Setumpuk sepi dari daun anggur kering
Julur-julur akar anggur yang menjuntai
Merah buahnya mengundang rasa untuk menikmati
Daun-daun yang lemah dan mulai menguning
Menanti angin untuk menggugurkannya,
Sekerat hati tak ikhlas untuk menerima
Bilakah takdir telah menyapa dalam duka
Yang gugur tergadai begitu saja
Tanpa ada lagi agunan untuk penebusan kembali
Yang ada hanya regenerasi tunas daun baru
Dan anggur-anggur tetap menjulurkan sulur-sulurnya
Tak sempat dikenang,
Apalagi disapa oleh penerusnya
Bahkan menceritakan kembalipun,
Mereka telah enggan
Hanya hujan yang menyapa ramah
Dan hanyut diantara keruhnya air kubangan
Anggur-anggur tetaplah anggur
Bukan menjadi pendamping dari buah kedondong
Jakarta, 3 April 2009
Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center
+622197424139/+622127136437+628569024880