Hanya tinggal kenangan parade munafik
Bagaimana aku bisa mengeja dirimu?
Sementara kau terus saja berlalu dengan angkuhmu
Kau anggap aku seperti makhluk dungu
Yang diam saja ketika kau menghinaku
Ya….
Aku hanya diam
Dan aku hanya menyimpan sepercik api dendam
Yang aku kemasi lewat pujian terhadapmu
Agar engkau semakin lupa daratan dan terbungkus egomu
Egomu untuk menyatukan suara-suara minorku
Aku hanya bisa menghujatmu
Lewat debu-debu yang terus beterbangan diantara sepatumu
Atau lewat lalat-lalat yang mengitari makananmu
Kemarin kau bilang atas nama kami
Dan kemarin kau minta kepadamu untuk mendukungmu
Dan aku memberikan hakku sebagai warga negara
Sekarang kau telah membusungkan dadamu
Sebab namamu telah tercatat di legislari baru
Namun kami masih menyimpan orasimu
Orasi dari mulutmu yang bau
Sama baunya dengan sepatumu
Jakarta 26 July 2009
Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center
+622197424139/+622127136437+628569024880
[Non-text portions of this message have been removed]