allah
dari kezaliman, setia mempertahankan “rahmatan lim’alamin”. Dan itu efeknya
bukan hanya akan sampai ke Palestina, tapi insya Allah merupakan investasi
bagi keselamatan keluarga kita dan kesejahteraan anak cucu kita kelak.



Dan yang lebih penting lagi: berkat ikhtiar Anda, sekarang Israel mengubah
sikap dan program berikutnya. Berkat teriakan Anda semua yang bersambungan
bersahut-sahutan dengan teriakan umat manusia lain di seantero muka bumi,
telah membuat Israel mengambil keputusan untuk –sesudah Palestina ini,
membatalkan serangannya ke Iran.



Kalau yang di Gaza, itu bukan “pertandingan”, tapi pembantaian. Ayyamul
malhamah atau Yaumul Malhamah, hari-hari pembantaian kalau pinjam istilah
Nabi Muhammad SAW dulu setelah menaklukkan Makkah dan menjamin bahwa semua
tentara musuh dimerdekakan, Yaumul Marhamah, Hari Kasih Sayang. Nah, kalau
Israel jadi menyerang Iran, itu baru “duel”.



Israel memanfaatkan posisi “status quo” kekuasaan Pemerintahan Amerika
Serikat. Barack Obama belum tentu nanti akan bagaimana, tapi Bush pasti oke,
karena toh sebentar lagi dia hengkang dan tak ikut menanggung akibat
apa-apa. Ini bukan soal Israel-Palestina. Juga bukan Israel-Arab. Ini adalah
perang dingin dan akan bisa jadi perang sungguhan antara Israel dengan Iran.



Minumlah seteguk air yang mengalir ke dalam badan kita diiringi doa oleh
kedalaman hati kita. Duduk rileks. Tarik napas panjang. Kita luangkan
sedikit waktu untuk menabung pembelajaran tentang itu semua. Pelan-pelan,
tidak dengan kemarahan tapi dengan mesin ilmu dan ketenangan batin.



Katakanlah kita berpendapat bahwa saat-saat ini masalah nasional bangsa dan
negara kita kalah urgen dibanding Gaza. Oke, kapan-kapan kita perdebatkan
lagi. Tetapi pasti bahwa kalau bisa jangan seorang pun dalam kehidupan ini
pernah berbuat sesuatu, membela sesuatu, melawan sesuatu, apalagi sampai ke
tingkat pertentangan kelas dunia – tanpa terlebih dahulu mempelajari segala
sesuatunya dengan objektif, waspada, dan dewasa.



Kalau Gaza itu perang agama, antar pemeluk agama apa? Yahudi lawan Islam?
Kalau ini peta-nya, bagaimana dengan orang Yahudi yang beragama Islam dan
orang bukan Yahudi yang beragama Yahudi? Apakah Israel representasi formal
dari Agama Yahudi dan juga Ras Yahudi? Bagaimana dengan teman kita orang
Indonesia, Muslim, nikah dengan gadis Yahudi, asli Israel, dan tetap bukan
Muslim –dan Islam tidak melarang teman kita itu berposisi demikian?



Banyak sekali “korsleting” dalam konteks itu. Apakah Israel sama dengan
Yahudi? Apakah Yahudi sama dengan Zionis? Apakah Zionis sama dengan Israel?
Apakah rakyat Israel sama dengan Zionis? Kita pening kepala kalau
muter-muter di situ. Kalau ditambah Kristen lebih pecah lagi kepala kita.
Kristen Katolik atau Protestan? Apakah pemeluk Agama Yahudi satu pihak
dengan pemeluk Kristen? Istrinya almarhum Yasser Arafat yang Nasrani kita
apakan?



Kalau pokoknya kita anggap saja Umat Islam musuhan sama orang Kristen dan
Yahudi, lantas apa saja langkah-langkah Umat Islam? Membunuhi mereka di mana
saja ketemu? Di perumahan tempat tinggal kita, di pasar, di kantor? Boikot
seluruh produk orang Kristen? Kita pantang naik pesawat yang bukan bikinan
Umat Islam? Pantang pakai handphone, komputer, kulkas, celana jeans? Kita
kosongi rumah kita, masjid kita, kantor kita, sekolahan kita, dari segala
macam unsur yang ada hubungannya dengan Yahudi dan Kristen?



****



Terutama Anda yang sangat mencintai Rasulullah Muhammad SAW, menangis di
Raudlah, beriktikaf di Masjidil Haram, ingin naik Haji tiap tahun, sesekali
cobalah jawab pertanyaan awam seperti ini: Arab Saudi itu “musuhan” sama
Israel ataukah “kompak”? Hati kita cukup kuat mungkin untuk mengucapkan
bahwa Arab Saudi selalu oke dengan Amerika Serikat, keluarga Bin Laden yang
memborong penyelenggaraan haji mulai tahun kemarin bukan benar-benar punya
anak bernama Osamah yang merupakan musuh utama Amerika Serikat.



Tetapi hati kita masih sangat rapuh untuk mengakui bahwa memang tidak
benar-benar ada tanda bahwa Arab Saudi itu bermusuhan dengan Israel.
Bagaimana kalau Anda ditamui orang dan melaporkan: “Israel sudah berunding
dengan Saudi Arabia, Syria, dan Mesir sekitar Juli 2008 tentang rencana
penyerbuan ke Gaza sebagai pemanasan sebelum menyerbu Iran. Ketiga Negara
Arab Islam itu sudah menyetujui atau merestui, sebagaimana dulu Irak
diserbu”.



Maka ada baiknya kita mulai belajar memahami masalah secara objektif
meskipun menyakitkan. Yang dekat-dekat dulu: bangsa kita sudah mampu
mencapai kualitas bagus dalam hal memilih ketua RT. Sekarang kita belajar
lebih tinggi: belajar memilih lurah, sampai besok-besok sekitar tiga era
lagi insya Allah kita akan punya kemampuan kualitatif untuk memilih
Presiden. []



Emha Ainun Nadjib

Kaltim Pos, 17 Januari 2009


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [email protected] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke