Sajak sudah merdeka
 
Melam menampik sunyi
Menggelut diri dalam perkelahian birahi
Antara sadar dan tak ada kesadaran diri
Mencari puncak kesunyian hati
Mengkultuskan syair-syair dendam diantara kilatan belati
Menjamasi diri dengan milyaran kobaran dengki
Lalu tersungkur dalam kemenangan yang hakiki
 
Bukan anyir darah yang membanjiri
Melainkan peluh dari pori-pori persembahan ini
Sabetan cahaya rembulan merobek gelap 
Menyajikan ritual pujian entah untuk siapa
Dan mengapa gelak tersobek oleh cahaya
 
Lalu terbujur kaku diseberang sana
Dengan kibaran umbul-umbul yang nyaris tumbang
Menyayat hati yang kian mengerlingkan kesejatian emosi
Diantara bebatuan jahanam yang terus bersorak untuk memaki
Hanya sajak yang kau tulis dipanji tetap mensucikan diri
 
Lalu……kenapa engkau terus mengalunkan tembang laksana perang suci?
 
 
Jakarta 19 Juni 2009 








Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center

+622197424139/+622127136437+628569024880


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke