Imam Sejati

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri



Di tengah-tengah para jamaah duduk istirahat shalat tarawih, beberapa anak
muda berbisik-bisik membicarakan ustadz muda yang malam itu menjadi imam.
Surah al-Quran yang dibaca ustadz itu panjang-panjang dan rukuk-sujudnya
lama sekali. “Kalau begini, bisa tidak sempat sahur kita,” keluh salah
seorang dari mereka.



Entah karena keluhan anak-anak muda itu atau karena sudah dijadwalkan
sebelumnya, malam berikutnya imamnya ganti. Kebalikan imam yang kemarin
malam, ustadz yang menjadi imam malam ini bacaan surahnya pendek-pendek
sekali dan rukuk-sujudnya cepat. Jika malam kemarin yang mengeluh
makmum-makmum yang muda, kini makmum-makmum tualah yang mengeluh. “Shalatnya
imam ekspres sekali. Masak baru saja saya akan rukuk, dia sudah sujud,”
gerutu salah seorang dari mereka.



Ketika shahabat Mu’adz bin Jabal r.a menjadi imam pernah juga diprotes
orang, bahkan ada yang mufaroqoh. Pada waktu itu, beliau membaca surah
al-Quran-nya panjang-panjang (sementara riwayat menyebutkan di rakaat awal
beliau membaca surah al-Baqarah dan di rakaaat kedua surah An-Nisaa). Ketika
mendengar hal itu, Rasulullah SAW pun menegur shahabat Mu’adz, “Hai Mu’adz,
janganlah kamu menjadi tukang fitnah; di belakangmu ikut bersembahyang orang
yang sudah tua, orang yang lemah, orang yang punya hajat, musafir..”


Dalam riwayat lain disebutkan sahabat Abu Mas’ud al-Anshary r.a berkata,“Ada
seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Saya sungguh
kurang semangat berjamaah shalat subuh, sebab si Anu kalau mengimami lama
sekali.” Maka, belum pernah aku melihat Nabi SAW marah dalam khotbah beliau
seperti saat itu. Beliau berkhotbah,”Wahai manusia, di antara kalian ada
orang-orang yang suka membuat orang lari. Maka, barangsiapa mengimami jamaah
hendaklah tidak berpanjang-panjang; di belakangnya ada orang tua, ada orang
lemah, dan orang yang punya sesuatu hajat.’”


Seperti biasa, sikap Rasulullah SAW sendiri adalah konsisten dengan sabda
dan anjuran beliau. Rasulullah SAW sampai akhir hayat beliau selalu
mengimami, memimpin shalat. Rasulullah SAW absen mengimami hanya pada saat
sakit keras menjelang wafat dan digantikan oleh saahabat Abu Bakar
Ash-Shiddieq r.a (nama aslinya Abdullah bin Utsman berjuluk Abu Quhaafah).
Selama itu, Rasulullah SAW menjadi imam, tidak pernah ada seorang pun yang
protes atau mengeluhkan shalat beliau; ataukah terlalu lama atau terlalu
singkat.


Rasulullah SAW adalah manusia yang sangat mengerti manusia dan memanusiakan
manusia. Beliau mengerti bahwa orang-orang yang mengikuti shalat dibelakang
beliau tidak seperti beliau. Mereka yang mengikuti beliau terdiri dari
berbagai macam manusia. Dan beliau pun memanusiakan mereka semua.


Kiranya tidak terlalu mengada-ada, bila ada yang menganggap kepemimpinan
dalam shalat merupakan simbol bahkan filosofi kepemimpinan umat. Kita tahu
bahwa Rasulullah SAW, sebagaimana saat memimpin shalat mengayomi jamaah,
beliau juga mengayomi dan karenanya dicintai saat memimpin umat. Sebagai
manusia yang mengerti manusia dan memanusiakan manusia, Rasulullah SAW,
tidak hanya menentramkan dan disukai jamaah saat memimpin shalat, namun juga
menentramkan dan dicintai umat saat memimpin mereka. Rasulullah SAW memang
imam sejati, pemimpin yang sesungguhnya.



Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [email protected] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke