Koyaknya kebersamaan
Semilir angin malam mengingatkan aku
Pada sajak-sajak yang selalu kau baca ketika gelap
Yang meluluhkan hati sekeras batu
Engaku tetesi kerasnya hati dengan syairmu
Yang menceritakan indahnya kebersamaan bersamamu
Hingga akhirnya aku melemparkan selendang yang aku kenakan
Sebagai pertanda selamat datang kepada sang pangeran
Engkau menenggelamkan diriku dalam hangatnya dekapan
Lalu berguling-guling diantara hamparan hijau rerumputan
Indah………tak mungkin aku lupakan
Hingar-bingar taburan bunga melati
Mengucapkan selamat kepada sang pengantin jiwa
Lalu kita saling berjalan, mendekap, dan merebahkan raga
Hingga fajar menyapa kamar-kamar yang penuh dengan aroma dupa
Kini, ceritamu dengan indahnya kebersamaan
Yang kau dendangkan lewat sajak-sajakmu yang menggetarkan
Tak sepenuhnya menjadi indah dan manis seperti sabda sang pangeran
Iblismu adalah amarahmu…..
Yang menakuti disetiap alur cerita hidupku
Brutalmu adalah setanmu
Yang mencekik diriku setiap malamku
Engkau menggelitikku penuh manja
Lalu menampar penuh dengan amarah
Tak dapat lagi membedakan cinta dan amarah
Yang ada hanya ketidakpastian dari ego yang terus memerah
Jakarta, 01 Agustus 2009
Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center
+622197424139/+622127136437+628569024880
[Non-text portions of this message have been removed]