Tanggungjawab

By: agussyafii

Semalam bersama anak-anak Amalia kami berdiskusi. Diskusi ini dbagi menjadi 4 
kelompok, setiap kelompoknya terdiri dari 6 anak. Diskusi diawali dengan 
penjelasan kelompok satu.  Sementara anak-anak lainnya sedang menyimak.  
Anak-anak Amalia terlihat ramai berebut bertanya,  apa yang dimaksud dengan 
tanggungjawab? Kenapa harus bertanggungjawab? Tak kalah serunya yang 
menjawabpun demikian. Diskusinya semakin malam semakin seru, anak-anak seperti 
tak mengenal lelah.

Beberapa hari yang lalu saya memberikan tugas pada anak-anak Amalia untuk 
mencari makna kata tanggungjawab. Tujuan utama dari diskusi ini mengajak 
anak-anak Amalia lebih memahami makna tanggungjawab dalam perspektif al-Quran

Tanggung jawab atas tingkah laku menurut al-Quran harus dibedakan antara laku 
manusia yang bersumber dari fitrahnya dan perbuatan yang sifatnya diusahakan 
(al-muktasab). Tingkah laku fitrah adalah perbuatan yang sumbernya dari naluri 
fitrahnya, yakni yang behubungan dengan sistem biopsikologi dan sifat-sifat 
hereditas dan bawaan sejak lahir, seperti cara menghisap susu ibu yang 
dilakukan oleh bayi, cara bernafas manusia,  gerakan reflek seseorang dan 
perilaku lainnya yang sejenis itu. 

Sedangkan tingkah laku yang diusahakan, (al-muktasab), adalah perbuatan yang 
bersumber dari gabungan pengetahuan dan pengalaman yang dipelajari manusia 
sejak lahir dan kemudian dijadikan kebiasaan. Jika dalam hal tingkah laku 
fitrah, manusia berbuat secara spontan tanpa mempertimbangkan untung rugi 
maupun maka dalam hal tingkah laku al-muktasab manusia memperhitungkan untung 
rugi, baik untung rugi yang bersifat dekat, duniawi, maupun untung rugi yang 
bersifat jauh ke belakang, ukhrawi, pahala dan dosa.

Seseorang dianggap bertanggungjawab dalam tingkah lakunya jika ia dapat 
mengukur akibat-akibat yang ditimbulkan dari perbuatannya itu dan bersedia 
nenanggung resiko dari yang ia lakukan. Dalam perspektif inilah maka seorang 
Muslim yang bertanggungjawab tidak akan merendahkan agama sendiri maupun agama 
orang lain, tidak pula menyakiti dirinya atau orang lain.

Al-Quran memandang bahwa tingkah laku orang ingkar tidak percaya kepada Nabi 
atau mendustakan al-Quran merupakan tidak bertanggungjawab, karena tidak 
mempunyai pijakan yang kuat. Orang boleh mendustakan al-Quran jika sanggup 
membuktikan bahwa al-Quran itu karangan manusia yang tidak bernilai, oleh 
karena itu al-Quran menjawab tantangan orang yang tidak percaya untuk membuat 
yang setara, meskipun hanya satu surat atau satu ayat, seperti dijelaskan dalam 
surat Yunus / 10:38 . Keberanian ber-mubahalah seperti yang dipaparkan dalam 
surat Ali Imran / 3:61 juga merupakan tingkah laku tanggung jawab.

Sedangkan tingkah laku tidak bertanggungjawab adalam perbuatan yang tidak 
memperhitungkan akibat dari perbuatan itu. Al-Quran memberi contoh tingkah laku 
kaumnya Nabi Shaleh yang mengganggu unta mukjizat dan menantang datangnya azab 
Allah SWT seperti yang dijelaskan surat al-Araf / 7:77 sebagai perbuatan tidak 
bertanggungjawab, karena mereka melakukan penolakan ajaran Allah SWT sekaligus 
menantang Allah SWT tanpa terlebih dahulu berpikir secara jernih. Melecehkan 
sesembahan orang ingkar juga dipandang al-Quran sebagai perbuatan tidak 
bertanggungjawab, sebab jika seorang mukmin melecehkan atau mencaci maki 
tuhannya orang lain, maka mereka pasti akan membalas melecehkan Allah, yang 
dihormat oleh orang mukmin, karena setiap golongan memandang baik keyakinan 
sendiri, seperti ditulis pada surat al-Anam / 6:108.

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, 
karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan 
(Q., s. al-Anam / 6:108).  


Wassalam,
Agussyafii

-
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)', Minggu, 
tanggal 17 Mei 2009 dirumah Amalia. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' 
mengajak. 'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong 
belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- 
Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya 
menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada 
program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com atau 
sms 087 8777 12431





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke