Memaknai Jeda dalam Hubungan

<http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/06/03/587/Memaknai.Jeda.dalam.Hubungan>

"Kurasa kita butuh waktu", bila kalimat itu terucap dari bibir pasangan,
Anda harus mulai waspada. Ya, karena ia bisa berarti bermacam. Bisa berarti
Anda dan pasangan hanya membutuhkan waktu untuk merenung dan memikirkan
langkah selanjutnya. Tapi, kalimat 'jeda' itu bisa merupakan sinyal tanda
berakhirnya hubungan.


Bila Anda merasa ada yang salah dalam hubungan, dan telah terlontar
keputusan untuk 'berhenti sejenak', cobalah amati keadaan; apakah ini hanya
jeda sesaat, atau awal kandasnya hubungan.


1. Kurasa kita butuh waktu untuk sendiri

Kalimat ini benar-benar tak boleh diabaikan! Meskipun tidak berarti
pemutusan hubungan, jeda dengan cara seperti ini bisa sangat berbahaya.
Memang, jeda bisa memberikan kesempatan bagi Anda dan pasangan untuk
menjernihkan pikiran dan menata hati, tapi, jeda juga bisa sangat menggerus
kedekatan fisik dan emosi. Bila kalimat ini terlontar darinya, ini merupakan
pertanda jelas bahwa dia sedang tidak bahagia.


2. Aku akan menghubungimu nanti

Saat mengucapkan kalimat ini, perhatikan benar nada bicara dan mimik
mukanya. Bila diucapkan dengan suara berat dan seakan tertahan, kalimat itu
juga bisa bermakna "tinggalkan aku sendiri". "Aku akan menghubungimu nanti",
berarti Anda tak punya kendali. Dia yang akan menghubungi Anda, sesuai
keinginannya, mungkin nanti, nanti malam, besok atau bahkan minggu depan.


Menghadapi keadaan seperti ini, Anda tentu tak ingin tinggal diam.
Membiarkan keadaan memburuk tanpa ada komunikasi sama saja melihat akhir
hubungan Anda. Tapi, memaksanya untuk bicara juga tak akan ada gunanya.
Justru, Anda akan tampak semakin buruk di matanya. Satu-satunya hal yang
harus Anda lakukan adalah bersabar.


3. Kamu terlalu rapuh, tidak sekuat ibuku!

Memperbandingkan Anda dengan perempuan lain--bahkan bila dia adalah ibunya
sendiri--merupakan pertanda buruk. Ini berarti dia tidak menilai Anda secara
personal. Menghadapi ini, jangan lantas bereaksi keras dengan berusaha
menunjukkan Anda bisa seperti "seseorang yang dipujanya". Sebaliknya,
cobalah berusaha memperkuat hubungan dengan bersikap sewajarnya, seperti
adanya Anda.


4. Kamu Br******!

Atas alasan apapun, perkataan kasar terhadap pasangan tak bisa dibenarkan.
Tentu saja, ada beberapa situasi yang sangat tidak nyaman, sehingga memicu
siapapun melampiaskan kekesalan--salah satunya, dengan melontarkan kalimat
kasar. Tapi, menjadikan Anda sebagai objek umpatannya benar-benar
menunjukkan dia tidak menghargai Anda. Bila ini terjadi pada Anda, tak perlu
ragu lagi, lupakan saja dia.


5. Tak ada komunikasi sama sekali

Bila tak ada lagi kontak antara Anda berdua, dan tak ada satupun yang mau
mengalah untuk mencoba memulai, berarti memang tak ada lagi masa depan dalam
hubungan itu. Jadi, tunggu apa lagi, segera jelaskan status Anda, dan
carilah pasangan baru!



(AOL/dila)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke