Model Ideal Kyai Indonesia

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri



Bila Hadlratussyeikh KH. M Hasyim Asy’ari (kelahiran 1871), KH. Abdul Wahab
Hasbullah (kelahiran 1888), KH Bishri Sansuri (kelahiran 1886), dan
kyai-kyai seangkatan mereka pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, kita sebut
generasi NU angkatan pertama, maka generasi berikutnya–katakanlah generasi
kedua—merupakan generasi penerus yang benar-benar pewaris sikap dan
perjuangan para pendahulunya. Angkatan kedua ini paling tidak mewarisi
keikhlasan sikap dan perjuangan angkatan sebelumnya. Pemahaman yang dalam
dan kekokohan memegang ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus
kecintaan kepada tanah air Indonesia. (KH Muhammad Dahlan Kebondalem, salah
seorang pendiri NU berkata,“Berdirinya NU adalah untuk menegakkan syariat
Islam menurut ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengajak bangsa ini untuk
cinta kepada tanah airnya.”)



Generasi kyai NU pertama yang mencontohkan dan mengajarkan patriotisme;
benar-benar berhasil mencetak generasi penerus yang tidak hanya menguasai
ilmu dan mengamalkan akhlak luhur Islam, tapi juga patriot-patriot bangsa
teladan. Pemimpin-pemimpin Islam yang memiliki jiwa keindonesiaan dan
kebangsaan yang tinggi. Sebagaimana generasi sebelumnya, generasi angkatan
kedua ini belajar ilmu Islam dari sumber-sumbernya dan dari guru-guru yang
memiliki kesinambungan ilmiah dari guru ke guru. Dan sebagaimana generasi
sebelumnya, merasakan pahit-getirnya perjuangan membela tanah air melawan
penjajah Belanda dan Jepang.


Generasi kedua ini umumnya--baik langsung atau tidak--merupakan
santri-santri Hadlratussyeikh KHM Hasyim Asy’ari yang menjadi kebanggaan
Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan pernah beberapa kali dipercaya
menjadi menteri Agama republik ini, yaitu KH Masykur (kelahiran 1902); KH.M.
Dachlan (kelahiran 1909); KH Muhammad Ilyas (kelahiran 1911); KH. A. Wahid
Hasyim (kelahiran 1914); KHA. Wahib Wahab (1918); dan KH. Saifuddin Zuhri
(kelahiran 1919).


KH. Muhammad Ilyas, justru merupakan santri kesayangan dan kepercayaan
Hadlratussyeikh yang dalam usia 18 tahun sudah dijadikan Lurah Pondok
Pesantren Tebuireng. KH. M. Ilyas tidak hanya disayangi dan dipercaya oleh
Hadratussyeikh, tapi bahkan tampaknya juga diserahi “membimbing” atau
setidaknya menjadi kawan belajar dan berjuang putra beliau, adik sepupu KH.
M Ilyas sendiri, KHA. Wahid Hasyim.


Hal itu terlihat dari kedekatan dan kebersamaan kedua tokoh kesayangan
tersebut, sejak bersama-sama ngaji di Tebuireng, mondok di Pesantren Siwalan
Panji, belajar ke Mekkah, melakukan pembaharuan pendidikan di pesantren,
hingga bersama-sama berjuang dan berkhidmah untuk Indonesia. Ini semua
tentulah tidak terlepas dari pengarahan guru besar mereka, Mahakyai Muhammad
Hasyim Asy’ari.


Meski keduanya mengaji Islam melalui bahasa Arab dan pernah belajar di Arab
(Mereka ke Mekkah tahun 1932, KHA. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia tahun
1933 dan KHM. Ilyas tahun 1935) dan menguasai bahasa al-Quran seperti
pemilik bahasa itu sendiri, namun sedikit pun mereka tidak kehilangan
ke-Indonesia-an mereka. Bahkan, ketika mereka berada di luar negeri,
perhatian mereka terhadap Indonesia dan bangsanya sama sekali tidak
mengendur.


Bandingkan dengan mereka yang sebentar saja keluar negeri–bahasa negeri
singgahan mereka pun belum sebenarnya mereka kuasai--tiba-tiba sikap mereka
seperti orang asing di negeri sendiri. Padahal, mereka dibesarkan dan masih
hidup di tanah air mereka. Masih makan hasil bumi dan minum air tanah airnya
sendiri.



Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [email protected] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke