Rentetan kerinduan
Lalu hingga engkau terbaring lesuh didadaku
Aku hanya membelai rambutmu yang wangi merang
Bercerita tentang kerinduan kepada hati yang ada
Dan mencoba memoles rembulan yang mulai pudar
Agar terangnya menerobo ruang kamar kita
Sepercik peluh telah membasahi
Raga-raga yang terus bergelayut diantara rindu
Menebar deretan senyum diantara pilar-pilar cinta
Jangan kau tahan senyum gelimu
Ketika aku berbicara tentang bahasa cinta yang aku ngerti
Mataku, indera perasaku
Hanya bisa mengenalimu
Terbang merogoh sukma untuk menjagamu
Dalam pencapaian ruang senyap yang mengitari
Jika kesunyian ini akan beresonansi
Maka engkau akan merasa getaran-getaran yang tertahan
Oleh ruang rindu yang menggebu
Secangkir banyu suci yang suguhkan
Yang kau ambil dari sumber urip
Hingga engkau pun merapal pancasona
Penuh tebaran kesakralan dimalam yang penuh rindu
Jakarta, 11 July 2009
Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center
+622197424139/+622127136437+628569024880
[Non-text portions of this message have been removed]